Terkini Nasional

Sebut Menteri Hanya Pembantu, Adian Napitupulu: Kalau Presiden Bekerja 10 Jam, Menteri Harus 20 Jam

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu memberikan tanggapan terkait insiden marah yang ditunjukkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Capture YouTube Apa Kabar Indonesia TvOne
Politisi PDIP Adian Napitupulu menyebutkan Jokowi berhak marah dengan para menterinya, dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Senin (29/6/2020). Dirinya menyebut menteri hanyalah pembantu dari presiden. 

TRIBUNWOW.COM - Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu memberikan tanggapan terkait insiden marah yang ditunjukkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, Jokowi meluapkan kemarahannya kepada jajaran menterinya lantaran kecewa dengan kinerja yang dilakukan dalam menghadapi krisis dan pandemi Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, Adian Napitupulu mengatakan apa yang dilakukan oleh Jokowi pada saat itu sangat wajar.

Dirinya juga membenarkan kemarahan yang dilakukan Jokowi kepada para menteri dan memang harus dilakukan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat gestur mengangkat tangan setelah menyampaikan kemungkinan reshuffle kabinet, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020), diunggah Minggu (28/6/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat gestur mengangkat tangan setelah menyampaikan kemungkinan reshuffle kabinet, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020), diunggah Minggu (28/6/2020). (Capture YouTube Sekretariat Presiden)

Soal Reshuffle Jokowi, Mardani Ali Sera: Ketika Barcelona Bermasalah yang Diganti Bukan Cuma Pemain

Adian kemudian menyimpulkan bahwa kemarahan dari Jokowi tentu bukan karena permasalahan yang biasa.

Tetapi karena memang sedang dalam kondisi yang darurat, sedangkan dari menteri sendiri justru tidak memberikan respons yang baik.

Hal ini disampaikannya dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Senin (29/6/2020).

"Pasti ada yang salah, kalau bener semua tidak mungkin seperti itu," ujar Adian.

Adian lantas mengatakan bahwa para menteri hanyalah pembantu dari seorang presiden.

Itu artinya, pekerjaan dari menteri harus jauh lebih berat ketimbang presiden itu sendiri.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved