Breaking News:

Viral Medsos

Viral Warga Dipungut Biaya saat Ambil Bansos di Pulo Gadung, Ketua RT: Hanya yang Mau Saja

Ketua RT 015 RW 07 Jati, Suraji mengatakan iuran itu digunakan untuk biaya sewa kendaraan untuk mengangkut bansos ke rumah para warga.

Tribunnews
Ilustrasi uang rupiah kertas 

TRIBUNWOW.COM - Warga di Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur disebut harus mengeluarkan biaya saat pengambilan bansos dari Pemerintah Provinsi DKI.

Uang yang harus dikeluarkan oleh warga yakni sebesar Rp 10 ribu per orang.

Iuran itu pun dituding sebagai pungutan liar (pungli) yang membebani masyarakat.

Viral Perkelahian Remaja Wanita di Lapangan, Bermula dari saling Sindir di WhatsApp hingga Dijebak

Viral Video Balap Liar Tetap Dilanjutkan meski Ada Polisi yang Melintas, Kapolres Tuban Buka Suara

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (1/7/2020), Ketua RT 015 RW 07 Jati, Suraji (65) memberikan klarifikasinya.

Suraji mengatakan uang dari warga tersebut digunakan untuk menyewa kendaraan angkut.

Ia juga menegaskan bahwa iuran itu tidak wajib.

"Urunan ini sifatnya tidak wajib, hanya mereka yang mau saja untuk bergotong royong menyelesaikan masalah pengangkutan sembako bantuan," katanya ketika ditemui di kediamannya, Rabu (1/7/2020), seperti dikutip Antara.

Bantuan berbobot belasan kilogram itu rupanya didrop oleh pihak kelurahan di rumah Ketua RW 07 yang berjarak 1 kilometer dari rumah Suraji.

Suraji mengatakan total bantuan berjumlah 85 dus itu, tak mungkin ia bawa satu-satu ke rumah warga.

Sehingga pihaknya membutuhkan kendaraan yang dapat mengangkut seluruh bantuan tersebut.

"Sedangkan jumlah bansos yang harus saya bawa ke rumah berjumlah 85 dus. Kan tidak mungkin saya angkut sendiri atau bersama warga sekalipun. Bobotnya berat," katanya.

Viral Video Balap Liar Tetap Dilanjutkan meski Ada Polisi yang Melintas, Kapolres Tuban Buka Suara

Viral Video Pesta Siswa SMK di Makassar Abaikan Protokol Kesehatan, Kadisdik Sulsel: Kepsek Tak Tahu

Diketahui, satu dus bansos berisi 10 kg beras, 1 kg terigu, bihun, sarden, kecap, biskuit kaleng serta minyak sayur.

Suraji juga mengatakan keputusan itu sudah dirapatkan dan disetujui oleh warga.

Total uang yang dikumpulkan adalah Rp 500.000.

Uang itu digunakan untuk menyewa kendaraan, membayar warga yang membantu pengangkutan dan sisanya dimasukkan dalam kas RT. 

"Sifatnya tidak wajib, hanya yang mau saja menyumbang. Dari 85 penerima bantuan, terkumpul Rp 500.000. Rp 50.000 untuk sewa mobil, Rp 50.000 untuk warga yang bantu angkut sebanyak empat orang dan sisanya untuk kas RT buat operasional kebersihan," katanya.

Sebelumnya, video terkait dengan tudingan pungli itu sempat beredar di media sosial Instagram.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Penerima Bansos di Pulo Gadung Dipungut Biaya, Ini Penjelasan Ketua RT"

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Atri Wahyu Mukti
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved