Terkini Daerah
Fakta Baru soal Siswi SMP di Ciracas yang Dibawa Kabur Kekasihnya, Ibu Korban Cabut Laporan Polisi
Seorang siswi SMP kelas 8 berinisial SCA (14), warga Kelurahan Ciracas dibawa kabur kekasihnya akhirnya sudah pulang.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Seorang siswi SMP kelas 8 berinisial SCA (14), warga Kelurahan Ciracas dibawa kabur kekasihnya yang bernama Rizal alias Dadan (30).
Dadan membawa lari SCA ke Bandung sejak Minggu (21/6/2020) malam.
Pihak keluarga terakhir kali bertemu dengan SCA saat berpamitan untuk pergi bersama Dadan.

• Orangtua Siswi SMP di Ciracas Cabut Laporan Penculikan Anaknya: Laki-laki Ini Mau Tanggung Jawab
Siswi SMP tersebut kabur dari rumah dengan membawa dua tas ransel berisi baju-baju.
Berikut fakta selengkapnya yang Tribunnews.com rangkum dari berbagai sumber:
Dibawa Kabur Suami Orang
Remaja berusia 14 tahun itu dibawa kabur Dadan pada Minggu (21/6/2020) pukul 22.00 WIB.
Dadan yang seorang pengangguran ternyata sudah berkeluarga dan memiliki dua anak.
Hal itu diketahui oleh ibu korban, yakni Nani (38) saat menghubungi istri Dadan.
"Ternyata pelakunya sudah punya istri dan dua anak, tinggalnya di Cikidang, Sukabumi," kata Nani di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (24/6/2020), dikutip dari WartaKota.
"Kemarin saya baru telponan sama istri pelaku," sambungnya.
Nani menghubungi nomor handphone yang diberikan seorang teman Dadan.
Dari situ, Nani baru mengetahui kekasih putrinya sudah berkeluarga.
Ia pun tak menyangka panggilannya diangkat oleh istri dari Dadan.
"Pas saya telepon istrinya bilang kalau itu suaminya."
"Tapi pas saya coba hubungin lagi WhatsApp saya diblok, sekarang enggak bisa dihubungin lagi," ujar Nani.
• Fakta Baru soal Gadis SMP di Ciracas yang Diculik Pacarnya Pemuda 30 Tahun, Ternyata Kenal di Warnet
Ibu Korban Cabut Laporan Polisi
Kasus dugaan penculikan terhadap SCA dipastikan tidak berlanjut di ranah hukum.
Nani mencabut laporannya di kepolisian setelah putrinya pulang pada Sabtu (27/6/2020) sekira pukul 03.00 WIB.
Ia mengatakan sudah memaafkan Dadan.
"Anak saya sudah pulang. Saya mau menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan," terang Nani, Sabtu (27/6/2020), dikutip dari TribunJakarta.
"Saya mau nyabut laporan di Polres," tambahnya.
Karena mendengar penjelasan dan permintaan maaf dari SCA dan Dadan, Nani mencabut laporan di Satreskrim Polrestro Jakarta Timur.
Nani mengatakan, tindakan mereka meninggalkan rumah itu merupakan kesepakatan keduanya tanpa ada paksaan.
"Sama-sama mau lah, begitu. Laki-laki ini mau bertanggung jawab. Secepatnya mau diurusin lah (SCA). Saya sudah memaafkannya," ucapnya.
• Sosok Pemuda 30 Tahun yang Bawa Kabur Anak SMP di Ciracas, Pengangguran dan Tidurnya Pindah-pindah
Nani tetap ingin mencabut laporan, meski penyelidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestro Jakarta Timur sudah menerima laporan.
Menurut penyelidik Unit PPA Satreskrim Polrestro Jakarta Timur, kasus tersebut ditemukan dugaan tindak pidana.
"Enggak (penculikan), anak saya juga enggak kenapa-kenapa. Alhamdulillah sehat-sehat saja, baik-baik saja," tutur Nani.
"Jadi saya mau cabut laporan, selesai secara kekeluargaan," tandasnya.
(Tribunnews.com/Indah Aprilin) (WartaKota/Rangga Baskoro) (TribunJakarta/Bima Putra)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul FAKTA Penculikan Siswi SMP di Ciracas: Dibawa Kabur Suami Orang, Ibu Korban Cabut Laporan Polisi