Breaking News:

Virus Corona

Kasus Positif Corona di Jawa Timur Capai 514, Khofifah Ungkap Ambil Langkah Lebih Konkrit dari PSBB

Apakah Surabaya akan mengikuti DKI Jakarta untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
Channel YouTube Talk Show tv One
Khofifah Indar Parawansa di channel YouTube Talk Show tv One pada Kamis (16/4/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Surabaya kini menjadi wilayah terbesar dengan jumlah pasien positif Virus Corona di Jawa Timur.

Namun, apakah Surabaya akan mengikuti DKI Jakarta untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Ya jadi sebetulnya 246 yang positif di Surabaya hari ini, 634 yang PDP, 1.658 yang ODP, ini Surabaya."

"Kalau Provinsi ada 15.673 yang ODP, 1.717 PDP, dan 514 yang konfirmasi positif, ini yang terbesar Surabaya," ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di channel YouTube Talk Show tv One pada Kamis (16/4/2020).

Curhatan Pedagang Bakso di Bekasi, Sambil Menangis Ceritakan Penjualan Menurun hingga 50 Persen

Akibatnya, Khofifah mengaku pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Sekretariat Daerah Surabaya dan Dinas Kesehatan Surabaya untuk mengatasi masalah ini.

"Kami sudah meminta tim tracing untuk koordinasi dengan Dinas Kesehatan Surabaya."

"Kemudian Sekdaprop saya minta koordinasi teknis Sekda Surabaya," ungkapnya.

Meski demikian, Khofifah mengaku lebih memilih langkah lebih konkrit dari pada PSBB.

"Saya kemudian meminta dengan andai misalnya tidak PSBB, langkah konkritnya apa yang dilakukan untuk bisa menghentikan penyebaran secara efektif?"

"Karena kami di Pemprov bersama dengan Pangdam dan Kapolda," kata dia.

Mantan Menteri Sosial ini mengaku bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk melaksanakan PBB.

"Kami bersama dengan TNI, Polri misalnya tiga hari ini melakukan PBB (Patroli Berskala Besar)."

"Patroli Berskala Besar ini adalah untuk bisa memberikan imbauan kembali di kafe-kafe terutama yang kerumunannya masih banyak, bahkan masih ada di angka 50 an orang, ada di satu kafe," jelas Khofifah.

Corona Terus Meningkat, tapi Mengapa Masih Banyak yang Nekat? Pakar UI: Ada yang Terpaksa Tak Takut

Selain sidak, Khofifah menjelaskan bahwa penertiban itu juga dilakukan tes cepat Virus Corona.

"Lalu setelah diimbau kita juga membawa tim untuk melakukan rapid test, nah pada posisi-posisi seperti ini kewenangan tidak di Pemprov," lanjutnya,

Khofifah menegaskan bahwa orang jualan masih diizinkan namun tak boleh ada aktivitas pembeli di tempat.

"Kewenangan untuk bisa memberikan misalnya satu keputusan boleh buka warung, tapi tidak boleh ada kursi di dalamnya."

"Lalu boleh jualan nasi goreng atau apa di pinggir jalan, tapi tidak boleh ada bangku di situ, nah mereka boleh jualan tapi drive thru atau take away," ungkapnya.

"Kewenangan seperti ini tidak ada di Pemprov tapi kewenangan kota," imbuh Khofifah.

Selain itu dalam pelaksanaan PBB ini, TNI dan Polri bahkan berpatroli hingga masuk ke gang-gang kecil.

"Hari ini pun dengan TNI dan Polri juga sudah masuk ke gang-gang kecil di mana kasus pertama muncul di Surabaya," ucap dia.

Lihat videonya mulai menit ke-4:26:

Anies Minta Masyarakat Tiru Vietnam

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa penanganan Virus Corona harus dilakukan secara serius.

Hal itu diungkapkan Anies Baswedan melalui sambungan telepon acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (14/4/2020).

Anies Baswedan mengatakan bahwa Indonesia harus meniru beberapa negara yang disiplin menerapkan pembatasan sosial.

 Tuduh WHO Bias Terhadap China, Donald Trump Hentikan Pendanaan di Tengah Pandemi Virus Corona

Mulanya, Anies mengajak agar semua pihak diajak bekerja sama terkait pembatasan sosial.

Dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, pihaknya akan memberikan bantuan kepada warga kurang mampu.

"Saya ingin mengajak semuanya bahwa namanya memang pembatasan sosial tapi ini harus menjadi kesempatan untuk membangun solidaritas sosial."

"Di satu sisi pemerintah akan siapkan programnya bahkan kami di Jakarta karena pelaksanaan program nasional mulai tanggal 20an maka kemarin kita mulai untuk membagikan di antaranya, karena kita mulai PSBB Jumat kemarin," kata Anies.

Meski demikian, ia meminta agar warga untuk bersabar mengingat penyaluran bantuan juga tak mudah begitu saja mengingat kondisi lapangan serta mendadaknya masalah ini.

"Apakah bisa langsung bisa menjangkau semua? Tidak perlu waktu, karena ini dilakukan di tempo yang singkat, kita menggunakan data yang ada dulu begitu sampai di lapangan maka RW akan memeriksa data awal dicek dengan kondisi di lapangan, siapa yang harus ditambahkan, siapa yang harus dikoreksi," kata dia.

Anies menerangkan, pihaknya akan memberikan bantuan secara mingguan pada rakyat kurang mampu.

"Karena ini akan diberikan bantuan dalam paket mingguan."

"Seperti yang disampaikan oleh Ibu tadi bahwa amat yang dibutuhkan adalah kebutuhan pokok supaya kesehariaan bisa berfungsi, makan ada sehongga itu diberikan mingguan harapannya bisa menjaga," ucap dia.

 Bahas PSBB di ILC, Miing Soroti Nasib Perih Warga Miskin: Manusia Mau Diatur kalau Butuh Makan

Lalu, Anies memberikan dua pilihan kepada masyarakat.

Pilih disiplin menerapkan PSBB hingga masalah Virus Corona cepat selesai atau dibuat longgar namun masalah ini tidak segera selesai.

Sedangkan, masalah Virus Corona tak hanya menyangkut dunia kesehatan.

Lantas, Anies meminta masyarakat bisa meniru apa yang terjadi di Vietnam dan Selandia Baru.

Di sana, masalah Virus Corona relatif bisa teratasi dengan baik.

"Pilihannya sekarang Bang Karni, disiplin supaya cepat selesai atau kita longgar, rileks tapi butuh waktu lama."

"Contohnya ada liat Vietnam, liat Selandia Baru mereka lakukan amat disiplin, amat ketat, tapi sekarang mereka sudah mulai bisa mengatakan, kami mulai terbebas," ungkap Gubernur 50 tahun ini.

Jika peraturan PSBB dibuat santai maka yang terjadi adalah wabah Virus Corona akan terjadi lebih lama.

"Atau kita pilih dibuat longgar, dengan cara longgar memang sebagian masih bekerja, sebagian masih beraktifitas, tetapi dampaknya menjadi lebih panjang," ucapnya.

 Hasil Rekam Media Covid-19 Bocor, Bupati Sragen Copot Kepala Lab RSUD dr Soehadi: Di Mana Etikanya

Menurutnya penderitaan akibat Virus Corona terjadi kepada semua orang.

"Nah kami merasa penderitaan yang harus dialami oleh kita semua jangan diperpanjang, kita disiplinkan, kita tuntaskan secara cepat, lalu kita bangkitkan kembali," pungkasnya.

Lihat videonya mulai menit ke-15:30:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Tags:
Virus CoronaCovid-19Khofifah Indar Parawansapembatasan sosial berskala besar (PSBB)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved