Terkini Nasional
Refly Harun Sayangkan Alasan Pengunduran Diri Andi Taufan dari Stafsus Milenial: Tidak Mau Mengaku
Refly Harun menyoroti alasan pengunduran diri Andi Taufan dari posisi Stafsus milenial.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Ahi Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti isi surat pengunduran diri Andi Taufan Garuda Putra dari posisinya sebagai Staf Khusus (Stafsus) presiden milenial.
Refly menyayangkan Andi Taufan masih belum mengakui bahwa dirinya telah bertindak salah karena memanfaatkan jabatannya untuk menyurati para camat, dan melibatkan perusahaan miliknya PT Amartha Fintech.
Menurut Refly apa yang dilakukan oleh Andi Taufan sesungguhnya merupakan pelanggaran etika yang berat.

• Refly Harun Duga Jokowi Angkat Stafsus Milenial Cuma untuk Pamer: Ini Loh Ada Milenial yang Berhasil
Dikutip dari YouTube Refly Harun, Sabtu (25/4/2020), awalnya Refly menegaskan bahwa ia tidak ada maksud untuk meremhkan pada Stafsus milenial tersebut.
Bahkan menurutnya dua mantan Stafsus milenial tersebut bisa menjadi orang yang berhasil di masa depan.
"Kita tidak underestimate (meremehkan) kepada generasi muda ini, saya yakin Ahmad Taufan, Adamas Belva Devara akan menjadi orang-orang hebat di masa depan," ujar Refly.
Namun untuk saat ini, Refly menilai mereka belum siap diberi amanah untuk menjabat sebagai Stafsus milenial.
Mantan Komisaris Utama Pelindo I itu bahkan mengatakan pengangkatan mereka sebagai Stafsus milenial tidak akan memberikan dampak positif terhadap para stafsus tersebut.
"Tetapi mengkarbit mereka saat ini, memberi mereka ruang, etalase dan lain sebagainya itu tidak akan mendidik mereka."
"Jadi kalau Andi Taufan kemudian memutuskan untuk turun ke society, menurut saya itu langkah yang sangat tepat," lanjutnya.
Refly lalu menyoroti isi surat yang ditulis Andi Taufan dalam pengunduran dirinya.
Ia menyangkan Andi Taufan tidak mengakui bahwa dirinya telah berbuat salah dalam aksinya menyurati para camat.
"Hanya sayangnya, dalam suratnya yang bersangkutan tidak mau mengaku kalau yang bersangkutan sudah melakukan pelanggaran etika yang menurut saya cukup berat," ucap Refly.
Pada surat pengunduran dirinya, Andi Taufan mengatakan ia mengambil keputusan tersebut karena dirinya ingin mengabdi penuh kepada masyarakat.
Berikut alasan Andi Taufan mundur dari posisi Stafsus milenial sebagaimana tertulis dalam surat pengunduran dirinya.
"Pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan saya yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil." tulis Andi Taufan.
Refly lalu menyoroti bagaimana Andi Taufan tidak mengerti apa tugasnya sebagai Stafsus milenial, dan telah bertindak di luar wewenangnya.
"Pertama dia tidak tahu Tupoksi staf khusus presiden sehingga ikut cawi-cawi dalam implementasi sebuah kebijakan, lalu kemudian menunjuk perusahaannya sendiri, menggunakan kop sekretariat kabinet," kata dia.
"Jadi alasannya adalah karena dia ingin terjun ke masyarakat, dan lain sebagainya, jadi kurang gentle juga," sambungnya.
Refly menjelaskan ia menduga masih banyak skandal-skandal seperti Andi Taufan di dalam tubuh pemerintahan yang belum terekspose ke publik.
Seperti yang telah diketahui kini sudah ada dua Stafsus milenial yang telah mengundurkan diri dari jabatan mereka.
• Rocky Gerung Soroti Dukungan Menhan pada Jokowi: Bukan Memuji, Beban Psikis Presiden Diambil Prabowo
Pertama adalah Belva Syah Devara sekaligus CEO Ruang Guru, ia telah menyatakan mengundurkan diri dari posisi Stafsus.
Pernyataan tersebut ia sampaikan lewat akun sosial medianya, pada Selasa (21/4/2020).
Ia mengatakan alasan dirinya mundur karena tidak ingin pemerintah dipusingkan oleh masalahnya yang dituding mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan lewat keterlibatan Ruang Guru dalam program Kartu Prakerja.
Dikutip dari unggahan akun Instagram @belvadevara, Selasa (21/4/2020), Belva mengakui enggan membuat beban pikiran presiden tambah berat, maka dari itu ia memutuskan untuk mundur.
Namun dirinya juga mengklarifikasi bahwa ia sama sekali tidak memanfaatkan jabatan Stafsus untuk kepentingan Ruang Guru.
Kemudian Andi Taufan Garuda Putra yang merupakan CEO dari PT Amarta Fintek Mikro sempat menjadi perhatian publik, lantaran beredarnya surat tulisannya.
Surat yang berkop Sekretariat Kabinet tersebut meminta para camat untuk memberikan dukungan terhadap perusahaannya dalam penanggulangan pandemi Covid-19.
Langkah tersebut lantas menuai kritik lantaran sudah menyalahi kewenangan Stafsus yang seharusnya hanya bisa memberikan saran ke dalam, dan bukan berupa perintah.
Menyusul Belva, Andi pun akhirnya ikut mengundurkan diri.
Ia mengatakan pengunduran dirinya telah ia sampaikan kepada presiden pada Jumat (17/4/2020).
Lihat videonya mulai menit ke-7.45:
(TribunWow.com/Anung)