Virus Corona
Lakukan Penyelidikan soal Virus Corona, Donald Trump: Ada Banyak Cara Membuat China Tanggung Jawab
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kecamannya kepada China, atas penanganan Virus Corona.
Penulis: Laila N
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kecamannya kepada China, atas penanganan Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com dari aljazeera, Selasa (28/4/2020), Trump bahkan melakukan investigasi serius, untuk membuat China bertanggung jawab atas penyeraban Covid-19.
Hal tersebut buntut dari meningkatnya jumlah kematian akibat Virus Corona di AS.
• Donald Trump Diprotes seusai Janji Sediakan Ventilator ke Jokowi, Apa yang Jadi Imbal Balik bagi AS?
"Kami sedang melakukan penyelidikan yang sangat serius. Kami tidak senang dengan China," kata Trump saat konferensi pers Gedung Putih.
"Ada banyak cara untuk membuat mereka bertanggung jawab."
"Kami percaya virus itu bisa dihentikan pada sumbernya. Itu bisa dihentikan dengan cepat, sehingga tidak akan menyebar ke seluruh dunia," sambungnya.
Langkah China dalam menangani Virus Corona dianggap Trump sangat buruk, karena virus itu kini menyebar ke seluruh dunia.
Trump sebelumnya juga sempat melayangkan serangan ke China dengan menyebut Covid-19 sebagai "Virus China".
Pernyataan kontroversial itu akhirnya memicu perang kata-kata dengan Beijing, yang kemudian menuduh militer AS lah yang sengaja membawa penyakit itu ke Wuhan.
• Donald Trump Sebut Kabar tentang Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebagai Laporan Palsu
Pekan lalu, Sekretaris Negara Mike Pompeo mengatakan AS "sangat percaya" bahwa Beijing gagal melaporkan wabah secara tepat waktu, dan menutupi bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying mengatakan di media sosial pada hari Senin bahwa Pompeo harus berhenti bermain permainan politik, dan Lebih baik menghemat energi untuk menyelamatkan nyawa.
Wabah Virus Corona telah menewaskan lebih dari 211.000 orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 56.000 di AS, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.
Sebelumnya pada, Senin (27/4/2020), penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro juga menuduh China mengirim kit pengujian antibodi Virus Corona yang berkualitas rendah, dan bahkan palsu ke AS dan "mencari untung" dari pandemi.
Navarro, blak-blakan mengkritik Beijing yang telah ditunjuk Trump untuk menangani masalah jalur pasokan yang berkaitan dengan krisis kesehatan.
Ia mengatakan lebih banyak pengujian, baik untuk virus dan antibodi sangat penting untuk membuat orang Amerika yang saat ini dalam keadaan lockdown bisa kembali bekerja.
• Donald Trump Usul Tubuh Pasien Corona Disuntik Disinfektan, Dokter: Jangan Dengarkan Nasihatnya
"Di situlah, mungkin, kita dapat menemukan orang-orang yang kebal, yang dapat berada di tempat kerja di lingkungan yang lebih aman," kata Navarro dalam sebuah wawancara di jaringan TV Fox News.