Terkini Daerah

Kasus Pria yang Ditemukan Terikat dan Ngaku Dirampok di Aceh Timur Ternyata Rekayasa, Ini Alasannya

Merasa belum mampu penuhi mas kawin, seorang pria rekayasa cerita dirinya dirampok agar bisa batal menikah.

Kasus Pria yang Ditemukan Terikat dan Ngaku Dirampok di Aceh Timur Ternyata Rekayasa, Ini Alasannya
Dok. Polsek Peureulak
Warga Desa Seneubok Pidie, Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur, menemukan seorang pria diikat di bawah jembatan desa itu, Selasa (17/3/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Kasus pria ditemukan terikat di bawah jembatan di Desa Seneubok Pidie, Aceh Timur akhirnya terungkap.

Pria berinisial KM tersebut rupanya merekayasa cerita, seolah-olah dirinya dirampok.

Dilansir Kompas.com, alasan KH melakukan aksinya agar dirinya bisa batal menikah.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko melalui siaran pers pada Kamis (19/3/2020). 

Batuk Demam setelah Pulang Umrah, Seorang Warga Aceh Utara Jadi PDP Corona dan Kini Diisolasi

Dalam keterangannya, Polres Aceh Timur memastikan kasus pria ditemukan terikat di bawah jembatan oleh warga hanyalah rekayasa. 

AKP Dwi mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihaknya memeriksa saksi dan keterangan KM sendiri.

KM disebut sudah bertunangan dengan mas kawin 13 mayam atau takaran emas yang berlaku di masyarakat Aceh.

Daftar Rumah Sakit Rujukan Virus Corona Beserta Nomor Kontaknya di Provinsi Aceh

Namun, dirinya baru memberikan dua mayam pada sang gadis pujaan hati.

Padahal pernikahan tersebut akan diselenggarakan pada bulan April tahun ini.

"Waktu pernikahan bulan depan ini."

"Sisi lain, dia (KM) belum memiliki uang untuk menikah. Maka dia merekayasa seakan-akan dirampok. Cerita emas dan uang yang dirampok itu buat emas kawin," kata Dwi Arys Purwoko.

Kepergok Mesum di Hotel, Kepala dan Wakil Kepala Sekolah di Aceh Dicambuk 

KM pun sudah mengakui seluruh cerita rekayasa itu.

Pria ini juga mengaku sengaja masuk ke bawah jembatan dan bergulingan di lumpur serta mengikat dirinya sendiri.

"KM sudah mengakui semua ceritanya itu bohong. Semata-mata agar tak jadi menikah atau ditunda pernikahannya," pungkas AKP Dwi.

Sebelumnya diberitakan KM mengaku dirampok dan ditemukan warga dibawah jembatan.

Dirinya juga sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan karena kondisinya lemah.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Pria Diikat di Jembatan Ternyata Rekayasa, Seolah-olah Dirampok Agar Batal Nikah"

Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Atri Wahyu Mukti
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved