Virus Corona

Jokowi yang Minta Masyarakat Berdamai dengan Covid-19, Istana: Artinya Kita Jangan Menyerah

Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan maksud Presiden Jokowi soal berdamai dengan Covid-19.

Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNWOW.COM - Pihak istana buka suara terkait dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyatakan masyarakat untuk berdamai dengan Covid-19 hingga vaksin ditemukan.

Dikutip dari Kompas.com, Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan maksud pernyataan tersebut adalah meminta masyarakat untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.

"Bahwa Covid-19 itu ada, dan kita terus berusaha agar Covid segera hilang. Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif, karena adanya Covid-19 menjadikan adanya penyesuaian dalam kehidupan," kata Bey kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Soroti Aksi Jokowi yang Bagikan Bansos Langsung pada Warga, Fahri Hamzah: Orang di Papua Sana Tanya

Debat dengan Aiman Tak Percaya Data Corona, Jerinx SID Keras: Saya Percaya Pak Jokowi dan Terawan

Bey mengatakan, saat ini Covid-19 memang belum ada antivirusnya.

Namun, masyarakat bisa mencegah tertular dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak.

Menurut Bey, hal ini adalah hidup normal dengan cara baru.

"Ya, artinya jangan kita menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Ke sananya yang disebut the new normal. Tatanan kehidupan baru," kata dia.

Jokowi: Sampai Ditemukannya Vaksin yang Efektif, Kita Harus Hidup Berdamai dengan Covid-19

Bahas PSBB, Jokowi: Jalannya Sepi, tapi di Kampungnya Berkerumun Ramai

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan, pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi Covid-19 akan segera menurun.

Selama wabah masih terus ada, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

"Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," katanya di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5/2020).

Ia juga mengatakan, beberapa ahli menyebut ada kemungkinan kasus pasien positif Covid-19 menurun angkanya.

Namun, ketika kasusnya sudah turun bukan berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jokowi Sebut Hidup Berdamai dengan Covid-19, Apa Maksudnya?

Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved