Terkini Daerah

Tak seperti Tahun Sebelumnya, Umat Hindu Bali Gelar Rangkaian Upacara Nyepi dengan Berbeda

Rangkaian upacara keagamaan menjelang Hari Raya Nyepi dilaksanakan berbeda pada tahun ini.

Tak seperti Tahun Sebelumnya, Umat Hindu Bali Gelar Rangkaian Upacara Nyepi dengan Berbeda
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi prosesi upacara Melasti di Pura Ulun Danu Beratan di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan, Bali. 

TRIBUNWOW.COM - Upacara Pecaruan Tawur Gentuh Kesanga yang dilaksanakan sehari sebelum perayaan Nyepi tetap dilaksanakan di Catus Pata, Buleleng, Bali, Rabu (24/3/2020) .

Namun, ritual keagamaan tersebut dilaksanakan tak seperti biasanya. 

Lantaran terdapat sejumlah hal yang diubah oleh panitia penyelenggara upacara.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Ditutup Sementara Selama Hari Raya Nyepi, Besok Rabu 25 Maret 2020

Dikutip dari tayangan KompasTV, pihak penyelenggara melaksanakan upacara lebih cepat dari biasanya.

Tak cuma itu, panitia juga melakukan sejumlah prosedur lain.

Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan, kendati melibatkan umat dalam jumlah yang cukup banyak, pihaknya turut melakukan sejumlah instruksi yang diarahkan oleh pemerintah dalam pencegahan penularan Virus Corona.

Seperti mengatur jarak antarumat yang hadir, menyediakan alat cuci tangan, hingga umat yang diimbau mengenakan masker.

"Ada protap yang kita lakukan di Buleleng ini, kita atur jarak, menggunakan masker, kemudian yang baru datang kita coba tangannya dilakukan pencucian," kata Nyoman.

"Sehingga betul-betul apa yang menjadi instruksi pemerintah kita jalankan," lanjutnya.

Nyepi di Bali, Sehari Tanpa Internet hingga Paket Wisata Jadi Peluang Bisnis 

Dalam upacara tersebut, umat juga melakukan permohonan agar wabah penyakit Virus Corona segera usai. 

Tak hanya di Buleleng, rangkaian upacara yang dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi yaitu Upacara Tawur Agung Kesanga di Klungkung Bali juga dilaksanakan berbeda.

Upacara ini digelar secara terbatas.

Biasanya, acara ini diikuti oleh ribuan umat Hindu Bali.

Namun, kali ini hanya diikuti oleh ratusan umat yang merupakan perwakilan dari setiap desa.

Kendati demikian, makna dan tradisi dari upacara tersebut tetap dilakukan.

Seperti pembagian nasi tirta kepada setiap umat. (*)

Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas TV
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved