Kabar Tokoh
Rocky Gerung Mau Jadi Presiden Indonesia dengan Syarat Ini: Bukan yang Biasa-biasa Saja
Ditanya soal maukah jadi presiden atau tidak, Rocky Gerung menginyakan dengan satu syarat tertentu.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menjawab soal kesediaan dirinya apabila didapuk dan dipilih untuk menempati kursi RI 1.
Dalam sesi tanya jawab dengan penggemar, seseorang menanyakan kepada Rocky soal kemungkinan menempati posisi presiden Indonesia.
Sesi tanya jawab itu diunggah di YouTube Rocky Gerung Official, Jumat (3/7/2020).

• Sandiaga Uno Enggan Jawab soal Ikut Bertarung di Pilpres 2024: 2023 Kita Siap Bicara Politik
"Pak Rocky kalau Anda dicalonkan dan dipilih sebagai presiden Indonesia, bersedia tidak?" ucap Hersubeno Arief membacakan pertanyaan dari seorang penggemar Rocky.
Rocky mengatakan dirinya bersedia menjadi presiden apabila pemilihan presiden dilakukan secara luar biasa, di luar kelaziman.
"Kalau pilihannya linear saya enggak bisa menjawab, kalau pemilihannya extraordinary (luar biasa) nah saya bersedia," kata dia.
Pria yang dikenal memiliki slogan no Rocky no party itu menjelaskan bahwa pemilihan linear adalah pemilihan presiden yang sudah terjadi di Indonesia sejak lama.
"Kalau linear itu ya tukar tambah biasa, ada threshold segala macam," terang dia.
"Kalau extraordinary kan keluar dari peristiwa unik," sambungnya.
Rocky mengatakan dirinya menginginkan pemilihan presiden dilakukan secara luar biasa, di luar kelaziman demi kondisi perpolitikan yang tidak kaku.
"Supaya kita menghasilkan pemimpin yang benar-benar dihasilkan oleh keadaan politik yang dinamis, bukannya yang tukar tambah," papar dia.
Rocky mengatakan saran tersebut ia berlakukan juga terhadap para tokoh yang berpotensi menjadi presiden penerus Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
"Ini saya bicara juga buat mereka yang punya potensi untuk terpilih sebagai presiden 2024," kata dia.
Ia berpesan supaya presiden 2024 baiknya dipilih tidak secara biasa-biasa saja.
"Harusnya mereka dihasilkan oleh situasi yang extraordinary, bukan yang biasa-biasa saja," ungkapnya.
"Biasa-biasa saja ya artinya threshold, terus nanti KPU secara rutin nanya persiapan segala macam," lanjut Rocky.
Rocky mengatakan baginya pemilihan presiden secara extraordinary penting untuk meningkatkan sistem politik di Indonesia.
"Saya kira kita mesti keluar dari situ, karena itu yang membuat politik itu menjadi tidak bergairah kalau yang tidak dilakukan secara extraordinary," tandasnya.
• Prabowo Subianto Unggul di Survei Pilpres 2024, Sandiaga Uno: Terlalu Dini untuk Jajak Pendapat
Simak video selengkapnya mulai menit awal:
Refly Harun Jawab soal Keinginan Ikut di 2024
Sebelumnya diberitakan, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menjawab sejumlah pertanyaan warganet dalam akun Instagram-nya.
Dilansir TribunWow.com, satu di antara pertanyaan itu yakni soal kesediaannya mencalonkan diri di Pilpres 2024.
Terkait hal itu, Refly Harun secara gamblang mengaku bersedia maju di Pilpres 2024 mendatang.
Namun, ada sejumlah hal yang perlu dicapainya sebelum diizinkan mencalonkan diri sebagai calon presiden.
Hal itu disampaikannya melalui kanal YouTube Refly Harun, Senin (11/5/2020).
"Jawabannya bersedia (maju di Pilpres 2024)," ucapnya tertawa.
Meskipun berminat, Refly mengaku cukup tahu diri.
Menurut Refly, mustahil bisa maju di Pilpres 2024 jika tak banyak orang yang menjagokannya.
"Bersedia kalau survei saya tertinggi, kalau enggak ada pendukungnya masa saya nekat, tahu diri ya," jelas Refly.
"Kalau surveinya rangking satu ya mau, tapi kalau disebut saja enggak kita harus tahu diri."
Lantas, ia pun kembali mengungkit Pilpres 2014 dan 2019 yang hanya mengajukan dua calon presiden.
Refly mengatakan, minimnya calon presiden itu merupakan dampak dari penerapan presidential threshold.
"Apalagi presidential threshold kan membatasi betul jumlah calon presiden dan wakil presiden," terang Refly.
"Yang dalam perhelatan 2014, 2019 cuma dua calon saja."
Karena adanya pembatasan calon presiden, Refly berharap presidential threshold segera dihapus dari kebijakan di Indonesia.
Meskipun menganggap presidential threshold bertentangan dengan konstitusi, Refly menyebut hal itu tak seiring dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
"Saya menginginkan presidential threshold ini hilang, hapus, nol persen jadi bukan lagi diturunkan tapi nol persen," ungkap Refly.
"Karena saya masih beranggapan presidential threshold ini bertentangan dengan konstitusi walaupun MK bilang tidak bertentangan dengan konstitusi."
Secara gamblang, Refly bahkan menyebut banyak sejumlah keputusan MK yang berpihak pada politik.
"Tapi jangan lupa, keputusan MK itu aroma politiknya lebih tinggi daripada aroma konstitusional," kata Refly.
Karena itu, ia berharap bisa memenangkan survei agar bisa mencalonkan diri sebagai calon presiden 2024.
Refly pun meminta doa masyarakat agar dilancarkan jalan menunju gerbang Pilpres 2024 mendatang.
"Jadi doakan saja saya rangking pertama surveinya, tapi kalau tidak rangking pertama ya enggak usah mimpi," ucap Refly.
"Banyak orang merasa paling pantas jadi pemimpin, padahal di surveinya saja disebut enggak," tandasnya.
• Blak-blakan, Rocky Gerung Yakin Anies Baswedan Bakal Maju Pilpres 2024: Namanya Enggak Bisa Dihapus
Simak video berikut ini menit ke-15.05:
(TribunWow.com/Anung/Tami)