Virus Corona

Disela Presenter saat Kritik Pemerintah Lamban Atasi Corona, Margarito: China Sudah Repot Waktu Itu

Margarito Kamis mengkritisi pemerintah yang telat menyatakan status darurat kesehatan wabah Virus Corona (Covid-19)

youtube tvOneNews
Pakar Tata Hukum Negara Margarito Kamis mengkritisi telatnya pemerintah atasi Corona, Selasa (31/3/2020) 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis menilai pemerintah Indonesia telat menetapkan status darurat kesehatan wabah Corona'>Virus Corona (Covid-19).

Menurutnya langkah tersebut seharusnya sudah diambil sejak dulu.

Ia menceritakan banyak kejadian di Indonesia yang seharusnya bisa menjadi awal penetapan status darurat kesehatan Covid-19.

Pasien dalam Pengawasan (PdP) Coronavirus Disease (Covid-19) dari Kabupeten Luwu, Sulsel, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sawerigading, Kota Palopo, Sulsel, Sabtu (21/3/2020).
Pasien dalam Pengawasan (PdP) Coronavirus Disease (Covid-19) dari Kabupeten Luwu, Sulsel, dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sawerigading, Kota Palopo, Sulsel, Sabtu (21/3/2020). (DOK RSUD SAWERIGADING)

Maksud Pembatasan Sosial Berskala Besar, Kebijakan yang Diterapkan Jokowi untuk Atasi Virus Corona

Dikutip dari YouTube tvOneNews, Selasa (31/3/2020), awalnya ia menceritakan pemulangan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri, terkait Covid-19.

"Kita tahu kan itu orang-orang dari Wuhan dibalikin kan, lalu orang-orang dari Jepang kan dibalikkin tuh," kata Margarito.

Lalu, ia juga menyinggung penetapan status pasien positif Covid-19 pertama di Indonesia yang terdeteksi.

Yaitu pada dua warga yang berasal dari Depok.

"Kemudian sebelum itu Depok mengumumkan ada beberapa orang yang kena (terjangkit Covid-19)," lanjutnya.

Margarito mengatakan setelah dua kejadian tersebut terjadi, Indonesia seharusnya sudah menetapkan status darurat kesehatan.

"Di saat itu seharusnya sudah dilakukan penelitian, atau apapun namanya yang sejenis untuk memastikan jenis apa virus ini, apa penyebabnya, bagaimana derajat sebarannya, bagaimana level bahayanya terhadap keadaan kesehatan masyarakat," paparnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved