Virus Corona
Penjelasan Ketum IDI terkait Adanya Perbedaan Data Kasus Virus Corona di Indonesia
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Daeng M. Faqih, memberikan penjelasan terkait kabar adanya perbedaan data kasus Virus Corona di Tanag Ai
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Daeng M. Faqih, memberikan penjelasan terkait kabar adanya perbedaan data kasus Virus Corona di Tanah Air.
Dilansir TribunWow.com, Daeng Faqih mengatakan jika sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan.
Menurutnya, adanya perbedaan data Virus Corona disebabkan pada masalah penginputan dari pemerintah.

• Sebut Masih Ada Birokrasi Tak Penting di Tengah Corona, Pakar Kesehatan UI: Tak Perlu Lagi Izin PSBB
Daeng Faqih mengatakan bahwa pemerintah hanya menginput semua pasien yang sudah benar-benar terkonfirmasi positif, termasuk pasien yang dinyatakan meninggal dunia.
Namun permasalahannya yaitu ketika ada kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal.
Menurutnya, data yang disampaikan oleh pemerintah melalui Juru Bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto hanya menyampaikan pasien meninggal yang sudah positif Virus Corona.
Sedangkan pasien PDP yang meninggal yang jumlahnya juga cukup besar tentunya harus menunggu hasil PCR untuk bisa memastikan statusnya, sebelum pada akhirnya masuk dalam rekap data pemerintah.
Kondisi seperti inilah yang membuat adanya perbedaan data Virus Corona yang beredar di masyarakat.
Oleh karena itu, Daeng Faqih menyebut permasalahannya yaitu ada di pemeriksaan PCR yang dinilai masih lambat.
"Jadi yang diumumkan pemerintah itu adalah yang sudah terkonfirmasi positif, tetapi sejumlah orang yang meninggal yang mungkin jumlahnya cukup besar itu berstatus PDP, dan status PDP itu masih menunggu hasil pemeriksaan PCR, Daeng Faqih.
"Ini untuk menjadi evaluasi kita bersama, evaluasi bagi pemerintah ini menunjukan bahwa masih ada keterlambatan pemeriksaan PCR, jelasnya.
Simak videonya mulai menit ke-03.30:
• Dianggap Terus Menutupi Data soal Corona, Jokowi Minta Semua Jajarannya Terbuka dalam Masalah Apapun
Minta Pemerintah Targetkan Kapan Virus Corona Selesai, dr. Pandu: Agustus Kita Harus Siap Merdeka
Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), dr. Pandu Biono meminta pemerintah bisa menargetkan kapan pandemi Virus Corona di Tanah Air bisa selesai.
Dilansir TribunWow.com, Pandu Biono mengaku pesimis dengan pemerintah jika tidak ada target yang jelas terkait penanganan Virus Corona atau Covid-19.
Dalam acara Kabar Petang yang tayang di Youtube tvOneNews, Senin (20/4/2020), Pandu Biono berharap pemerintah mengambil langkah cepat tidak bisa lagi bersantai.

• Sebut Masih Ada Birokrasi Tak Penting di Tengah Corona, Pakar Kesehatan UI: Tak Perlu Lagi Izin PSBB
Dirinya menyinggung soal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang juga dinilai terlambat.
Seharusnya penerapan PSBB bisa dilakukan sejak awal sebelum Virus Corona menyebar di seluruh Indonesia.
Ditambah lagi dengan masih adanya birokrasi-birokasi tidak penting yang sebenarnya justru memperlambat penanganan.
Maka dari itu, Pandu Biono tidak ingin pemerintah kembali lambat dalam mengambil langkah untuk mengatasi Virus Corona.
"Kalau kita menunggu sampai meluas, baru diberlakukan PSBB sudah terlambat," ujar Pandu Biono.
"Kita tidak boleh terlambat lagi, sudah terlambat melakukan mendeklrasi kesehatan masyarakat, kemudian kita melambatkan sendiri dengan birokasi-birokasi yang sebenarnya membuat kita terlena dan tidak tahu kita akan bisa berlama-lama," jelasnya.
Maka dari itu, mulai sekarang, pemerintah harus bergerak cepat untuk menyelesaikan Virus Corona.
Terlebih saat ini Virus Corona sudah menyebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Dirinya meminta pemerintah memberikan target kapan Virus Corona di Indonsia bisa berakhir.
• Dianggap Terus Menutupi Data soal Corona, Jokowi Minta Semua Jajarannya Terbuka dalam Masalah Apapun
Pandu Biono mengungkapkan tentunta masyarakat Indonesia berharapnya Virus Corona bisa segera selesai sebelum bulan Agustus.
Dengan begitu, kita semua bisa merayakan hari kemerdekaan yang sebenarnya, termasuk merdeka dari Virus Corona.
"Kalau kita cepat melakukan kita akan cepat meyelesaikan dan kita bisa kembali pulih, tetapi ini yang menjadi masalah, kita tidak punya target," ungkap Pandu Biono.
"Kapan sebenarnya pandemi ini kita mau selesaikan, apakah bulan Juni, apakah bulan Agustus, apakah nanti perayaan 17 Agustus kita yang merayakan hari kemerdekaan Indonesia itu masih banyak wilayah Indonesia yang masih mendapatkan masalah Corona."
"Kan kita harus set-up, brati bulan Agustus kita harus siap untuk merdeka, termasuk merdeka dari Virus Corona ini," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 9.20
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)