Breaking News:

Virus Corona

Harapan Menkominfo Johnny Plate untuk PSBB Transisi Jakarta, Sebut Bisa Jadi Barometer Dunia

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johnny G. Plate memberikan tanggapan soal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
channel Youtube Kompas TV
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johnny G. Plate di acara Kompas TV pada Kamis (4/6/2020). Dirinya berharap PSBB transisi di Jakarta bisa diterapkan dengan baik. 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Johny G. Plate memberikan tanggapan soal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, DKI Jakarta telah mengakhiri masa PSBB periode ketiga pada Kamis (4/6/2020) dan akan dilanjutkan dengan PSBB transisi pada bulan Juni ini.

Dilansir TribunWow.com, Johnny Plate berharap PSBB transisi di Jakarta bisa diterapkan dengan baik.

Pembeli menggunakan masker saat melakukan pembayaran dari balik plastik pembatas di supermarket AEON Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). Pemerintah Indonesia bersiap menerapkan tatanan baru (new normal) dalam waktu dekat. Salah satunya dengan mulai membuka pusat perbelanjaan secara bertahap di bulan Juni mendatang.
Pembeli menggunakan masker saat melakukan pembayaran dari balik plastik pembatas di supermarket AEON Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Ingatkan Masyarakat Adaptasi dengan Corona, Yurianto: Dinosaurus Punah karena Tak Mampu Adaptasi

Johnny Plate menyebut bahwa penanganan Virus Corona di Jakarta menjadi barometer, tidak hanya secara nasional, melainkan internasional.

Hal ini disampaikan Johnny Plate dalam acara Rosi yang tayang di kanal Youtube KompasTV, Kamis (4/6/2020).

"Excatly persis itu kalau DKI Jakarta yang terlebih dahulu karena DKI Jakarta juga jadi barometer tidak saja barometer Nasional tapi baromenter Internasional," ujar Johnny Plate.

Maka dari itu, dirinya berharap pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta bisa saling bersinergi untuk mensukseskan masa transisi menuju New Normal.

Termasuk juga menjaga komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah.

Hal itu supaya tidak adanya kesalahpahaman terkait suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait New Normal tersebut.

"Kalau New Normal dan cara hidup protokol itu dilaksanakan dengan benar, community, ya masyarakatnya melaksanakannya begitu," jelas dia.

"Misalnya besok kalau selama beribadah seluruh prosedur itu dilaksanakan dengan baik, komunikasi dan aturan di lapangannya antara petugas-petugas TNI dan Polri dengan rakyat bisa dilakukan dengan baik," katanya.

Ditanya Refly Harun sampai Kapan akan Hadapi Corona, Achmad Yurianto: Pertanyaannya Saya Balik

Dengan begitu, Jhonny optimis Jakarta akan menjadi contoh yang baik untuk dunia.

Khususnya untuk daerah-daerah lain di Indonesia yang bisa segera menerapkan New Normal.

"Itu menjadi model di mana daerah lain bisa ikuti sehingga kita bisa melakukan perluasan New Normal, pelonggaran di berbagai wilayah lain, ini sekaligus ini juga reputasi bangsa," harapnya.

"Dunia Internasional akan melihat 'oh Indonesia melaksanakannya dengan benar'," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 13.53

Kinerja Pemerintah DKI soal Corona Dapat Apresiasi

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Riza Patria Ingatkan Corona Justru Bisa Makin Parah di PSBB Transisi Jakarta: Potensi Lebih Tinggi

Dilansir TribunWow.com, Yurianto menilai langkah yang dilakukan Pemprov DKI untuk menangani atau mengendalikan Covid-19 sudah tepat.

Hal ini disampaikan Yurianto dalam tayangan Youtube Refly Harun, Jumat (5/6/2020).

Refly Harun sempat menyinggung soal Pemerintah Pusat dianggap lebih mementingkan aspek ekonomi di tengah pandemi Covid-19.  Hal itu disinggung Refly Harun pada Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di channel YouTube Refly Harun pada Jumat (5/6/2020).
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun (kiri) dan Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di channel YouTube Refly Harun pada Jumat (5/6/2020). Yurianto memberikan penjelasan terkait maksud PSBB yang sebenarnya, tegaskan bukan pembatasan ekonomi. (Youtube/Refly Harun)

 Jelaskan Arti PSBB Sebenarnya, Yurianto: Jangan Digiring Jadi Pembatasan Ekonomi Berskala Besar

Menurutnya, langkah tepat yang sudah dilakukan oleh Pemprov DKI tentunya memberikan hasil yang positif.

Dirinya mengaku penilaian tersebut dilakukan secara objektif, yakni dengan melihat perkembangan kasus di Jakarta.

Mulai dari berkurangnya kasus baru, hingga angka kematian menurun.

"Ya pasti, keberhasilan yang dilakukan karena langkah yang benar kan, kalau tambah enggak benar ya langkahnya tidak tepat," ujar Yurianto.

"Tetapi kalau kita lihat kinerja DKI sudah bagus karena kita punya data objektif yang memperlihatkan bahwa kasus terkendali, sebaran berkurang, angka kematian turun," jelasnya.

Yurianto kemudian membantah jika Pemprov DKI tidak sejalan dengan Pemerintah Pusat atau mempunyai kebijakan sendiri.

Menurutnya, keberhasilan DKI Jakarta dalam menurunkan kasus Virus Corona juga tidak terlepas dari sinergi dengan pusat.

Ia menilai, hanya Pemprov DKI tentu mempunyai cara tersendiri untuk mengembangkan kebijakan dari pusat tersebut.

 Ungkap Beda Istilah PSBB dengan Anies, Pakar Kesehatan Soroti Rencana New Normal: Itu Keniscayaan

"Itu adalah indikator-indikator bahwa sudah sesuai, sudah inline," kata Yurianto.

"Tetang style ya tentunya kan disesuaikan dengan kondisi di DKI, karena cara yang dibuat oleh DKI tidak mungkin sama diterapkan di provinsi lain," sambungnya.

"Artinya bahwa keputusan yang dilakukan pemerintah DKI sudah benar, ya buktinya sekarang faktanya terkendali."

Sementara itu, soal banyak anggapan dari masyarakat ada keributan atau tidak sejalan antara pemprov dengan pusat hanyalah karena ulah dari beberapa pihak tertentu.

Namun menurutnya, kenyataannya hal itu tidak pernah terjadi.

"Ya karena kan memang ada orang yang pingin melihat keributan atau membuat keributan," tegasnya.

"Nyatanya enggak ribut kan, kalau ributin itu hanya mengatur-atur huruf A-Z saja kata-katanya dibolak-balik," pungkasnya.

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Virus CoronaCovid-19pembatasan sosial berskala besar (PSBB)JakartaMenkominfoJohnny PlateNew Normal
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved