Indonesia Terserah

Tanggapan Doni Monardo soal Tagar 'Indonesia Terserah': Kami Sangat Berharap Dokter Tak Kecewa

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo berharap tenaga medis tak kecewa dalam menangani pasien.

DOKUMENTASI BNPB
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (14/4/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Tagar 'Indonesia Terserah' kini semakin ramai diberbincangkan di tengah terus bertambahnya pasien Virus Corona.

Menanggapi hal itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo berharap tenaga medis tak kecewa dalam menangani pasien.

"Kami sangat tidak berharap kalangan dokter menjadi kecewa."

"Sejak awal kami mengedepankan ujung tombak kita masyarakat, kalau seandainya masyarakat terpapar lantas sakit, lantas dirawat di RS, apalagi dengan jumlah banyak dan tempat perawatannya penuh, maka yang sangat repot tenaga dokter termasuk perawat," kata Doni dalam video conference usai rapat terbatas dengan Presiden, Senin (18/5/2020).

New Normal sebagai Cara Hidup Baru Pasca-pandemi Virus Corona, Jokowi: Berkompromi dengan Covid

Imam Prasodjo Ibaratkan Indonesia Terserah Layaknya Orangtua Kecewa Anaknya Terus Ngeyel: Karepmu

Dalam penanganan Covid-19, pihaknya menurut Doni terus menekankan agar para tenaga medis tersebut tidak terlalu kelelahan.

Perlindungan kepada tenaga medis di tengah darurat Corona menjadi prioritas.

"Dari awal ini bahasan yang kami kemukakan, jangan biarkan dokter kita kelelahan, kehabisan waktu dan tenaga mereka sudah menghabiskan waktu tenaga kemudian juga bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk keselamatan bangsa Indonesia, maka wajib kita lindungi," katanya.

Apalagi menurut Doni, jumlah tenaga medis salah satunya dokter di Indonesia masih sangat sedikit yakni 200 ribu orang.

Terlebih dokter paru yang hanya 1976 orang.

Ini Cerita Lahirnya Tagar Indonesia Terserah, Dokter Covid-19: Kalian Tahu Kami Juga Manusia

Bantu Indonesia Pulihkan Ekonomi Masyarakat, Bank Dunia Pinjamkan US$ 700 Juta

 

"Artinya satu orang dokter paru harus melayani 245 ribu WNI sehingga apabila kita kehilangan dokter maka ini kerugian yang besar bagi bangsa kita," katanya.

Oleh karena itu menurut Mantan Danjen Kopassus itu, perlu kerjasama dari masyarakat dalam mengendalikan penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu.

Salah satunya yakni dengan mematuhi protokol kesehatan dan ketentuan di bawah undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang darurat kesehatan.

"Sekali lagi kita bekerja sama dan mengingatkan cegah dan hindari jangan sampai kita sakit," pungkasnya. (Tribunnews.com/Taufik Ismail)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ramai Tagar #IndonesiaTerserah di Medsos, Ini Kata Ketua Gugus Tugas Covid-19

Ikuti kami di
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved