Virus Corona

Hasil Kajian Perdoski soal Waktu Berjemur yang Tepat, Simak Penjelasannya

Berikut penjelasan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia soal waktu berjemur yang tepat bagi masyarakat.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah orang tua dengan mengenakan masker berjemur di bawah sinar matahari pagi di Jalan Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Berjemur di waktu pagi pukul 9.00-10.00 atau sore pukul 14.00-15.00 di tengah pandemi virus corona (Covid-19), selain mengoptimalkan pertumbuhan tulang, Vitamin D juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai penyakit yang masuk ke tubuh, termasuk virus corona. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNWOW.COM - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) telah melakukan kajian ilmiah tentang paparan sinar ultraviolet (UV) yang dalam beberapa minggu belakangan menjadi polemik di masyarakat.

Demikian disampaikan dr. Andreas Widiansyah, SpKK, FINSDV, FAADV, selaku Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Pusat (PP) Perdoski saat diwawancara Kompas.com di RSUD. Dr. Moewardi Surakarta, Senin (4/5/2020).

Kajian tersebut melibatkan pakar-pakar Fotobiologi anggota Perdoski dari berbagai Indonesia.

Bahas PHK saat Corona, Konfederasi KASBI Soroti Kartu Prakerja Tak Sesuai: Sangat Tidak Nyambung

Dengan kajian ilmiah tersebut, dr. Andreas berharap bisa mengurangi polemik di masyarakat mengenai kabar yang beredar, khususnya tentang waktu, lama dan manfaat berjemur.

“Permasalahannya, saat ini berkembang berbagai pendapat di dalam masyarakat Indonesia tentang waktu ideal untuk berjemur,” kata dr. Andreas didampingi Dr. dr. Prasetyadi Mawardi, SpKK (K), FINSDV, FAADV, yang ditunjuk PP Perdoski menjadi person in charge (PIC) Kajian Ilmiah Paparan Sinar UV.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Prasetyadi menerangkan, sinar matahari adalah sumber utama kehidupan dan energi di planet bumi, tapi paparan berlebihan terhadap energi matahari jelas merusak sistem biologis manusia.

Untuk itu diperlukan keseimbangan yang tepat dari paparan cahaya UV yang untuk pemeliharaan kesehatan bervariasi secara masing-masing individu.

Dokter spesialis kulit dan kelamin RSUD dr. Moewardi itu menerangkan, sinar matahari yang mencapai bumi berfluktuasi secara dramatis, tidak hanya dalam hal intensitas keseluruhan tetapi juga dalam komposisi spektralnya berdasarkan waktu, ketinggian, dan garis lintang.

Efek-efek ini pada radiasi dapat memengaruhi komponen UV dari spektrum matahari.

Kualitas dan kuantitas radiasi matahari bervariasi tergantung pada geografi dan waktu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved