Breaking News:

Virus Corona

Pengakuan Petugas Medis Sosialisasi Covid-19 Dipukul Warga: Saya Dibilang Pembuat Resah

Aksi penganiayaan dialami oleh seorang petugas medis di UPTD Puskesmas Wae Nakeng, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Editor: Lailatun Niqmah
Kompas.com/ Ericssen
Ilustrasi pemukulan 

TRIBUNWOW.COM - Aksi penganiayaan dialami oleh seorang petugas medis di UPTD Puskesmas Wae Nakeng, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Korban berinisial HJ dipukul warga berinisal N, Rabu (13/5/2020).

Tak hanya dipukul, HJ juga dituduh biang keladi keresahan masyarakat.

"Saya bersama ibu kepala puskesmas masih membuat laporan, tiba-tiba N datang dengan emosi dan mengatakan saya dalang pembuat keresahan di tengah masyarakat saat Covid-19," kata HJ saat dihubungi Kompas.com, Kamis (14/5/2020).

Nasib Apes Dukun di Bogor Jadi ODP seusai Dikunjungi Pasien Positif Corona yang Enggan Diisolasi

N memukul kepala bagian kanan HJ. Beruntung, kepala puksesmas langsung berteriak memanggil petugas keamanan.

"Bersyukur Ibu Kepala Puskesmas teriak dan satpam langsung datang dan melerai kami," kata HJ.

Setelah dilerai petugas keamanan, N langsung pergi.

HJ dan pihak puskesmas tak sempat menanyakan alasan N melakukan pemukulan tersebu.

HJ merupakan salah satu anggota Tim Unit Pemantauan Covid-19 yang bertugas memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Menurut HJ, dirinya sering memberikan penyuluhan dan edukasi tentang bahaya Covid-19.

"Serta imbauan-imbauan dari pemerintah, yang saya sampaikan saat sosialisasi itu sesuai dengan protokol kesehatan. Tidak ada yang menyimpang," jelasnya.

Setelah insiden itu, HJ langsung melakukan visum dan melapor ke Polsek Lembor sekitar pukul 14.00 WITA.

Kapolsek Lembor Ipda Yoga Darma Sutanto membenarkan laporan tersebut.

Polisi masih mendalami motif pemukulan tersebut.

WHO Sebut Virus Corona Mungkin Tak Pernah Hilang hingga Masih Lama untuk Menuju ke Keadaan Normal

"Kita masih kumpulkan keterangan dulu. Untuk sementara kronologi lengkapnya kami masih akan melakukan pemeriksaan para saksi," kata Yoga saat dihubungi Kompas.com.

Berdasarkan data awal, Yoga mengatakan, insiden pemukulan itu terjadi setelah pelaku membaca sebuah informasi yang beredar di aplikasi pesan instan WhatsApp.

Polisi masih mendalami isi dan asal usul pesan tersebut.

"Mungkin karena salah paham. Kita masih dalami dulu. Saksi ada, dan sudah divisum tinggal menunggu hasil visumnya," jelas Yoga. (Kompas.com/Nansianus Taris)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dituduh Timbulkan Keresahan, Petugas Sosialisasi Covid-19 Dipukul Warga"

Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved