Virus Corona

Tanggapi Rencana Pembukaan Mal dan Pasar, Istana Sebut Dilakukan bila Tak Ada Penambahan Pasien Baru

Tenaga Ahli Utama kantor Staf Presiden Donny Gahral menyebut rencana membuka fasilitas publik baru akan direalisasikan apabila tak ada pasien baru.

Tribunnews/Herudin
Suasana sepi terlihat di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2020). Banyak pedagang yang memilih menutup tokonya untuk sementara karena berkurangnya pembeli akibat wabah virus corona (Covid-19)/ Ilustrasi. 

TRIBUNWOW.COM - Pihak Istana mengklarifikasi mengenai rencana yang dikeluarkan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian.

Rencana itu berisi kajian untuk membuka fasilitas publik seperti mal, pasar dan sekolah pada Juni mendatang.

Menurut Tenaga Ahli Utama kantor Staf Presiden Donny Gahral seperti dikutip dari Kompas.com, rencana tersebut baru akan direalisasikan apabila terdapat kemajuan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Jokowi Beri Arahan Lakukan Kajian Cuti Lebaran saat Wabah Virus Corona, Ganti Akhir Juli?

Singgung Kesendirian Presiden, Effendi Gazali Sebut Jokowi Ditipu soal Virus Corona: Dia Mulai Kesal

Kemajuan tersebut satu di antaranya adalah tidak ada penambahan pasien dalam kurun waktu 14 hari berturut-turut.

"Salah satu syaratnya adalah penurunan pasien positif selama 14 hari berturut turut sampai kemudian tak ada penambahan pasien positif lagi," kata Donny, Sabtu (9/5/2020).

Oleh karena itu, Donny menyebutkan, saat ini pemerintah berupaya keras agar penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa berjalan efektif.

Mulai dari bagaimana protokol kesehatan dijalankan, penegakan hukum dilakukan terukur, serta dipatuhinya larangan mudik.

Hal itu dilakukan agar tak terjadi penyebaran Covid-19 gelombang kedua.

"Apakah Juni sudah bisa dilonggarkan atau tidak, kita tidak tahu. Kita tak mau terjadi second wave (gelombang kedua)," kata Donny.

Para Peneliti Unair Klaim Berhasil Temukan 6 Sidik Jari Virus Corona, 4 di Antaranya dari China

Penularan Corona Meningkat, Pandu Riono Soroti Tingkat Kepatuhan Masyarakat: PSBB Masih Top Down

Sebelumnya, foto skenario pemulihan ekonomi Indonesia beredar luas dan diperbincangkan di jagat maya.

Foto tersebut menunjukkan timeline beroperasinya kembali berbagai sektor.

Kementerian Koordinator Perekonomian menyampaikan, foto yang beredar luas tersebut merupakan bagian dari kajian awal pemerintah dalam menentukan kebijakan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

"Yang beredar di masyarakat tersebut merupakan kajian awal Kemenko Perekonomian, yang selama ini secara intens melakukan kajian dan kebijakan pemerintah menjelang, selama, dan pasca-pandemi Covid-19," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (7/5/2020). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Istana: Mal dan Sekolah Dibuka jika Tak Ada Kasus Baru Covid-19

Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved