Virus Corona
Apakah Punya Penyakit Asam Urat dan Kolesterol Rentan Terkena Covid-19? Ini Penjelasan Dokter
Dokter Spesialis Paru menjelaskan apakah seseorang yang memiliki penyakit asam urat dan kolesterol lebih rentan terkena Covid-19.
Penulis: Vintoko
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Dokter Spesialis Paru Hermawan Setiyanto memberikan penjelasan apakah seseorang yang memiliki penyakit asam urat dan kolesterol lebih rentan terkena Covid-19.
Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Hermawan Setiyanto saat menjadi narasumber dalam program Sapa Indonesia Pagi yang tayang di YouTube KompasTV, Minggu (14/6/2020).
"Kalau orang yang punya penyakit asam urat dan kolesterol, apakah rentan terkena Covid-19," tanya pembawa acara membacakan pertanyaan warganet.

• Apakah Cuaca Berpengaruh terhadap Penyebaran Covid-19 di Indonesia? Ini Hasil Temuan BMKG
Menanggapi hal itu, Hermawan Setiyanto mengatakan penyakit diabetes hingga asam urat termasuk penyakit degeneratif.
Dirinya tak menampil bila seseorang menderita penyakit degeneratif lebih rentan terkena dampak buruk Virus Corona.
"Jadi memang pada penyakit degeneratif, misalkan diabetes, kolesterol, asam urat, atau sakit jantung, sakit ginjal. Memang ini adalah kelompok-kelompok yang rentan ketika terkena Corona, sakitnya bisa menjadi berat atau parah," jelas Hermawan Setiyanto.
Alasannya, kata dia, karena seseorang yang memiliki penyakit degeneratif seperti asam urat dan kolesterol membuat imunitas tubuhnya terganggu.
Oleh karena itu, Hermawan Setiyanto menyarankan agar segera mengobati penyakit tersebut.
"Karena pada orang-orang ini memang biasanya imunitasnya juga mengalami gangguan, jadi lebih parah," ungkap Hermawan Setiyanto.
"Maka dari itu, apabila ada penyakit-penyakit seperti ini, ada baiknya memang harus diobati atau dikendalikan," imbuh dia.
Saat ditanya kerentanan untuk terpapar Covid-19, Hermawan Setiyanto menjelaskan semua orang rentan terpapar Virus Corona.
Namun, orang dengan penyakit degeneratif jauh lebih rentan terkena efek buruknya.
"Kalau tiap orang sama, terpaparnya sama. Tapi efeknya ketika terkena itu (Covid-19) antara orang yang misalkan yang tidak punya diabetes akan berbeda. Tentu akan lebih berat gejala klinisnya pada mereka-mereka yang punya penyakit degeneratif atau penyakit comorbid," urainya.
Hermawan Setiyanto menambahkan orang yang kolesterol punya risiko terkena penyakit jantung, sehingga akan berbahaya bila terpapar Covid-19.
"Ya kalau kolesterol biasanya risiko terkena penyakit jantung. Itu juga bisa menimbulkan kerentanan keparahan kepada orang tersebut," ujar dia.
Lihat video selengkapnya:
Apakah Merokok Buat Seseorang Rentan Terinfeksi Virus Corona?
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Dokter Nuvi Nusarintowati memberikan penjelasan hubungan merokok dengan penyebaran Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Dokter Nuvi Nusarintowati saat menjadi narasumber dalam program Sapa Indonesia Pagi yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Selasa (19/5/2020).
Mulanya, presenter menanyakan pertanyaan dari warganet apakah merokok dapat membuat seseorang rentan terserang Virus Corona atau tidak.
"Apakah merokok dapat menyebabkan Virus Corona?" tanya akun @irfanmohmd.
• Ahli Sebut Perokok Sangat Rentan Terinfeksi Covid-19, Risiko Gejala 2,4 kali Lebih Parah
Menanggapi hal itu, Nuvi Nusarintowati merokok dapat mempengaruhi komposisi dalam saluran pernapasan.
Begitu juga dengan Virus Corona yang dapat menyerang sistem pernapasan.
Oleh karena itu, Nuvi Nusarintowati menjelaskan merokok bisa berdampak langsung.
"Kita ketahui bersama bahwa Virus Covid-19 ini menyerang sistem pernapasan. Orang yang merokok dalam janga waktu yang lama, zat-zat yang ada dalam asap rokok itu akan mempengaruhi komposisi dalam saluran pernapasan itu," jelas dia.
Menurutnya, merokok juga menyebabkan kapasitas paru-paru menjadi tidak maksimal.
"Jadi menyebabkan fungsi kapasitas paru itu tidak optimal, fungsi imun di paru-paru itu juga menurun karena pola itu (merokok)," beber Nuvi Nusarintowati.
• Hal-hal yang Perlu Anda Lakukan jika Memiliki Gejala Virus Corona Ringan
Lebih lanjut, Nuvi Nusarintowati mengatakan perilaku merokok juga menjadi faktor pendukung masuknya Virus Corona ke dalam tubuh.
"Yang kedua adalah untuk seorang perokok, maka perilaku merokok dengan memegang rokok dengan jari kemudian kontak ke mulut akan memudahkan kontaminasi virus itu masuk ke dalam tubuh kita," kata dia.
Dijelaskannya, satu di antara anjuran pemerintah untuk mencegah Virus Corona adalah dengan menghindari memegang wajah dan mulut.
"Karena kita ketahui bersama salah satu upaya mencegah penyebaran covid yaitu dengan menghindari memegang daerah wajah, mulut, maupun mata. Jadi anjurannya kami tentu saja berhenti merokok, supaya bila terkena virus dampaknya tidak jauh lebih buruk karena rokok," pungkas Nuvi Nusarintowati.
Simak videonya mulai menit ke-3.00:
Apakah Berhenti Merokok Bisa Mencegah Terjangkit Virus Corona?
Sebelumnya diberitakan, Dokter Spesialis Paru RSPAD Gatot Subroto Jakarta, dr. Retno Wihastuti membeberkan peluang perokok terpapar Virus Corona.
Hal itu disampaikan Retno Wihastuti saat menjadi narasumber dalam acara Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Selasa (28/4/2020).
Retno Wihastuti menjelaskan perokok lebih rentan terinfeksi Virus Corona.
Oleh karena itu, Retno Wihastuti meminta agar seorang perokok bisa menghentikan kebiasaannya.
"Memang sebaiknya berhenti merokok, karena kita ketahui asap rokok itu mengandung lebih dari 4 ribu bahan kimia, jadi kita bisa bilang pabrik bahan kimia mini," ujar Retno Wihastuti seperti dikutip TribunWow.com.
Lebih lanjut, Retno Wihastuti menjelaskan kaitan antara perokok dengan Virus Corona.
"Sedangkan asap rokok ini dia juga bisa bersifat oksidan, dia bisa merusak rambut getar yang ada di saluran napas. Sehingga saluran napas akan menurun, sehingga ada virus yang masuk juga sulit dibersihkan," jelas dia.
"Kemudian juga menyebabkan produksi lendir berlebihan, bisa menyebabkan kalau ada infeksi virus atau kuman, dia akan lebih mudah berkembang," imbuh dia.
• Apakah Berhenti Merokok Bisa Mencegah Terjangkit Virus Corona? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Paru
Retno Wihastuti menambahkan, asap rokok juga meningkatkan reseptor ACE2.
Reseptor ACE2, kata dia, merupakan reseptor Virus Corona.
"Selain itu asap rokok juga meningkatkan reseptor ACE2, ini merupakan reseptor Virus Corona, sehingga kalau reseptor itu meningkat jika terjadi infeksi Virus Corona sehingga virusnya akan semakin banyak menempel. Kalau semakin banyak pasti kemungkinan terjadinya penyakit itu akan lebih besar," urai Retno Wihastuti.
Retno Wihastuti juga meminta agar perokok bisa berhenti merokok tak hanya saat pandemi Covid-19 saja.
"Jadi memang seharusnya berhenti merokok tetapi jangan hanya wabah sekarang ini atau selesai pandemi merokok lagi, sama juga," pungkas Retno Wihastuti.
Simak video selengkapnya di bawah ini:
(TribunWow.com/Vintoko)