Terkini Internasional

PBB Didesak Selidiki Upaya Pemusnahan Warga Muslim Uighur di China, Diduga Ada Pemaksaan Sterilisasi

Organisasi perserikatan bangsa-bangsa (PBB) mendapat desakan dari sejumlah pihak untuk melakukan penyelidikan.

AFP
Para wanita yang termasuk dalam populasi masyarakat muslim Uighur di wilayah Xinjiang, China disebutkan telah disteril secara paksa atau dipasangi alat kontrasepsi tanpa sadar untuk mengendalikan populasi kaum mereka. 

TRIBUNWOW.COM - Organisasi perserikatan bangsa-bangsa (PBB) mendapat desakan dari sejumlah pihak untuk melakukan penyelidikan.

Hal ini terkait adanya laporan bahwa populasi muslim Uighur di China yang mendapat pemaksaan dari pemerintah untuk disterilisasi.

Adapun sejumlah wanita mengaku telah dipasangi alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) tanpa seizinnya.

Seorang wanita Uighur dengan anak-anak di wilayah Xinjiang, China.
Seorang wanita Uighur dengan anak-anak di wilayah Xinjiang, China. (AFP)

China Disebut Steril Paksa Wanita Muslim Uighur, Diduga Buat Kendalikan Populasi

Dilansir bbc.com, Selasa (30/6/2020), sebuah laporan penelitian yang ditulis oleh sarjana dan peneliti China Adrian Zenz menuai respons keras dari dunia internasional.

Dalam laporan tersebut disebutkan adanya dugaan pemaksaan pemandulan pada wanita ataupun operasi pemasangan alat kontrasepsi.

Para wanita dalam populasi muslim Uighur di wilayah Xinjiang tersebut mengaku mendapat ancaman akan dimasukkan dalam kamp jika tidak menurut.

Diyakini, ada lebih dari satu juta orang Uighur dan minoritas muslim lainnya yang ditahan oleh pemerintah China.

Mereka dikumpulkan dalam kamp-kamp yang didefinisikan oleh pemerintah sebagai kamp pendidikan ulang.

Tiongkok sebelumya menyangkal keberadaan kamp-kamp itu, tetapi kemudian mengatakan bahwa kamp tersebut sebagai langkah penting melawan terorisme, menyusul kekerasan separatis di wilayah Xinjiang.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, bahkan dengan tegas meminta China mengakhiri praktik yang disebutnya mengerikan tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved