Breaking News:

Puasa Ramadan 2020

Tanya Ustaz: Amalan, Doa, dan Tata Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan

Sepuluh hari terakhir bulan ramadan, umat muslim tengah berlomba mendapatkan ridha Allah untuk mengejar malam Lailatul Qadar.

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Lailatul Qadar 

TRIBUNWOW.COM - Sepuluh hari terakhir bulan ramadan, umat muslim tengah berlomba mendapatkan ridha Allah untuk mengejar malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar sendiri adalah malam penuh keberkahan yang disebut malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Tata Cara Iktikaf

Untuk mengejar dan mendapatkan malam Lailatul Qadar, umat muslim berlomba melakukan I'tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir bulan ramadan.

Lantas bagaimana doa, niat dan tata cara melaksanakan I'tikaf dalam sepuluh hari terakhir bulan ramadan?

Tanya Ustaz: Berpuasa tapi Tidak Sahur saat Ramadan Apakah Boleh? Bagaimana Hukumnya?

Tanya Ustaz: Siapa Saja Orang yang Boleh Tidak Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadan?

Jawaban:

Rasulullah SAW pada 10 hari terakhir meningkatkan ibadah, tilawah dan melakukan i'tikaf.

I'tikaf dilakukan dengan niat "berdiam di masjid untuk beribadah karena Allah".

Adapun doa yang dianjurkan di malam-malam sepuluh terakhir ini adalah "Allahumma innaka 'afuwwun karim, tuhibbul 'afwa fa'fu anniy".

(Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan Maha Mulia, suka mengampuni, maka ampunilah aku).

 (HR. Tirmidzi no. 3760 dan Ibnu Majah no. 3850, hadits ini shahih)

Dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa tersebut saat sedang melaksanakan I'tikaf.

Jadi itu yang diperintahkan oleh Rasulullah ketika kita meyakini bahwa malam itu mendapatkan atau merasakan datang Lailatul Qadar itu bacaannya.

Yang lain-lain tidak ada, salat-salat yang bagaimana tidak ada, doa khusus yang bagaimana tidak ada, amalan khusus seperti apa tidak ada ya amalan baik saja sebanyak banyaknya untuk menjemput Lailatuil Qadar.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mendirikan ibadah pada Malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosa yang telah berlalu”

(HR. Bukhari IV/217 dan Muslim no. 759)

Terkait dengan menjalankan I'tikaf untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar, hukum menjalankan I'tikaf adalah Sunnah.

Meski begitu, aturan melaksanakan I'tikaf yaitu sebagai berikut:

1. Niat (mengucapkan niat dengan mengharapkan ridha Allah SWT).

2. Berdiam diri di masjid dengan melakukan tafakkur, dzikir, berdoa dan sebagainya.

3. Melakukan itikaf tidak boleh keluar masjid. Diperbolehkan hanya saat melakukan kegiatan emergency seperti mandi, berwudhu, buang air kecil, buang air besar.

Malam lailatul Qadar keistimewaannya lebih dari 1000 bulan atau sebanding dengan kurang lebih 83 tahun.

Angka 83 tahun tersebut sesuai dengan cerita Rasulullah yang menjelaskan bahwa Bani Israil beribadah tanpa maksiat selama 80 bulan berturut-turut.

Wahid Ahmadi

Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah

Wahid Ahmadi
Wahid Ahmadi (Facebook/Wahid Ahmadi)

 

Jadwal Imsakiyah untuk Bandung dan Sekitarnya: Cek Waktu Imsak, Salat dan Buka Puasa Ramadan 2020

Amalan Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Rasulullah

Lantas bagaimana ajaran Rasullullah dalam melaksanakan amalan di malam Lailatul Qadar?

Jawaban:

Karena Lailatul Qadar merupakan malam istimewa, maka umat Islam perlu mengisinya dengan hal-hal yang istimewa, yang bisa menarik malaikat.

Para malaikat, dalam kitab-kitab tafsir, menyebutkan pertanda rahmat, kebaikan, dan barakah, ('unwan min al-rahmah, wal-khair, wal barakah) pada malam Lailatul Qadar.

Mengingat hal demikian, maka para malaikat tidak akan mendatangi orang-orang yang pada dirinya tidak terdapat kebaikan, rahmat, dan barakah (yakhlu minal-khairi wal-barakah).

Oleh karenanya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir, salat, istighfar, dan doa.

Doa tersebut berbunyi:

"Allahumma innaka 'afuwwun, tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan, maka maafkanlah kesalahanku).

Untuk mendapatkan ampunan dari Allah, kita juga diminta memaafkan orang lain yang bersalah kepada kita, sehingga hati kita juga bersih.

Setelah diri dan hati kita bersih, pada malaikat akan tertarik untuk mendatangi kita.

Saat sudah memperbanyak zikir, salat sampai memanjatkan doa, maka pada saat Lailatul Qadar, kita bisa memanjatkan doa kepada Allah.

"Allahumma in kana ismi fi-ssu'ada' fa atsbithu fihim" (ya Allah, jika namaku terdapat di antara grup orang yang berbahagia, maka tetapkanlah), wa in kana minal-asyqiya' famhahu minhum, waj'alhu minas-su'ada' (dan jika namaku ada di grup orang yang sengsara, maka hapuskanlah, dan jadikan orang yang berbahagia).

Itulah moment Lailatul Qadar sebagai "penentuan urusan" bagi manusia, saat para malaikat berdatangan ke bumi "membagi-bagikan" semua urusan, sehingga kita bisa memohon untuk diberikan "urusan yang baik-baik dan penuh hikmah" (amrin hakim). Mudah-mudahan kita mendapat Lailatul Qadar, dan berbahagia hidupnya (al-su'ada').

(Dr. Aris Widodo, S.Ag., MA./Dosen IAIN Surakarta)

Dr. Aris Widodo, M.A, Dosen IAIN Surakarta
Dr. Aris Widodo, M.A, Dosen IAIN Surakarta (Aris Widodo)

 

Senada dengan Dr. Aris Widodo, M.A, Dosen IAIN Surakarta, Shidiq M.Ag  juga memaparkan penjelasannya terkait amalan yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar.

Namun beliau menitikberatkan pada I'tikaf malam untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar.

Menjemput Lailatul Qadar hendaknya dilakukan dengan memperbanyak amal ibadah, sedekah, zakat dan ibadah lainnya khususnya pada sepuluh hari terakhir ramadan.

(Shidiq, M.Ag/Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta)

Shidiq, M.Ag - Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta
Shidiq, M.Ag - Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta (Tribun Video)

Kirim pertanyaan Anda seputar puasa Ramadan dan Idul Fitri ke nomor WhatsApp 081-326-459-919.

Identitas pengirim, nama dan nomor WhatsApp tidak kami publikasikan.

(TribunWow.com)

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved