Terkini Internasional

Rusia Siap Uji Coba Poseidon 'Senjata Nuklir Kiamat', Bisa Ciptakan Gelombang Tsunami Puluhan Meter

Satu tahun setelah kecelakaan rudal bertenaga nuklir, kini Rusia berencana untuk menguji kapal selam tak berawak berhulu ledak nuklir

Sky Sports
Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato di hadapan Kongres FIFA ke 68 di Moskow. Satu tahun setelah kecelakaan rudal bertenaga nuklir, kini Rusia berencana untuk menguji kapal selam tak berawak berhulu ledak nuklir. 

TRIBUNWOW.COM - Satu tahun setelah kecelakaan rudal bertenaga nuklir, kini Rusia berencana untuk menguji kapal selam tak berawak berhulu ledak nuklir di perairan Kutub Utara musim gugur ini.

Diketahui sebelumnya kecelakaan rudal tersebut telah fatal menyebabkan lonjakan radiasi di kota terdekat.

Drone bawah air bernama Poseidon yang bertenaga nuklir akan menjalani uji coba dan meluncur dari kapal selam Belgorod.

Sumber industri pertahanan Rusia yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti, Selasa (26/5), seperti dilansir Moscow Times.

Rusia membuat drone berbentuk seperti torpedo raksasa untuk membawa hulu ledak nuklir seberat hingga dua megaton. Analis senjata menyebutnya sebagai "senjata nuklir hari kiamat". 

Mendapat dukungan reaktor nuklir kecil, Poseidon memiliki jangkauan 10.000 kilometer untuk mengarungi lautan dunia.

Meluncur dari Laut Barents atau perairan lain di Kutub Utara, drone bawah air tersebut bisa melintasi Atlantik Utara. 

Jika diledakkan di lepas pantai timur Amerika Serikat (AS), hulu ledak nuklir yang Poseidon bawa bisa menciptakan gelombang tsunami setinggi puluhan meter di samping kerusakan yang disebabkan oleh ledakan nuklir itu sendiri.

Maret 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi keberadaan drone bawah air raksasa.

Poseidon adalah satu dari enam senjata nuklir strategis baru negeri beruang merah.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved