Breaking News:

Virus Corona

Pasien 25 Virus Corona Meninggal di Bali, Jenazah Dikremasi hingga Pemprov Mengaku Tak Tahu

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengaku tak tahu RSUP Sanglah Denpasar merawat pasien 25 Virus Corona.

Editor: Lailatun Niqmah
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra bersama Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya dalam jumpa pers, Rabu (11/3/2020). 1 Pasien Virus Corona Meninggal di RSUP Sanglah, Jenazah Dikremasi di Pemakaman Mumbul 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra memberikan penjelasan dalam jumpa pers pada, Rabu (11/3/2020), terkait pasien positif Virus Corona Covid-19 yang meninggal dunia di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

"Pasien tersebut meninggal pukul 04.25 Wita di Ruangan Nusa Indah."

"Diketahui pasien tersebut berjenis kelamin wanita dan usianya 53 tahun. Pasien tersebut merupakan warga negara asing," ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra.

BREAKING NEWS - Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah 7 Orang Jadi 34 Jiwa, 2 Sembuh

Jenazah pasien, kata Made Indra, dikremasi di Pemakaman Mumbul, Badung, Bali, tadi siang pukul 12.30 Wita.

"Kebetulan suaminya berada di Bali, dari hasil komunikasi itu, disepakati pasien yang meninggal ini dikremasi di Pemakaman Mumbul, Badung, tadi siang pukul 12.30 Wita," tambahnya.

Dijelaskan, pasien tersebut sudah berada di Bali sejak tanggal 3 Maret 2020 dan masuk RSUP Sanglah tanggal 9 Maret 2020.

Sementara itu, menurut juru bicara pemerintah khusus penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, pasien tersebut tiba di Indonesia empat hari lalu.

Pasien sudah dalam kondisi buruk saat tiba di Indonesia, sehingga langsung dirawat di rumah sakit.

Dikatakan Made Indra, pasien merupakan rujukan salah satu rumah sakit swasta di Bali.

Setelah masuk RSUP Sanglah, kemudian dilakukan tindakan sesuai prosedur yang sangat ketat.

Polisi Imbau Warga Waspada Perampok yang Nyamar Jadi Petugas Penyemprotan Disinfektan Virus Corona

Made Indra juga menambahkan, pasien ini didiagnosa menderita beberapa penyakit, seperti diabetes militus atau gula, darah tinggi, hipertiroid dan penyakit paru.

Karena pasien mengalami gejala Virus Corona Covid-19, maka dinyatakan dalam pengawasan Virus Corona Covid-19.

Saat ini Pemerintah Provinsi Bali sudah melakukan komunikasi dengan keluarga pasien tersebut.

"Dikarenakan pasien ini berada dalam pengawasan, maka penanganan jenazahnya dilakukan sesuai dengan protap penanganan jenazah untuk orang yang terinfeksi penyakit menular," imbuhnya.

Pemprov Tunggu Hasil Lab

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengaku tak tahu RSUP Sanglah Denpasar merawat pasien 25 Virus Corona.

Pasien yang meninggal itu dalam status pengawasan di ruang isolasi RSUP Sanglah Denpasar, Bali.

Made Indra pun menjelaskan secara rinci kronologi masuknya pasien tersebut.

Menurutnya, warga negara asing (WNA) berusia 53 tahun itu masuk ke RSUP Sanglah Denpasar pada Senin (9/3/2020).

Perempuan itu mengeluhkan gejala Corona.

WNA itu diperiksa tim RSUP Sanglah Denpasar sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Saat menjalani observasi di ruangan isolasi, tim medis menyebut pasien itu menderita diabetes, hipertensi, hiperteroid, dan penyakit paru obstruksi menahun.

Tim RSUP Sanglah juga mengambil sampel dari pasien itu.

Sampel lalu dikirimkan ke Litbangkes RI. Hingga kemarin, RSUP Sanglah belum menerima hasil laboratorium itu.

"Khusus yang meninggal ini kami belum tahu hasil labnya," kata Made Indra dalam konferensi pers di Denpasar, Rabu (11/3/2020).

Pasien itu meninggal sekitar pukul 02.45 WITA.

Made Indra pun menghubungi Kementerian Kesehatan untuk menginformasikan hal itu.

Kementerian Kesehatan pun menjelaskan, pasien yang meninggal di RSUP Sanglah itu merupakan pasien nomor 25 yang positif Covid-19.

Fakta Pasien Pertama Virus Corona yang Meninggal di Indonesia, Covid-19 Bukan Penyebab Utama

"Karena ini meninggal kami tadi kontak ke Jakarta, Kemenkes dan Dirjen P2P jubir pemerintah Pak Achmad Yurianto."

"Ternyata tadi kami mendapat penjelasan bahwa pasien ini masuk dalam penjelasan kemarin, yaitu kasus nomor 25 yang postif Covid-19, kasus 25," jelas Made Indra.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona Ahmad Yurianto mengatakan, pasien 25 Virus Corona meninggal tadi malam.

Yuri menyebut pasien itu tiba di Indonesia dalam keadaan sakit pada empat hari lalu.

Pasien 25, kata Yuri, telah menderita penyakit diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun, sebelum menderita Covid-19.

Menurut Yuri, Virus Corona memperburuk daya tubuh pasien 25 sehingga meninggal.

"Jadi bukan karena Corona virus sebagai penyebab utama, tapi itu (penyakit penyerta) yang memperburuk kondisinya," jelas Yuri.

(TribunBali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari/Kompas.com/Imam Rosidin)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul 1 Pasien Virus Corona Meninggal di RSUP Sanglah, Jenazah Dikremasi di Pemakaman Mumbul, dan di Kompas.com dengan judul "Pasien 25 Virus Corona Meninggal di Bali, Pemprov Belum Terima Hasil Lab"

Tags:
Virus CoronaBaliRSUP SanglahPositif Virus Corona di Indonesia
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved