Virus Corona
Bahas PSBB, Erlina Burhan Tegur Ali Ngabalin yang Tak Jawab Pertanyaan: Jangan Tergiur Negara Lain
Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan dr Erlina Burhan meminta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetap dilakukan secara ketat.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan dr Erlina Burhan menegur Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.
Hal itu ia sampaikan saat membahas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menurutnya harus diperketat.
Menurut Erlina, penerapan PSBB harus termasuk dalam salat id yang umumnya dilakukan berjemaah.
Ia juga menegaskan pentingnya melihat kondisi perkembangan kasus Virus Corona di Indonesia sebagai dasar kebijakan, bukan karena mengacu pada kondisi di negara lain.

• Bantah Isu Pelonggaran PSBB, Ali Ngabalin Soroti Pelanggaran di Daerah: Tak Bisa Puaskan Semua
Dikutip TribunWow.com, hal itu disampaikan dr Erlina untuk menanggapi Ali Ngabalin dalam tayangan Dua Sisi di TvOne, Kamis (21/5/2020).
Awalnya, Ali Ngabalin menjelaskan bagaimana PSBB diterapkan saat ini.
Menurut dia, aturan PSBB sudah mencakup larangan menyelenggarakan ibadah yang melibatkan massa.
"Dalam hal ibadah, negara dan pemerintah tidak akan mungkin bisa melarang agama apapun," papar Ali Ngabalin.
Meskipun begitu, larangan tetap disampaikan untuk mencegah kerumunan massa yang dapat meningkatkan risiko penularan.
"Tetapi imbauan itu penting. Imbauan untuk dikasih tahu dalam masa pandemi ini orang salat di rumah," jelasnya.
"Itu adalah bagian yang harus kita waspada baik sehingga kita tidak bosan harus berbusa-busa," lanjut Ali.
dr Erlina Burhan langsung memotong dengan menyebutkan penjelasan Ali Ngabalin tidak sesuai konteks.
"Pak Ngabalin, tadi 'kan yang ditanya tentang ketidakdisiplinan masyarakat keluar, ada puluhan ribu mobil meninggalkan Jakarta. Tidak membahas tentang ibadah," kata Erlina Burhan.
"Sekarang saja kita tahu tidak ada salat tarawih di masjid. Bahkan kemudian sudah ada imbauan tidak ada salat id di lapangan atau masjid," jelasnya.
• Langgar Jumlah Penumpang, Habib Umar Assegaf Ngamuk dan Pukul Petugas PSBB Viral, Ini Kronologinya
Ia kemudian meminta PSBB benar-benar akan tetap dijalankan sesuai janji Ali Ngabalin sebelumnya.
"Saya ingin memegang kata-kata Pak Ngabalin, PSBB ini masih akan ketat dijalankan," kata Erlina.
"Terima kasih, Pak Ngabalin, karena itu memang harus ketat kita lakukan," tambah dia.
Erlina lalu membandingkan dengan kondisi negara Asia Tenggara lainnya yang kurva pertumbuhan kasusnya sudah mulai menurun.
"Kita jangan tergiur negara lain yang mulai melonggarkan (PSBB)," tegas Erlina.
"Seperti contohnya Thailand, Vietnam, Kamboja, itu grafiknya menurun bahkan landai," tambah dia.
Menurut Erlina, saat ini masih terlalu riskan untuk melonggarkan PSBB karena di Indonesia penambahan kasus masih sangat tinggi.
"Sementara Indonesia itu grafik penderita yang positif semakin naik, bahkan hampir 1.000 per hari ini," jelas Erlina.
"Jadi betul-betul harus komitmen kita semua, masyarakat, tenaga medis, untuk tetap PSBB," tegasnya.
• Isu PSBB Dilonggarkan, dr Erlina Burhan Punya Permintaan ke Jokowi: Saya Tidak Bisa Membayangkan
Lihat videonya mulai menit 1:30
Bantah Isu Pelonggaran PSBB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Ngabalin menyebut hingga kini pemerintah tak memiliki keinginan untuk melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Dilansir TribunWow.com, meskipun belum melonggarkan PSBB, Ali Ngabalin tak membantah jika ada masyarakat di sejumlah daerah yang mulai melakukan kegiatan seperti biasa.
Terkait hal itu, ia mengklaim akan segera memberikan edukasi pada warga.
• Pasar Ramai Lagi, Achmad Yurianto Bantah Ada Relaksasi PSBB: Kami Sedang Buat Skenario-skenario
Melalui tayangan YouTube Official iNews, Rabu (20/5/2020), Ali Ngabalin menyebut selama ini pemerintah sudah berupaya maksimal melindungi warga dari penularan Virus Corona.
"Tentunya kalau pemerintah kan dalam kebijakan yang diambil tidak ada tujuan lain kecuali untuk memberikan pelayanan terbaik dalam menghadapi pandemi Covid-19," ucap Ngabalin.
"Karena itu, dalam statement-statement maupun penyampaian yang disampaikan pemerintah, ada regulasinya."
Melihat adanya sejumlah penolakan, Ngabalin mengaku maklum.
Ia menyatakan setiap kebijakan pemerintah selalu menuai pro dan kontra dari masyarakat.
"Dibuat regulasinya, dibuat kerangka-kerangkanya untuk bisa menjalankan apa yang menjadi amanah," terang Ngabalin.
"Dalam posisi inilah maka saya kira tentu tidak mungkin satu kebijakan bisa memberikan kepuasan untuk semua."

• Perpanjang PSBB Jakarta, Anies Baswedan: Dua Minggu Disiplin, Insyaallah Kembali seperti Biasa
Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah akan berusaha konsisten dalam menjalankan kebijakan penanganan Virus Corona,
Karena itu, Ngabalin mengklaim hingga kini belum ada kebijakan pelonggaran PSBB.
"Pasti ada pro dan kontra, tapi atas nama negara dan atas nama rakyat pemerintah harus konsisten, berjalan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19," ucap dia.
"Karena itu saya berkali-kali mengatakan bahwa sampai hari ini kami tidak ada keputusan terkait dengan masalah pelonggaran."
Meskipun begitu, ia tak menampik jika sejumlah daerah belum menjalankan PSBB secara tepat.
Ngabalin lantas menyebut pemerintah akan bertanggung jawab dan segera memberikan pendidikan pada masyarakat.
"Sehingga kalau di sana-sini kita masih menemukan kendala terkait di beberaopa tempat yang tidak menjalankan protokol kesahatan yang ditetapkan dalam PSBB ya itu adalah sebuah kenyataan."
"Bahwa kita punya tanggung jawab untuk terus memberikan pendidikan, mencerdaskan masyarakat Indonesia," tandasnya. (TribunWow.com/Brigitta Winasis/Jayanti Tri Utami)