Breaking News:

Virus Corona

Jokowi Peringatkan Warga 'Nakal' di Tengah Corona: Jangan sampai Dilihat sebagai Kesempatan Liburan

Meski warga telah diimbau agar tetap produktif beraktivitas di rumah, masih ditemukan banyak warga yang memanfaatkan kesempatan untuk liburan

Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
youtube sekretariat presiden
Presiden RI Joko Widodo Rapat Terbatas, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesannya kepada masyarakat Indonesia terkait wabah Virus Corona (Covid-19).

Jokowi memperingatkan agar imbauan social distancing atau pemisahan jarak sosial, ditanggapi dengan serius.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Jokowi, lantaran ia masih banyak menemukan laporan soal warganya yang memanfaatkan imbauan beraktivitas di rumah, untuk waktu liburan.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Kawasan Taman Komodo TMII, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan untuk antisipasi dan pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19 di Kawasan itu. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) *** Local Caption *** Semprot Disinfektan Kawasan TMII
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Kawasan Taman Komodo TMII, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020). Penyemprotan tersebut dilakukan untuk antisipasi dan pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19 di Kawasan itu. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) *** Local Caption *** Semprot Disinfektan Kawasan TMII (Wartakota/Angga Bhagya Nugraha)

 

Liburkan Sekolah selama 2 Minggu karena Corona, Jokowi: Siswa Belajar dari Rumah, Jangan ke Warnet

Dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (19/3/2020), awlanya Jokowi menjelaskan bahwa prioritas pemerintah Indonesia saat ini adalah menekan penyebaran Covid-19.

"Prioritas kita adalah mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi," katanya.

Cara penekanan di antaranya adalah dengan mengurangi mobilitas masyarakat Indonesia melalui kampanye social distancing.

"Kita terus menggencarkan, sosialisasi untuk menjaga jarak, social distancing, dan mengurangi kerumunanan yang membawa risiko penyebaran Covid-19," jelas Jokowi.

Pada Rapat Terbatas yang diadakan di Istana, Kamis (19/3/2020), Jokowi juga meminta kepada para menteri dan kepala lembaga, untuk terus menyerukan social distancing.

"Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah betul-betul harus kita sampaikan terus, sehingga betul-betul bisa dijalankan secara efektif di lapangan," kata Jokowi.

Jokowi menyadari tidak seluruh masyarakat Indonesia mampu bekerja di rumah.

Bagi warga yang harus bekerja seperti biasa, Jokowi berpesan agar selalu menjaga jarak untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Kemudian Jokowi menyampaikan peringatannya terhadap masyarakat Indonesia yang justru ambil kesempatan dalam imbauan aktivitas di rumah.

"Jangan sampai kebijakan ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk liburan, saya lihat Sabtu Minggu kemarin di Pantai Carita, di puncak, lebih ramai dari biasanya, sehingga hal ini akan memunculkan sebuah keramaian yang berisiko memperluas penyebaran Covid-19," tegas Jokowi.

Ayah Gibran Rakabuming Raka itu juga meminta agar penerapan social distancing dilakukan terhadap sarana transportasi umum.

"Saya juga minta diterapkan secara ketat menjaga jarak, social distancing, di area-area publik, termasuk di dalam transportasi publik, seperti di bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, stasiun bus, untuk mencegah penyebaran Covid-19," lanjutnya.

Demi meningkatkan efektivitas penekanan wabah Covid-19, Jokowi meminta Tim Gugus Tugas Covid-19 merangkul tokoh-tokoh agama untuk memastikan segala kegiatan keagamaan yang melibatkan massa dalam jumlah besar agar ditunda.

Sebab konsentrasi massa dalam jumlah besar akan meningkatkan potensi penyebaran Covid-19.

Achmad Yurianto Sebut Banyak Pasien Corona Meninggal Derita Penyakit Bawaan: Diabetes, Hipertensi

Hingga Kamis (19/3/2020), total 25 pasien positif Covid-19 telah meninggal dunia.

Sementara itu jumlah pasien sembuh berjumlah 15 orang.

Demikian disampaikan Yuri dalam konferensi pers Kamis (19/3/2020).

Berikut total sebaran 309 pasien positif Corona di Indonesia.

1. Bali tidak ada penambahan kasus, akumulatif 1 orang.

2. Banten 27 orang.

3. DI Yogyakarta 5 orang.

4. DKI Jakarta 210 orang.

5. Jawa Barat 26 orang.

6. Jawa Tengah 12 orang.

7. Jawa Timur 9 orang.

8. Kalimantan Barat 2 orang.

9. Kalimantan Timur 3 orang.

10. Kepulauan Riau 3 orang

11. Sulawesi Utara 1 orang.

12. Sumatra Utara 2 orang.

13. Sulawesi Tenggara 3 orang.

14. Sulawesi Selatan 2 orang.

15. Lampung 1 orang.

16. Riau 2 orang.

Lihat videonya di bawah ini mulai menit awal:

Anies Baswedan: Mau Membela Negara, Tinggal di Rumah

Menyusul semakin naiknya angka kasus positif Virus Corona (COVID-19) di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya mematuhi seruan pemerintah untuk melakukan social distancing.

Bentuk social distancing termasuk melakukan aktivitas, mulai dari bekerja hingga beribadah di rumah.

Anies meminta warga ibu kota menganggap serius masalah wabah COVID-19.

Dikutip dari YouTube tvOneNews, Selasa (17/3/2020), awalnya Anies menjelaskan sekilas perjuangan yang pernah dilalui oleh negara Indonesia, yakni pertempuran masyarakatnya melawan penjajah.

"Dulu Indonesia sering mengalami masalah, kita pernah menghadapi peperangan," kata Anies.

"Kita pernah berhadapan dengan kekuatan asing yang ingin menjajah Indonesia, lalu kita semua dipanggil untuk bergerak, dipanggil untuk membela negara," sambungnya.

Anies mengibaratkan kondisi Indonesia saat ini serupa dengan masa-masa tersebut.

Ia ingin agar masyarakt Indonesia bisa bersatu melawan musuh saat ini, yakni wabah COVID-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Selasa (17/3/2020)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Selasa (17/3/2020) (youtube tvOneNews)

 SBY Buka Suara soal Corona, Sindir Sifat Santai Pemerintah: Mungkin Awalnya Terlalu Percaya Diri

 Apabila pada masa lalu untuk membela negara, masyarakat Indonesia harus berperang, maka saat ini Anies meminta warganya untuk patuh berkegiatan di rumah, sebagai bentuk bela negara.

"Hari ini kalau mau membela negara, membela bangsa, tinggal di rumah, jangan pergi, bertahan di rumah, jangan pergi, itu cara kita membela bangsa kita," paparnya.

"Kita harus menyadari ini sebagai sesuatu yang extraordinary (luar biasa)."

Anies menegaskan masalah COVID-19 bukan lah isu sepele.

"Saya sampaikan ini karena kami menyaksikan dari dekat, bahwa masalahnya tidak sederhana," jelasnya.

"Kita melihat di lapangan, day to day (dari hari ke hari -red) mengikuti hari ini, kami sangat concern (peduli)."

Anies mengakui dirinya juga telah berbicara dengan sejumlah pengusaha terkait penerapan kerja di rumah demi penanganan COVID-19.

Ia mengatakan para pengusaha setuju bahwa keselamatan harus menjadi prioritas.

Para pengusaha dan Anies sepakat bahwa seiring membaiknya kesehatan masyarakat, maka kondisi perekonomian juga akan semakin meningkat.

"Saya minta kepada dunia usaha, mari nomor satukan keselamatan bangsa, nomor satukan keselamatan manusia," tegas Anies.

(TribunWow.com/Anung)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Virus CoronaJokowiJoko WidodoCovid-19Anies Baswedan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved