Virus Corona

Penjelasan Ahli Biologi soal Virus Corona yang Berasal dari Alam, Sebut Tak Ada Rekam Jejak Manusia

Ahli biologi molekuler Indonesia Ahmad Rusdan Handoyo Utomo menyebut Virus Corona 100 persen secara alami berasal dari alam.

TribunVideo/Radifan Setiawan
Ilustrasi Covid-19 atau Virus Corona 

Virus, bakteri, atau apa pun yang direkayasa para ilmuwan berdasar apa yang ada di alam.

Ketika peneliti akan melakukan rekayasa, mereka harus menambahkan sesuatu ke dalamnya untuk membantu ilmuwan menandai.

Dalam kasus Virus Corona penyebab Covid-19, jika asumsinya virus ini dibuat, maka ilmuwan harus melakukan rekayasa pada 1.200 titik.

Dijelaskan sebelumnya, Virus Corona untuk SARS-CoV-2 memiliki panjang 30.000 basa. Ketika virus ini dilihat secara keseluruhan, kesamaannya dengan SARS hanya 80 persen.

Kedekatan Virus Corona SARS-CoV-2 yang paling dekat adalah dengan kelelawar tapal kuda dari Yunnan, China.

Apakah Virus Corona Dapat Bertambah Banyak atau Bereplikasi? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Paru

Kesamaan keduanya adalah 96 persen, berbeda 4 persen.

Namun, 4 persen itu berarti sama dengan ada 1.200 titik asam amino yang berbeda antara SARS-CoV-2 dengan Virus Corona pada kelelawar tapal kuda dari Yunnan.

Jika asumsinya, Virus Corona adalah buatan manusia, artinya ada manusia yang mengubah 1.200 titik asam amino pada SARS-CoV-2.

"Artinya, kalau manusia merekayasa (SARS-CoV-2) akan ada tag-nya dan bisa di-tracking. Jadi kalau misalnya sudah ada yang diubah, kemudian ingin merekayasa titik yang berikutnya, nah yang sudah diubah harus saya beri semacam label. Nah, penambahan label itu bisa terlihat," jelas Ahmad.

Setelah diselidiki, penambahan "label" atau rekam jejak dari manusia nihil.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved