Virus Corona
Epidemiolog Sebut Indonesia Belum Capai Gelombang Pertama Corona: Masih Naik-naik ke Puncak Gunung
Virus Corona di Indonesia semakin meningkat, hingga total ada 72.347 kasus terkonfirmasi per Sabtu (11/7/2020).
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Virus Corona di Indonesia semakin meningkat, hingga total ada 72.347 kasus terkonfirmasi per Sabtu (11/7/2020).
Tingginya angka tersebut, bahkan disebut mencapai puncak gelombang pertama.
Hal ini diungkapkan oleh Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono.
• 209 Orang Tes Swab Massal setelah Jenazah Posiif Corona Tak Dimakamkan dengan Protap Covid-19
"Kita belum mencapai gelombang pertama, sekarang lagunya masih naik-naik ke puncak gunung, gunung ini yang harus kita sadari."
"Sampai akhir tahun pun kalau kita tidak berubah cepat ya belum selesai," kata Pandu dalam sebuah diskusi, Sabtu (11/7/2020).
Menurut Pandu, ada dua hal yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan pandemi.
Pertama, penduduk harus melakukan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
Dalam hal ini, Pandu mendorong pemerintah untuk lebih giat mengedukasi masyarakat terkait pentingnya 3M guna mencegah penularan Covid-19.
"Kita lupa, waktu pembatasan sosial berskala besar, masyarakat hanya disuruh-suruh dan sebagainya, diregulasi-diregulasi, padahal masyarakat kita itu yang bisa menata," ujar dia.
Kedua, pemerintah harus melakukan surveillance dengan melakukan tes secara akurat, pelacakan, dan mengisolasi.
"'Hanya cara itulah kita bisa mengendalikan pandemi dengan cepat sekaligus membuka kegiatan-kegaitan masyarakat supaya pulih ekonominya," kata Pandu.
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi gelombang kedua, pemerintah mesti mengidentifikasi klaster-klaster yang berpotensi menjadi sumber penularan.
Beberapa klaster yang dimaksud Pandu adalah pasar tradisional, pondok pesantren, serta sekolah kedinasan di mana para peserta didiknya tinggal di asrama.
(Kompas.com/Ardito Ramadhan)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Epidemiolog: Kita Belum Mencapai Gelombang Pertama Covid-19"