Virus Corona

Warga Bekasi Berangsur-angsur Tinggalkan Jabodetabek, Tak Gubris Larangan Mudik di Tengah Corona

Banyak warga dari Bekasi terpantau meninggalkan Jabodetabek jelang Lebaran 2020.

Tribunnews/Jeprima
Sejumlah kendaraan melintas di jalan tol Cawang, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, terjadi penurunan arus lalu lintas atau traffick jalan tol di tiga wilayah jalan tol, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten, berkisar 42 persen sampai dengan 60 persen, sebagai dampak dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNWOW.COM - Banyak warga dari Bekasi terpantau meninggalkan Jabodetabek jelang Lebaran 2020.

Padahal, pemerintah telah melarang warga mudik di Idul Fitri tahun ini, lantaran penyebaran Virus Corona masih meningkat.

Aparat kepolisian pun harus semakin memperketan pengawasan jalur mudik melalui tol.

PT Jasa Marga Tbk, operator jalan tol Jakarta-Cikampek mencatat jumlah kendaraan melewati jalan tol meninggalkan Jakarta melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan mencapai 306.682 sepanjang periode H-7 sampai H-4 Lebaran 2020 atau dari tanggal 17-20 Mei 2020.

Cara Menjaga Paru-paru Tetap Sehat dan Terhindar dari Virus Corona, Dokter Ingatkan Bahaya Merokok

"Angka ini turun 59% dari lalu lintas (lalin) di periode Lebaran tahun 2019." kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2020).

Namun, jumlah kendaraan tersebut meningkat pesat dibandingkan hari sebelumnya. Pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek hanya sekitar 70.000 kendaraan per hari.

Sedangkan pada kondisi normal (sebelum PSBB), jumlah kendaraan melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek sekitar 130.000 per hari.

Dominasi warga Bekasi

Peningkatan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek pada H-17 hingga H-4 Lebaran 2020 berasal dari arah timur sebanyak 40%, lalu sebanyak 35% dari arah Barat dan 25% dari arah Selatan.

Lalu lintas kendaraan meninggalkan Jakarta dari arah timur merupakan kontribusi lalin dari dua Gerbang Tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Trans Jawa dan GT Kalihurip Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi.

Video Pasien Corona Kabur Disebut Hanya Simulasi, Kasatpol PP DIY: Mohon Maaf Kalau Bikin Heboh

 

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ananda Putri Octaviani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved