Virus Corona
Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat, Jokowi Minta Beberapa Provinsi Ini Diprioritaskan
Presiden Jokowi meminta prioritas pelaksanaan testing, tracing, dan treatment (3T) di 8 provinsi. Mana saja?
Penulis: Vintoko
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta prioritas pelaksanaan testing, tracing, dan treatment (3T) di 8 provinsi.
Beberapa provinsi itu di antaranya Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Papua.
Hal itu menyusul meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia yang kini telah mencapai 76 ribu kasus positif.
"Concern kita untuk memasifkan 3 T, testing, tracing, dan treatment dengan prioritas di delapan provinsi yaitu Jatim, DKI Jakarta, Jabar, Sulsel, Jateng, Sumut dan Papua," kata Jokowi seperti dikutip TribunWow.com dari tayangan YouTube KompasTV, Senin (13/7/2020).
• UPDATE Virus Corona di Indonesia Senin 13 Juli 2020: Tambah 1.282, Jumlah Kasus Positif 76.981
Lebih lanjut, Jokowi meminta agar ada peningkatan jumlah tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di 8 wilayah tersebut, termasuk menambah jumlah lab.
"Untuk tes harus ditingkatkan jumlah PCR test dengan menambah jumlah lab-lab yang ada di daerah plus mobile lab PCR," ujar Jokowi.
Jokowi berharap target yang sudah ditetapkannya bisa tercapai.
"Kita harapkan nantinya target sesuai yang saya sampaikan supaya bisa tercapai 30 ribu, dan tracing untuk penelurusan ODP maupun PDP, kemudian memberikan isolasi mandiri dan treatment," beber dia.
• Virus Corona Diklaim Bisa Menyebar di Udara, Berikut Penjelasan dan Perbedaan Istilah dari Para Ahli
Selain itu, Jokowi juga meminta agar pemerintah siap sedia untuk meningkatkan fasilitas kesehatan rumah sakit di 8 provinsi tadi.
"Ini peningkatan fasilitas kesehatan rumah sakit khususnya bed, APD (Alat Pelindung Diri), obat-obatan, ventilator, kamar isolasi juga masih memerlukan tambahan-tambahan untuk provinsi-provinsi yang tadi saya sebut," jelas Jokowi.
”Kalau memang kekurangan ini agar Kementerian Kesehatan bisa menyampaikan kepada Menteri PUPR untuk segera diselesaikan,” imbuh dia.
Lihat videonya:
Sementara itu dikutip dari laman Setkab.go.id, Jokowi juga menyampaikan bahwa Pemerintah harus terus memberikan dan membangun komunikasi yang partisipatif kepada masyarakat berbasis data sains.
"Komunikasi yang membangun kepercayaan, membangun trust yang berbasis pada ilmu pengetahuan, science, dan juga data science guna membangkitkan partisipasi masyarakat, terutama yang rentan,” tutur Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Senin (13/7/2020).
• Menkes Terawan Diterpa Isu Reshuffle, Zulkifli Hasan: Ini Menteri Kesayangan Pak Jokowi
Jokowi juga meminta untuk memasifkan kembali gerakan nasional disiplin terhadap protokol kesehatan yakni mulai jaga jarak, penggunaan masker, dan cuci tangan.
"Karena dari survei yang kita lihat misalnya saya mendapatkan laporan saat ke Jatim, survei mereka di Jatim itu 70% masyarakat tidak menggunakan masker,” imbuh dia.
Mobilisasi ini, kata Jokowi, yang diinginkan yakni mobilisasi di TNI, Polri, relawan, ormas, tokoh, dan kampus digerakkan untuk ikut mengampanyekan sekaligus melakukan pengawasannya.
”Kita ingin ini segera bergerak di lapangan, karena kondisi seperti di Jakarta laporan terakhir yang saya terima angka positivity rate-nya melonjak dari 4 sampai 5 sekarang sudah 10,5 %. Ini tolong betul-betul dijadikan perhatian,” pungkas Jokowi.
(TribunWow.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-jokowi-meminta-para-menteri-lebih-bekerja-keras-dalam-menangani-covid-19.jpg)