Breaking News:

Terkini Daerah

Motif Pembunuhan Dua Bocah di Medan oleh Ayah Tirinya, Pelaku Sakit Hati karena Korban Minta Es Krim

Dua orang bocah ditemukan tewas di area sekolah Global Prima di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/6/2020).

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi Pembunuhan 

TRIBUNWOW.COM - Dua orang bocah ditemukan tewas di area sekolah Global Prima di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/6/2020).

Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube tvOneNews, Senin (22/6/2020), pelaku pembunuhan terhadap dua bocah itu adalah ayah tirinya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko lantas membeberkan motif pelaku tega membunuh anak tirinya itu.

Riko Sunarko mengatakan, pelaku membunuh dua bocah berjenis kelamin laki-laki itu karena sakit hati.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko lantas membeberkan motif pelaku yang tega membunuh anak tirinya.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko lantas membeberkan motif pelaku yang tega membunuh anak tirinya. (Capture YouTube tvOneNews,)

Pria di Kalsel Culik dan Sekap Pacar Mantan Istri Lalu Minta Tebusan Rp 30 Juta, Ngaku Cemburu

Sakit hati, kata dia, bermula saat korban meminta dibelikan es krim pada pelaku.

Riko Sunarko membeberkan pelaku sakit hati dan kesal karena korban mengatakan pelaku pelit dan akan meminta pada sang ibu kandung untuk mencari ayah yang baru.

"Motif daripada tersangka dari keterangan awal tersangka, yang bersangkutan menyampaikan karena yang bersangkutan sakit hati karena dikatain sama anak-anaknya ini adalah seorang ayah yang pelit dan anak-anaknya mau meminta ibunya untuk mencari ayah yang baru," jelas Kapolrestabes Medan.

Lebih lanjut, Riko Sunarko membeberkan kronologi ayah tiri itu tega membunuh kedua anaknya.

Kejadian bermula saat kedua korban pulang dari rumah neneknya pada Jumat (19/6/2020) sore.

"Kronologis awal jadi anak ini kan tinggal sama neneknya, hari Jumat itu diantar sama ibunya ke rumah neneknya, kemudian jumat sore anak-anak ini kembali ke rumah, kemudian malam nonton TV bersama ayahnya, bertiga mereka menonton TV," jelas Riko Sunarko.

Baru Bebas dari LP Nusakambangan, Begini Janji John Kei saat Keluar: Saya Tinggalkan Kehidupan Lama

Saat malam hari, kedua korban meminta pada sang ayah tiri untuk dibelikan es krim.

Namun, kata Riko Sunarko, pelaku mengaku tidak mempunyai uang untuk membelikan es krim.

Sehingga, korban menyindir sang pelaku bahwa dia merupakan ayah yang pelit dan bakal meminta ibunya untuk mencari ayah yang baru.

"Kemudian anaknya ini minta dibelikan es, minta dibelikan es, kemudian ayahnya menyatakan bahwa tidak punya uang, kemudian si anak-anak ini mengatakan bahwa ayah pelit dan akan meminta ibunya untuk mencari ayah yang baru," jelas dia.

"Motifnya ini karena dia sakit hati dan dendam sama anak tersebut. Ini baru keterangan awal dari tersangka," imbuhnya.

Lebih lanjut, Riko Sunarko mengatakan pelaku sempat memberitahu sang istri bahwa dia sudah membunuh kedua anaknya melalui media sosial Facebook.

"Pengakuan tersangka, membunuhnya itu hari Jumat malam, kemudian hari Minggu pagi pukul 7.30 yang bersangkutan mengirimkan chat lewat akun Facebook yang bersangkutan ke istrinya, itu mengatakan bahwa dia sudah membunuh dua anaknya, dan sudah dibuang ke sebelah sekolah ini," urai dia.

Saat ini, kata Riko Sunarko, pihaknya masih menunggu hasil autopsi korban.

Lihat video selengkapnya:

Sementara itu, dikutip dari Tribun Medan, ayah kandung satu di antara korban, Muhammad Arif (32), mengaku marah saat mendengar kabar nahas yang menimpa anaknya.

Arif mengatakan, dirinya adalah suami pertama dari ibu korban.

Setelah bercerai, ibu korban kemudian diketahui menikah lagi dan memiliki anak kedua.

Hingga akhirnya menikah dengan ayah tiri yang jadi pelaku kasus dugaan pembunuhan ini.

"Sangat kesal, penasaran, pengin saja lihat wajah pelakunya kayak mana. Biar cepat ditangkap. Kenapa bisa setega itu, gara-gara dua buah es krim saja," ucapnya.

Kronologi Pria di Bekasi Meninggal saat Bersepeda, Ketinggalan Rombongan hingga Tiba-tiba Jatuh

Ia mengaku tak mengenal pelaku yang disebut ayah tiri anaknya.

"Anak kan tinggal sama ibunya. Minggu pagi saya tahunya dari mantan istri menghubungi keluarga. Dikabari, saya langsung datang ke sini. Kok bisa kejadian seperti ini," ungkapnya.

Sebagai ayah kandung, Arif berharap pelaku dihukum seberat-beratnya karena telah membunuh anaknya.

"Saya melihat anak saya ke RS Bhayangkara, menunggu hasilnya gimana, namun belum ada bisa dibawa pulang jenazahnya. Harapannya bisa segera diserahkan sama keluarga biar bisa dikuburkan. Pelaku dihukum seberat-beratnya kalau bisa dihukum mati," pungkasnya.

(TribunWow.com/Vintoko)

Sebagian artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Anak Laki-lakinya Diduga Tewas Dibunuh Bapak Tiri, Ini Kata Ayah Kandung Korban

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved