Breaking News:

Terkini Daerah

Wanita Kejang dan Tewas dalam Taksi Online di Surabaya, Sopir: Aku Dengar Batuk, Kirain Mau Muntah

Seorang sopir taksi online di Surabaya, Gatot, memberikan kesaksian tentang seorang penumpang wanita yang tewas saat ia antar.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Surya.co.id/Luhur Pambudi
Anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya saat mengevakuasi jenazah korban wanita yang meninggal dalam mobil taksi online di Jalan Siwalankerto, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, Selasa (12/5/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Seorang sopir taksi online di Surabaya, Gatot, memberikan kesaksian tentang seorang penumpang wanita yang tewas saat ia antar.

Dikutip TribunWow.com, peristiwa itu terjadi saat taksi melintas di Jalan Siwalankerto, Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (12/5/2020).

Menurut keterangan Gatot, wanita tersebut sempat mengalami kejang-kejang sebelum tubuhnya roboh di kursi penumpang tengah.

Keterangan Gatot, sopir taksi online di Surabaya yang penumpangnya meninggal dunia, Selasa (12/5/2020).
Keterangan Gatot, sopir taksi online di Surabaya yang penumpangnya meninggal dunia, Selasa (12/5/2020). (Capture Youtube Tribun Jatim Official)

Sesak Napas hingga Jadi PDP Corona, Penyanyi Stan Isakh Meninggal sebelum Tahu Hasil Tes Swabnya

Wanita tersebut kemudian diketahui berinisial IM (42) dan merupakan warga Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Gatot menuturkan wanita tersebut memesan taksi untuk diantar dari Jalan Tenggilis menuju Padang Pasir, Surabaya.

Saat berangkat, tidak ada kejadian atau tanda-tanda mencurigakan dari penumpangnya.

"Naik, ya udah. Aku nanya sekali, 'Mau ke Siwalankerto, ya?'," ungkap Gatot, dikutip dari kanal YouTube Tribun Jatim Official, Selasa (12/5/2020).

Gatot sempat mengajak bicara sekali lagi untuk menanyakan rute yang dikehendaki penumpangnya.

"Tiba-tiba sebelum lampu merah mau belok sini, aku dengar kayak batuk," paparnya.

"Tak kirain mau muntah, (batuk) dua kali," lanjut dia.

Penumpang tersebut tiba-tiba tersungkur di kursi penumpang.

"Habis itu langsung jatuh," lanjut Gatot.

Gatot kemudian menghentikan mobil dan minta tolong kepada warga sekitar di lokasi kejadian.

Kronologi Sopir Taksi Online Tewas setelah Jadi Korban Begal, Saksi Lihat Korban Dibuang di Jalan

Seorang bapak yang ada di jalan tersebut segera menolong.

"Aku berhenti di situ, minta tolong sama bapak-bapak di situ," cerita Gatot.

"Minta tolong, 'Penumpang aku ini tiba-tiba kejang-kejang'," ungkapnya.

Ia mengaku tidak berani menyentuh penumpangnya karena tengah masa pandemi Virus Corona (Covid-19).

"Sama bapak itu aku dibantu. Bapak itu menghubungi ke kecamatan sama kelurahan," papar Gatot.

Gatot menyebutkan sempat melihat kejadian saat penumpangnya mulai batuk-batuk.

"Batuk dua kali. Aku langsung noleh ke belakang," ungkap sopir taksi online ini.

Meskipun kedengarannya hendak muntah, Gatot menuturkan IM tidak sampai muntah.

"Habis itu aku noleh ke belakang, kejang-kejang begini," katanya.

Gatot mengungkapkan IM masih sempat sadarkan diri sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Jatuh ke samping, tapi belum ke meninggal," jelas Gatot.

Saat mengantarkan penumpangnya, Gatot mengaku tidak sempat mengobrol banyak.

Membenarkan kesaksian Gatot, Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih menyampaikan keterangannya dari hasil pemeriksaan.

"Ditemukan ia naik Grab, kemudian pada saat di tengah jalan dari keterangan sopir tersebut, orang tersebut mengalami batuk dua kali," papar Masdawati Saragih.

Kesaksian Dua dari 4 Tersangka Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online, Dikira Becanda dan Sempat Cegah

"Setelah batuk dua kali langsung jatuh tersungkur di dalam mobil," lanjut dia.

Dugaan sementara penyebab kematian IM adalah serangan jantung.

"Informasi awal mungkin jantung, belum tahap pemeriksaan," jelas Masdawati.

Ia juga telah meminta keterangan dari Gatot tentang kejadian sebelum meninggalnya IM.

"Tapi dari laporan sopir tersebut, memang dia mengalami sakit yaitu sesak," paparnya.

Masdawati menegaskan data awal menunjukkan penumpang IM bukan meninggal akibat Covid-19.

Meskipun begitu, evakuasi jenazah tetap menggunakan protokol kesehatan yang berlaku.

"Iya, betul, karena situasinya saat ini pandemi Covid, sehingga kita mau tidak mau olah TKP-nya pakai APD yang lengkap," papar Masdawati.

Lihat videonya mulai dari awal:

(TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Sumber: Tribun Jatim
Tags:
Taksi OnlineSurabaya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved