Info Aplikasi

Perangi Hoaks, Pesan Berantai di WhatsApp Turun 70 Persen setelah Dibatasi

Kebijakan WhatsApp untuk membatasi jumlah pesan yang diteruskan mampu menurunkan peredaran berita hoaks hingga 70 persen. Ini penjelasannya

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi WhatsApp 

TRIBUNWOW.COM - Kebijakan WhatsApp untuk membatasi jumlah pesan berantai yang diteruskan (forward) akhirnya berbuah hasil.

Dikutip TribunWow.com dari Tech Crunch, Senin (27/4/2020), upaya ini dilakukan WhatsApp untuk menghentikan laju penyebaran pesan viral hoaks dari aplikasi tersebut.

WhatsApp mengatakan penyebaran pesan yang menggunakan fitur 'diteruskan' itu telah menurun sebanyak 70 persen dari beberapa minggu ini.

Saingi Zoom, Facebook Rilis Messenger Rooms, Bisa Video Call hingga 50 Orang

Diketahui, WhatsApp mulai membatasi pesan yang diteruskan itu pada 7 April 2020 lalu, artinya sudah 20 hari semenjak pembatasan diluncurkan.

“Kami baru-baru ini memperkenalkan batasan untuk berbagi 'pesan yang diteruskan' untuk satu obrolan. Sejak menerapkan batasan baru ini, secara global telah ada pengurangan 70 persen dalam jumlah pesan diteruskan yang dikirim di WhatsApp, ”kata juru bicara WhatsApp kepada TechCrunch dalam sebuah pernyataan.

UPDATE WhatsApp Video Call Grup Kini Bisa sampai 8 Peserta, Segera Unduh Versi Terbarunya

Sebelumnya, WhatsApp juga pernah memperkenalkan batasan ini pada 2018.

Waktu itu, WhatsApp membatasi pengguna dari meneruskan pesan ke lebih dari lima orang atau grup sekaligus.

Dalam pembatasannya, WhatsApp mengatakan pesan yang diteruskan telah turun hingga 25 persen secara global dalam 2 tahun.

“Perubahan ini membantu menjaga WhatsApp menjadi tempat untuk percakapan antar pribadi ke pribadi. WhatsApp berkomitmen untuk melakukan bagiannya untuk mengatasi pesan viral, " lanjut juru bicara WhatsApp.

WhatsApp Berencana Tambah Jumlah Peserta di Grup Video Call, Bakal Lebih dari 4 Orang

Pembatasan pesan ini telah membantu meredakan pesan viral yang hoaks soal Virus Corona di beberapa negara, termasuk di India.

WhatsApp dan perusahaan induknya, Facebook, telah melakukan beberapa upaya dalam beberapa bulan terakhir untuk membantu pemerintah di banyak negara dengan berbagi informasi resmi tentang pandemi Virus Corona. (TribunWow.com/Vintoko)

Ikuti kami di
Penulis: Vintoko
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved