Kabar Tokoh
Bicara soal Dicopot dari Komut Pelindo I, Refly Harun: Saya Sebenarnya Agak Malas Menjawab Ini
Refly Harun menjelaskan soal kejadian dicopotnya dirinya dari jabatan Komisaris Utama Pelindo I.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Ahli hukum tata negara Refly Harun menjelaskan soal pencopotan dirinya dari jabatan Komisaris Utama Pelindo I yang merupakan perusaan milik negara.
Seperti yang diketahui Menteri BUMN Erick Thohir telah mencopot Refly dari jabatannya itu pada Senin, (20/4/2020).
Refly mengatakan pencopotannya itu adalah hak seutuhnya milik Erick Thohir, dan mempersilakan publik untuk menanyakan kepada Erick Thohir soal alasan pencopotan dirinya.

• Bongkar Dompet Erick Thohir, Raffi Ahmad Kaget Lihat Kartunya Hitam Semua: Duitnya Gak Ada Serinya
Dikutip dari YouTube Refly Harun, Selasa (28/4/2020), awalnya Refly bercerita banyak orang yang bertanya mengapa ia dicopot dari posisinya tersebut.
"Banyak pertanyaan diajukan ke saya, termasuk seputar pemberhentian atau penggantian saya sebagai Komisaris Utama di Pelindo I," ujar Refly.
Refly mengatakan dirinya sebenarnya enggan menjawab persoalan tersebut lantaran merupakan privasi miliknya.
Namun, ia memutuskan untuk menjawab sebab merasa hal itu adalah hak publik untuk mengetahuinya.
"Saya sebenarnya agak malas menjawab ini karena terlalu personal," kata Refly.
"Membuat saya pada situasi kalau menjelaskan itu maju kena mundur kejedot seperti tema yang pernah kita bahas di dalam Baperin."
"Hanya memang this is the right to know (hak untuk mengetahui), ini adalah hak masyarakat untuk tahu tentunya," sambung Refly.
Pertama Refly menegaskan bahwa pencopotan dirinya bukanlah hal yang di luar kewajaran.
Ia mengatakan hal tersebut adalah hal yang biasa saja.
"Saya pernah katakan kalau kita menjadi public person ya mau tidak mau ternyata banyak pro dan kontra seputar penggantian saya tersebut padahal ini fenomena yang biasa saja," papar Refly.
Terkait alasan, Refly mempersilakan masyarakat menanyakan hal itu kepada Erick Thohir.
"Ada yang bertanya 'Kok saya diberhentikan alasannya apa', kalau alasannya tanya saja kepada Menteri BUMN yang memiliki kekuasaan, kewenangan untuk menganti seorang Komisaris atau Komisaris Utama," ungkapnya.
"Karena mereka adalah pemegang saham mayoritas, apalagi Pelindo I adalah perusahaan non Tbk, tertutup," imbuh Refly.
Refly kembali menekankan bahwa yang berkuasa penuh atas jabatan dirinya adalah Erick Thohir.
"Jadi at anytime bangun tidur sekalipun, Menteri BUMN bisa mengganti, bisa memecat Komisaris dan Direksi, karena apa? Ya karena tadi kalau dia non Tbk tidak dibutuhkan waktu yang proper untuk mengadakan rapat umum pemegang saham," kata dia.
"Karena Menteri itu sendiri adalah ruh dia bangun tidurpun, dia bisa menjelma menjadi ruh karena 100 persen itu dimiliki pemerintah," tandasnya.
Setelah dirinya dicopot dari jabatannya, Refly menuliskan pesan terakhirnya lewat cuitan akun sosial media twitter miliknya @ReflyHZ, Senin (20/4/2020).
Melalui pesannya tersebut, Refly menyatakan dirinya akan terus mengkritisi pemerintah di luar lingkar pemerintahan.
"Trm ksh Rini Soemarno yg sdh mengangkat saya, trm ksh Erick Thohir yg sdh membehentikan, dan trm ksh Presiden Jokowi yg sdh mengkangkat dan memberhentikan.
Izin berada di garis luar utk terus jadi peniup pluit.
Pemerintah bener kita dukung, nggk bener kita kritik. Salam," tulis Refly.
• Bingung Tuduhan BUMN terkait Mafia, Pengusaha Alat Kesehatan: Kami Adopsi KPK, Punya Dewan Etik
Arya Sinulingga: Itu Refreshing Saja
Dikutip dari Kompas.com, Selasa (21/4/2020), Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menjelaskan bahwa tidak ada unsur politis dalam pencopotan Refly.
Selain Refly terdapat tiga dewan Komisaris Pelindo I yang dicopot bersama Refly.
“Kan empat (komisaris Pelindo I) yang diganti, bukan hanya satu (komisaris),” ujar Arya kepada Kompas.com, Selasa (21/4/2020).
Arya mengatakan dengan pencopotan empat dewan komisaris tersebut, diharapkan kinerja Pelindo I dapat meningkat.
“Jadi itu refreshing saja, artinya perlu refreshing di Pelindo, sehingga kita ganti empat orang. Jadi mudah-mudahan dengan refreshing ini membuat Pelindo I juga akan semakin bergairah kinerjanya, dan bisa menghadapi Corona juga,” kata Arya.

• Fakta Pasangan Suami Istri Meninggal di Bekasi, Sempat Cekcok hingga Dievakuasi Menggunakan APD
Berikut adalah jajaran komisaris Pelindo I sebelum, dan sesudah diganti oleh Erick Thohir.
Saat ini jajaran komisaris PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) adalah sebagai berikut :
1. Achmad Djamaludin - Komisaris Utama
2. Arman Depari - Komisaris
3. Herbert Timbo Parluhutan Siahaan - Komisaris Independen
4. Ahmad Perwira Mulia Tarigan - Komisaris Independen
5. Irma Suryani Chaniago - Komisaris Independen
6. Winata Supriatna - Komisaris.
Seperti diketahui, jajaran Komisaris Pelindo I sebelumnya sebagai berikut:
1. Refly Harun - Komisaris Utama merangkap sebagai komisaris independen
2. Heryadi - Komisaris Independen
3. Bambang Setyo Wahyudi - Komisaris
4. Lukita Dinarsyah Tuwo - Komisaris
5. Winata Supriatna- Komisaris.
• Dicopot Erick Thohir dari Komut PT Pelindo 1, Refly Harun: Izin Terus Jadi Peniup Peluit
Lihat videonya sejak menit awal:
(TribunWow.com/Anung)