Virus Corona
Dua Balita Terinfeksi Virus Corona Hasil dari Tracking, Orangtua Sakit dan Ikut Tertular
Pemerintah mengumumkan 35 kasus baru, sehingga pasien positif terpapat virus menjadi 69 orang, Sabtu (14/3/2020) pukul 11.00 WIB.
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Penularan Virus Corona semakin meluas setiap harinya.
Pemerintah mengumumkan 27 kasus baru, sehingga pasien positif terpapar virus menjadi 96 orang, Sabtu (14/3/2020).
Dari keseluruhan pasien, ada dua yang diketahui masih berusia di bawah lima tahun.
Sementara delapan pasien telah dinyatakan sembuh.
• Kota Solo KLB Corona, Siswa SD dan SMP Diliburkan 14 Hari, SMA Masih Masuk
Terkait hal tersebut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah Corona sebagai pandemi, menyebar ke 128 negara.
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto menyebut, terdapat dua orang balita yang terinfeksi positif Virus Corona (Covid-19).
"Kasus 49, laki-laki, usia 3 tahun, kondisi sakit ringan-sedang," kata Achmad Yurianto saat jumpa pers di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2020) sore.
Ia lantas menyambung, satu orang balita lagi merupakan pasien kasus nomor 54.
"Kasus 54, Laki-laki, usia 2 tahun, tampak sakit sedang," kata Yuri, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.
Yurianto menduga, kedua pasien balita ini merupakan hasil tracking atau penelusuran dari kasus-kasus sebelumnya.
Ia juga menduga, balita tersebut dari kontak langsung dengan orangtuanya yang positif Covid-19.
"Pasien-pasien yang saya sampaikan bagian dari tracking. Kalau ada yang saya katakan umur 3 tahun, 2 tahun itu memang dia adalah bagian dari tracking. Orang tua yang sakit, anaknya yang kena," jelasnya.
• Corona (COVID-19) Hantam Ekonomi Dunia, Jokowi: Kita Tidak Bisa Melawan Kepanikan Global
Namun Yurianto tidak menjelaskan secara mendetail, apakah orang tua kedua bayi itu masuk dalam pasien yang telah ditangani pihak medis.
Update terbaru seperti diberitakan oleh Kompas.com, Achmad Yurianto mengatakan bahwa kasus positif Covid-19 di Indonesia per Sabtu (14/3/2020) siang sudah mencapai 96 kasus.
Jumlah itu merupakan total setelah bertambah 27 dari sehari sebelumnya atau Jumat (13/3/2020).
"Ini didapatkan dari tracing yang kita kerjakan secara masif," kata Yuri di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu dikutip dari Kompas.com.
"Indikasinya tidak ada keluhan fisik dan dua kali pemeriksaan virus dinyatakan negatif," ujar Yuri.
Menurut Yuri, virus ini bisa disembuhkan karena peningkatan imun tubuh.
Dia menegaskan, pasien yang meninggal karena ada faktor penyakit pendahulu.
Hingga kini jumlah pasien yang meninggal sebanyak lima orang.
• Jokowi Jujur Akui Ingin Buka Data Pasien Positif Corona (COVID-19): Tetapi Kita Juga Berhitung
Warga Solo Positif Corona
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengumumkan seorang pasien positif Virus Corona (Covid-19) yang meninggal di RSUD dr Moewardi, Solo, pada Rabu (11/3/2020) lalu adalah positif terpapar Virus Corona.
"Saya sudah komunikasi dengan menteri, dengan Jakarta termasuk dengan Jubir Covid sendiri. Nanti detailnya saya umumkan agar publik juga tahu," katanya saat ditemui di Swissbellin Hotel, Solo.
Lelaki 59 tahun, pasien yang meninggal saat dirawat intensf di ruang isolasi suspect Virus Corona RSUD dr Moewardi Solo dinyatakan positif Covid-19.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto, saat dikonfirmasi mengenai hasil pemeriksaan pasien meninggal di RSUD dr Moewardi Solo tersebut menyebutkan, hasil pemeriksaan yang bersangkutan menunjukkan positif Covid-19.
"Iya, terakhir kita ketahui bahwa hasilnya positif Covid-19)," kata Yuri, menjawab pertanyaan apakah benar pasien tersebut positif Covid-19, ketika dihubungi Jumat.
Walau penyebaran virus corona meluas, dan telah merenggut empat jiwa, pemerintah tidak berniat menutup akses kota-kota di Indonesia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan belum akan menutup akses masuk dan keluar (lock down) ke Indonesia, seperti yang dilakukan sejumlah negara China, Italia dan Denmark.
• Laga Timnas Ditunda karena Virus Corona, Persib Punya Rencana Cadangan, Ini Kata Robert Alberts
"Belum berpikir ke arah sana (lock down)," kata Presiden di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Jumat.
Hal pasti, menurut presiden, pemerintah melakukan upaya maksimal dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona.
Alat pemindai suhu dipasang pintu masuk Indonesia, serta lebih dari seratus rumah sakit disiapkan sebagai rujukan penanganan corona.
"Sejak awal, task force sudah ada. Saya komandani sendiri. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoordinatori mengenai tim reaksi cepat sehingga saya beri contoh saat evakuasi di Wuhan hanya dalam 2 hari kita putuskan dan langsung bisa disiapkan tempatnya oleh TNI di Natuna, oleh BNPN saya kira kecepatan itu yang ingin saya sampaikan," katanya.
Presiden mengapresiasi kepala daerah yang terus memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran virus corona.
Kerja sama antar-instansi dan lembaga sangat penting dalam menangani virus corona yang sudah dinyatakan pandemi tersebut.
"Saya ingin memberikan apresiasi terhadap daerah-daerah yang mampu memberikan penjelasan yang baik edukasi ke masyarakat seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat," ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
• Sapaan Mikel Arteta di Twitter setelah Dinyatakan Positif Corona: Sudah Merasa Lebih Baik
Menurutnya pemerintah belum mempertimbangkan opsi isolasi atau lockdown untuk beberapa daerah di Indonesia seiring dengan meningkatnya penyebaran virus Corona.
"Saya kira belum ke sana (opsi lockdown) kita. Pemerintah belum menganggap perlu," kata Ma'ruf di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
Menurut Ma'ruf, pemerintah tak ingin mengeluarkan kebijakan yang menimbulkan kepanikan di masyarakat.

"Nanti dampaknya macam-macam. Artinya kita tak ingin membuat sesuatu yang menimbulkan kepanikan, tapi penanganannya intensif," lanjutnya.
Saat ini, fokus penanganan virus corona atau Covid-19 adalah pemeriksaan bagi siapa pun yang merasakan gejalanya.
"Kita terus anjurkan supaya mereka memeriksakan diri jima merasakan ada gejala. Oemerintah menyediakan fasilitasnya di berbagai daerah yang sesuai dengan standar WHO. Kita anjurkan ke Pemda supaya orang yang merasa ada gejala segera periksa ke rumah sakit," katanya. (Tribun Network/fik/yud/den, Tribun Solo, Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Dua Balita yang Terjangkit Corona adalah Hasil Tracking dari Kasus-kasus Sebelumnya" dan di TribunnewsWiki.com dengan judul "Bertambah 27, Total Kasus Virus Corona di Indonesia Jadi 96 Kasus, Ini Daftar Daerah Sebarannya"