Terkini Internasional
Cina Keluarkan Peringatan Wabah Bubonik, Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya
Pemerintah Cina mengeluarkan peringatan tentang Wabah bubonik pada 5 Juni 2020.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Cina mengeluarkan peringatan tentang Wabah bubonik pada 5 Juni 2020.
Bahkan, pemerintah Cina juga membatasi untuk mengonsumsi daging tertentu.
Dikabarkan dari saluran berita Cina, terdapat dua kasus wabah pes yang dilaporkan di provinsi Khovd di Mongolia Barat, Rabu (1/7/2020).
• Penjelasan soal Gempa Jepara yang Terasa hingga Sumatera, Punya Karakteristik Gempa Dalam
Dikutip TribunWow.com dari Boldsky, Selasa (7/7/2020), kasus penyakit pes ini diduga berasal dari daging marmut.
Apa Itu Penyakit Pes?
Wabah pes adalah salah satu dari tiga jenis wabah yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.
Secara global antara 2010 dan 2015, ada 3248 kasus pes yang didokumentasikan, yang mengakibatkan 584 kematian.
Tulah terdiri dari tiga jenis terutama, bubonic, septicemic dan pneumonic, tergantung pada bagian mana dari tubuh yang terpengaruh.
Tulah pes menyebabkan bubo, yang sangat membengkak dan menyakitkan kelenjar getah bening di bawah lengan, di leher, atau di pangkal paha.
Dengan mempengaruhi sistem limfatik, bagian dari sistem kekebalan tubuh, itu menyebabkan peradangan di kelenjar getah bening dan dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh.
Wabah pes bisa mematikan, jika tidak diobati dengan antibiotik yang sesuai.
• Saat 240 Polisi di Sumsel Mengaku Pakai Narkoba Lewat Program Pengakuan Dosa, Bakal Ditindak?
Apa Penyebab Wabah Bubonic?
Wabah pes adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.
Tulah berkembang akibat gigitan kutu yang terinfeksi Xenopsylla cheopis, juga disebut kutu tikus.
Kutu tikus bersifat parasit dan dapat menempel pada tikus serta mencari inang lain ketika inang yang saat ini mati.
Bakteri ketika menempel pada kutu tetap tidak berbahaya bagi kutu, memungkinkan inang baru untuk menyebarkan bakteri.
Setelah bakteri memasuki sistem seusai digigit, ia dengan cepat menyebar ke kelenjar getah bening dan berkembang biak.
Dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan jaringan yang terinfeksi atau terkena batuk manusia lain.
Bagaimana Penyebarannya?
Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak dengan kutu yang terinfeksi.
Selain itu, bisa juga terkena melalui kontak langsung dengan hewan atau orang yang terinfeksi dan dengan memakan hewan yang terinfeksi.
• WHO Didesak untuk Meninjau Laporan Penyebaran Virus Corona yang Bisa Menyebar melalui Udara
Apa Saja Tanda dan Gejala Penyakit Pes?
Tanda paling umum dari penyakit pes adalah satu atau lebih kelenjar getah bening yang membesar dan menyakitkan, yang dikenal sebagai bubo.
Bubo yang terkait dengan penyakit pes biasanya ditemukan di daerah ketiak, femoralis atas, pangkal paha, dan leher.
Gejala penyakit pes muncul tiba-tiba beberapa hari (2-3) setelah terpapar bakteri.
Gejala-gejala penyakit pes adalah sebagai berikut:
-Kram otot
-Kejang
-Panas dingin
-Perasaan sakit atau malaise
-Demam tinggi (> 39 ° C)
-Rasa sakit dapat terjadi di daerah tersebut sebelum pembengkakan muncul
-Sakit kepala
-Gangren (kematian jaringan karena kekurangan suplai darah) jari kaki, jari, bibir, dan ujung hidung
Bagaimana Cara Mencegah Terkena Wabah Bubonik?
Tidak ada vaksin yang tersedia untuk penyakit pes, sehingga kita harus mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari tertular penyakit.
Pertimbangkan langkah-langkah berikut, terutama jika Anda tinggal di daerah yang berisiko terkena wabah.
-Pakailah sarung tangan saat menangani hewan yang berpotensi terinfeksi.
-Gunakan obat anti serangga.
-Pastikan bahwa rumah Anda anti tikus.
-Gunakan semprotan kutu atau perawatan lain pada hewan peliharaan Anda.
-Jika hewan peliharaan Anda adalah hewan peliharaan di luar ruangan, jangan biarkan mereka tidur di tempat tidur Anda.
(TribunWow.com/Atri Wahyu Mukti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/cina-keluarkan-peringatan-wabah-bubonik-ketahui-penyebab-dan-gejalanya.jpg)