Terkini Nasional
Ungkap Penyebab Kematian Adi Kurdi karena Tumor Otak, Istri: Ada Penyumbatan, Sekarang Penuh Cairan
Istri Adi Kurdi, Bernadetta Restyratuti, menuturkan penyebab kematian artis senior tersebut, yang dikabarkan meninggal pada Jumat (8/5/2020).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Istri Adi Kurdi, Bernadetta Restyratuti, menuturkan penyebab kematian artis senior tersebut, yang dikabarkan meninggal pada Jumat (8/5/2020).
Adi Kurdi dikenal dari perannya sebagai Abah dalam sinetron Keluarga Cemara yang populer pada pertengahan tahun 1990-an.
Lama tak terdengar beritanya, kini aktor kawakan tersebut dikabarkan meninggal di RS Pusat Otak Nasional, Jakarta.
Sang istri, Bernadetta Restyratuti mengungkapkan penyebab kematian suaminya tersebut.
• Profil Adi Kurdi, Pemeran Abah dalam Sinetron Keluarga Cemara yang Tutup Usia pada Usia 71 tahun
Dilansir Kompas.com, Jumat (8/5/2020), Adi diketahui meninggal pada pukul 11.31 WIB setelah sebelumnya sempat mengalami stroke dan kebutaan.
Menurut penuturan Tuti, sapaan akrab istri Adi Kurdi, suaminya tersebut meninggal karena penyakit tumor otak.
"Jadi tumor otak, ada penyumbatan dan sekarang ini dipenuhi cairan, padahal sudah disedot ya," tutur Tuti.
Tuti menyebutkan bahwa jenazah tidak akan segera dimakamkan, dan saat ini telah disemayamkan di rumah duka kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
"Di Cipayung Aula Rendra. Enggak dimakamkan hari ini, akan ada upacara dulu tidak dimakamkan sekarang," imbuhnya.
Berita duka ini awalnya disampaikan oleh sahabat Adi, Romo Yustinus Sulistiadi Pr, kepada Kompas.com.
"Mas Adi Kurdi meninggal dunia siang ini," ujar Romo Yustinus.
• BREAKING NEWS - Kabar Duka, Aktor Adi Kurdi Pemeran Abah di Keluarga Cemara Meninggal Dunia
Sementara penyebab kematiannya telah dikonfirmasi oleh kerabat Adi Kurdi, Harry Tjahyono yang dulunya sempat ikut menggarap sinetron Keluarga Cemara.
Harry menyebutkan bahwa Adi meninggal disebabkan adanya penyumbatan pada otak.
Ia juga mengungkapkan bahwa ternyata selama ini Adi telah kehilangan penglihatan akibat penyakit mata yang diderita.
"Penyumbatan otak atau semacamnya gitu bukan Covid-19. Kalau sakitnya sih enggak tahu, yang saya tahu dia kan glukoma, penglihatannya sudah tidak bisa, sudah buta," terang Harry.
Adi yang masih aktif dalam dunia perfilman tersebut ternyata sedang membuat karya baru sebelum akhirnya terserang stroke dan kemudian diketahui meninggal.
"Kemudian kemarin masih bikin film Terima Kasih Emak dan Abah, habis itu sakit, kayak stroke," imbuhnya.
Kiprah Adi Kurdi di Dunia Perfilman Tanah Air
Adi Kurdi yang dikenal dari perannya sebagai Abah di sinetron Keluarga Cemara tersebut, diketahui lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada 22 September 1948.
Adi Kurdi merupakan alumni pendidikan Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) Yogyakarta.
Kemudian ia mengasah kemampuannya berakting saat bergabung dengan Bengkel Teater yang diasuh oleh penyair WS Rendra di Yogyakarta pada tahun 1970.
"Dulu saya begitu yakin, bahwa di Bengkel saya akan jadi seniman. Bukan hanya pemain. Saya sampai tak percaya pada pilihan hidup lain. Padahal, waktu itu Bengkel hidup susah luar biasa," tutur Adi yang tertulis dalam Harian Kompas terbitan 14 September 1986.
Pilihannya menjadi seniman, tak lepas dari pengaruh sang pembimbing yang memberi teladan ketekunan dalam berkarya.
Padahal hidup sebagai seniman di kala itu tidaklah mudah, Adi mengisahkan bahwa ia pernah baru bisa makan setelah menjual celananya dan botol minuman.
"Ya, itu sebagian karena pengaruh dia (W.S Rendra). Waktu itu kami melihat dia tekun sekali menggarap hidup, menggarap lingkungannya. Kami lihat dia puasa, menyepi tidur di kuburan, jalan malam-malam ke Parangtritis. Dan kami menemani," imbuhnya.
Adi pindah ke Jakarta pada 1975, dan belajar akting di New York University of the Art Theatre pada 1976-1978.
Ia lalu terjung ke dunia perfilman dengan membintangi film Gadis Penakluk (1980) dan Putri Seorang Jenderal yang di sutradarai Wim Umboh.
Diketahui hingga saat ini ia telah membintangi sebanyak 17 film layar lebar.
Serial televisi Keluarga Cemara (1977) yang dibintanginya bersama Novia Kolopaking tersebut, berhasil melambungkan namanya di kancah perfilman tanah air.
Bahkan banyak diantara masyarakat yang latah memanggilnya Abah lantaran perannya tersebut.
Dalam perjalanan karirnya ia pernah menyabet sejumlah penghargaanseperti Indonesian Movie Actors Award untuk Lifetime Achievement, Piala Maya untuk Aktor Pendukung Terpilih dan nominasi Piala Citra untuk pemeran pendukung pria terbaik dan Piala Citra untuk pemeran utama pria terbaik. (TribunWow.com)