Virus Corona

Kasus Corona di Negara Berkembang Meningkat, WHO Ungkap Keprihatinan

Peningakatan kasus Virus Corona di negara berkembang membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) prihatin.

(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Suasana Pasar Anyar Kota Bogor di tengah aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar karena pandemi Covid-19, Sabtu (16/5/2020). Pasar Anyar Kota Bogor ramai pengunjung. 

TRIBUNWOW.COM - Peningakatan kasus Virus Corona di negara berkembang membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) prihatin.

Peningkatan ini berbanding terbalik dengan negara-negara maju yang mulai bangkit dari Covid-19.

Dikutip dari Aljazeera, Rabu (20/5/2020), Badan kesehatan global mengatakan bahwa ada 106.000 kasus infeksi baru dalam 24 jam terakhir.

Cara Menjaga Paru-paru Tetap Sehat dan Terhindar dari Virus Corona, Dokter Ingatkan Bahaya Merokok

Angka ini merupakan peningkatan terbesar dalam satu hari sejak pandemi Covid-19 mulai pada Desember 2019.

"Kami masih memiliki jalan panjang untuk menghadapi pandemi ini," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus di depan awa pers.

"Kami sangat prihatin dengan meningkatnya kasus di negara berpenghasilan rendah dan menengah," tambahnya.

Tedros menyoroti kasus infeksi yang akhir-akhir ini terus naik diantara negara berkembang.

Sementara itu Kepala Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan memprihatinkan angka infeksi dunia sudah mencapai 5 juta.

"Kami akan segera mencapai tonggak tragis dari lima juta kasus," ujarnya.

Sebelumnya WHO mendapat kecaman keras dari Presiden AS, Donald Trump beserta sejumlah jajarannya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved