Breaking News:

Virus Corona

Kronologi Pria Ngeyel Tak Mau Pakai Masker Baku Hantam dengan Relawan PSBB: Dicegat Malah Tarik Gas

Seorang pemuda yang viral baku hantam dengan relawan PSBB di Rawa Bebek, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya ditangkap polisi.

Editor: Lailatun Niqmah
Instagram bogor24update
Pemuda ngamuk incar polisi tua karena diingatkan pakai masker 

TRIBUNWOW.COM - Seorang pemuda yang viral baku hantam dengan relawan PSBB di Rawa Bebek, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya ditangkap polisi.

Diketahui, aksi viral itu terjadi pada Sabtu (9/5/2020) di lokasi check point Virus Corona di Rawa Bebek.

Dalam video yang beredar melalui unggahan akun Instagram @cetul22, pemuda itu ngotot tak mau pakai masker.

Tenaga Medis yang Hamil 2 Bulan di Palopo Tertular Virus Corona, Keluarga Diisolasi

Sempat terjadi adu mulut antara polisi dan pemuda itu.

Pria tersebut tampak hendak menyerang polisi.

Seorang berkaus putih tiba-tiba mencekik dan memukul pemuda tersebut.

Tampak juga beberapa pria berkemeja biru mencoba memegangi pemuda itu.

Dalam video lainnya, tampak pemuda bersweater abu-abu merangkul pria berkaus putih kemudian memukul wajahnya.

Kapolsek Jonggol Kompol Agus menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Awalnya petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sedang melakukan pengawasan di pos check point yang berbatasan langsung dengan Bekasi, tepatnya di Rawa Bebek, Jonggol.

Saat itu, petugas PSBB yang berjumlah 18 personel melihat pengendara sepeda motor dari arah Cileungsi menuju Jonggol tidak memakai masker.

Namun, pemuda bersweater abu-abu dan celana pendek biru tua itu tak terima sehingga terjadi perkelahian dengan personel polsek.

Perkelahian itu sempat dihalau oleh sejumlah petugas dan relawan PSBB.

"Saat dicegat, dia (MS) tarik gas motornya, mau kabur tapi digagalkan petugas. Akhirnya dia kesal kemudian turun dari motor dan langsung menyerang tapi berhasil dihadang," ungkap Agus.

"Iya (sudah diamankan), pemuda pengendara motor itu berinisial MS, asal Jonggol, usianya 22 tahun karena tidak menerima teguran yang disampaikan oleh petugas," imbuhnya.

Video Suasana IKEA Alam Sutera Ditutup Satpol PP, Pengunjung Diminta Hentikan Belanja dan Keluar

Setelah berhasil dihadang dan dapat ditenangkan oleh para petugas, MS kemudian disuruh untuk putar arah dan dilarang melanjutkan perjalanan.

Namun, sejam kemudian MS datang kembali ke pos dengan berdalih ingin meminta maaf kepada semua petugas, khususnya kepada petugas Karang Taruna berinisial AIS.

MS dan AIS akhirnya bertemu dan berdiskusi di belakang pos check point.

Namun, secara tiba-tiba SM memukul AIS ketika saling merangkul.

Perkelahian pun tak terhindarkan.

"Dia sebenarnya bawa masker, tapi enggak dipakai dengan benar."

"Akhirnya ditegur sama anggota saya dengan sopan supaya maskernya dipakai dengan baik, tapi dia malah marah-marah alasan buru-buru."

"Tapi sejam kemudian dia balik lagi nyari AIS dan terjadilah pemukulan itu," ungkapnya.

Agus menyebut, Ketua Karang Taruna itu menderita luka di bagian wajah setelah mendapatkaan pukulan dari pelaku.

2 Begal Sungkem ke Aparat dan Minta Maaf saat Ditangkap, Polisi: Mendadak Jadi Anak Baik

"Yang dipukul ketua karang taruna kebetulan relawan PSBB. Ada luka lebam dan sobekan pada bagian mata sebelah kanan relawan ini," ucap dia.

Atas perbuatannya, pemuda asal Jonggol ini ditahan di sel tahanan Mapolsek Jonggol.

"Saat kami ini sedang melakukan pendalaman motif pelaku melakukan penyerangan terhadap petugas di lokasi PSBB."

"Tersangka kita ancam Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan terhadap seseorang. Hukumannya maksimal lima tahun penjara," ujar dia. (Kompas.com/Afdhalul Ikhsan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Relawan PSBB Baku Hantam dengan Pemuda yang Ngeyel Tak Mau Pakai Masker"

Sumber: Kompas.com
Tags:
Kabupaten Bogorpembatasan sosial berskala besar (PSBB)MaskerVirus Corona
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved