Virus Corona

Pengunjung Pasar Membludak, Pakar Epidemiologi Ungkap Rasa Dikekang: Seperti Nggak Pernah ke Mal

Pakar Epidemiologi UI Pandu Riono mengomentari masyarakat yang memadati pusat perbelanjaan di tengah PSBB.

(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Suasana Pasar Anyar Kota Bogor di tengah aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar karena pandemi Covid-19, Sabtu (16/5/2020). Pasar Anyar Kota Bogor ramai pengunjung. 

"Kalau di masa PSBB pandemi Covid itu masih seperti itu,begitu turun ke pasar ya hati ini campur aduk," jelas Bima.

"Marah iya, kesel iya, geram iya tapi sedih juga banyak."

Terkait hal itu, Bima lantas mengungkap perjuangan para tenaga medis merawat pasien Virus Corona.

Ia menyebut menyaksikan langsung perjuangan tenaga medis mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan pasien.

 Tolak Rapid Test, Pengunjung Pasar Induk: Saya Sehat, Damai Saja Pak, Kalau Harus Bayar Berapa?

"Saya membayangkan perawat-perawat, dokter, suster yang waktu itu merawat saya," kata Bima.

"Mereka berjibaku menyambung nyawa dengan penuh risiko di rumah sakit dan saya terbayang teman-teman saya satu angkatan yang masih positif."

Di sisi lain, Bima membandingkan aksi warga berkerumun di pasar hanya untuk membeli baju lebaran.

Hal itu membuat Bima merasa sangat sedih sekaligus prihatin.

"Sementara banyak banget saya lihat waktu itu emak-emak belanja baju lebaran," ungkap Bima.

"Jadi susah, berat sekali kondisinya."

Terkait antusias warga hingga nekat penuhi pasar, Bima menyatakan membeli baju baru sudah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat menjelang lebaran.

Bima bahkan menyebut pernah menanyakan alasan seorang ibu mendatangi pasar saat pandemi.

Dan jawaban ibu tersebut hanya ingin membahagiakan anaknya dengan membelikan baju baru untuk lebaran.

"Saya lihat pertama memang ini antara tradisi dan pandemi."

"Jadi beberapa kita ambil ibu-ibu, kita tanya kan 'Ibu takut enggak sama Covid? Ya saya takut, ya gimana atuh pak anak saya kan butuh baju baru'," tandasnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis/Jayanti Tri Utami)

Ikuti kami di
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved