Breaking News:

Virus Corona

Ungkap Ada Virus yang Lebih Berbahaya dari Corona, Johnny G Plate: Dua Bahaya Besar Sekarang Ini

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johnny G Plate mengungkapkan adanya virus yang lebih berbahaya dari Virus Corona, Sabtu (5/6/2020).

Tayang:
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Ananda Putri Octaviani
Youtube/KompasTV
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johnny G. Plate dalam acara Rosi yang tayang di kanal Youtube KompasTV, Jumat (5/6/2020). Jonny mengungkapkan adanya virus yang lebih berbahaya daripada Virus Corona. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johnny G Plate mengungkapkan adanya virus yang lebih berbahaya dari Virus Corona, Sabtu (5/6/2020).

Virus tersebut merupakan infodemic atau virus informasi yang dapat menimbulkan kesimpang siuran berita bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, Johnny menyarankan agar sumber info ditanyakan pada pejabat yang memiliki level informasi memadai.

Terutama mereka yang dekat dengan presiden atau memiliki jabatan berwenang seperti dirinya.

Tanggapi Kebingungan soal New Normal, Johnny Plate Sebut Sudah Ubah Pola Komunikasi: Datanya Tunggal

Hal ini disampaikannya dalam acara Rosi KompasTV, Jumat (5/6/2020).

Johnny menyebutkan adanya dua bahaya besar yang tengah mengancam publik di Indonesia.

Yaitu pandemi Virus Corona dan virus informasi yang menyebabkan bertebarnya hoaks di masyarakat.

"Dua bahaya besar sekarang ini, virus ya, yang pertama ya Virus Covid-19 itu sendiri. Itu memang masalah yang sedang kita atasi," kata Johnny.

"Tapi ada virus juga, yang sama bahayanya bahkan lebih bahaya, yaitu infodemic-nya, virus informasi. Ini yang mengisi ruang publik kita terlalu banyak," ungkapnya.

Johnny menyebutkan munculnya virus informasi tersebut tak lepas dari dua sumber, yaitu pihak pemerintah dan media yang memberitakan.

"Yang satu sumber informasi dan konten, itu dari pemerintah pastinya. Yang kedua dari transmitternya, media yang menyampaikannya," ujar Johnny.

Terkait hal tersebut, Johnny lalu mengungkapkan persetujuannya agar sumber informasi mengenai kebijakan pemerintah pusat tidak berasal dari pemerintah daerah.

Ia menyebutkan sumber informasi harus berasal dari pihak yang dekat dengan sumber utama informasi tersebut.

"Saya setuju sekali, bahwa untuk keperluan informasi terkait dengan kebijakan pemerintah pusat, Presiden, sumber informasinya bukan ke kepala humas, misalnya, di pemerintah daerah, terlalu jauh ini," terang Johnny.

Sempat Disebut Zona Hitam, Surabaya Kini Catat 519 Pasien Positif Covid-19 Sembuh Hanya dalam 5 Hari

"Lebih cenderung salah ini. Kalau pemerintah belum memberikan konferensi pers misalnya, ya media istana itu ada," lanjutnya.

Johnny menekankan, agar tidak terjadi kesimpangsiuran, info tentang kebijakan pemerintah pusat sebaiknya bersumber dari pihak istana negara.

Atau paling tidak, pencari informasi bisa meminta keterangan kepada dirinya selaku menteri yang bertugas mengkoordinasi informasi.

"Bisa ditanya salah satu pejabat di istana. Setidaknya kontak menteri Kominfo-lah setidaknya."

Ia lalu menyebutkan adanya risiko yang timbul jika informasi tersebut didapat dari pihak yang tidak memiliki kompetensi terkait.

"Tapi begitu ditanya kepada seorang pejabat yang level informasinya terlalu begitu jauh, ya biasnya besar," jelas Johnny.

"Begitu sekali biasnya keluar, dia menjadi virus informasi di masyarakat," imbuhnya.

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke-00:28:

Pola Komunikasi Data Tunggal

Sebelumnya, Johnny sempat memberikan tanggapan soal kebingungan masyarakat terkait penerapan New Normal.

Dilansir TribunWow.com, Johnny Plate mengatakan bahwa pemerintah sudah mengubah pola komunikasi.

Hal itu dilakukan supaya tidak ada lagi kesalahpahaman lantaran komunikasi yang bercabang.

Termasuk juga menyusun data kasus Virus Corona dengan sistem single data atau melalui satu pintu.

"Terkait dengan kebingungan baru itu sudah diantisipasi dan dilakukan oleh pemerintah dengan mengubah pola komunikasi, di antaranya single data, itu sudah diatur semuanya," ujar Johnny Plate.

"Supaya data itu tunggal mengupdate data secara periodik dengan betul," jelasnya.

Namun selain itu, Johnny Plate mengatakan juga harus mengakui dengan kondisi masyarakat Indonesia.

Oleh karenanya, dalam mengambil kebijakan apapun harus menyesuaikan dengan keadaan yang terjadi.

"Memperbaiki seluruh sistemnya. Karena apa, ada hal yang ideal, tapi ada hal harus realistis dengan keadaan kita."

"Keadaan kita ya seperti ini Indonesia," kata Johnny Plate.

"Kita mengambil kebijakan yang terbaik dari keadaan sebenarnya," imbuhnya.

Lebih lanjut, dirinya kemudian menjelaskan terkait single data yang disebutnya sudah diperbaiki.

Menurutnya, saat ini semua data kasus Virus Corona sudah terintegrasi di aplikasi resmi Covid-19 yakni Bersatu Lawan Covid.

"Apa yang saya maksudkan adalah terkait dengan data misalnya. Data bisa melalui Artificial Intelligence, tetapi kan perlu alatnya, perlu juga diupload secara periodik," terangnya.

"Ini disiapkan, perlu koordinasi lintas lembaga dan itu dirapatkan secara terus menerus."

"Sampai akhirnya dengan menggunakan aplikasi termasuk internet of variabilitas data melalui yang disebut dengan bersatu melawan Covid," jelasnya.

"Terintegrasi di sana," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 10:56:

(TribunWow.com/Via/Elfan)

Tags:
CoronaCovid-19Johnny G Plate
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved