Virus Corona
Sandiaga Uno Sebut Punya Solusi untuk Tangani Isu Ekonomi Indonesia di Tengah Virus Corona
Sandiaga Uno menjelaskan dirinya miliki terobosan berbeda dalam penanganan masalah ekonomi di Indonesia yang terdampak wabah Virus Corona
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Wabah Virus Corona yang kini telah menjangkit Indonesia tidak hanya berdampak pada keamanan kesehatan negara saja.
Wabah asal Wuhan, Hubei, China itu dipastikan akan berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi di Indonesia.
Menanggapi isu tersebut, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan dirinya memiliki solusinya tersendiri.

• Tambah 2 Orang, Total 6 Orang Terinfeksi Virus Corona di Indonesia
Dikutip dari acara Hot Indonesia tvOne Sabtu (7/3/2020), Sandiaga Uno mengatakan solusinya adalah mengurus perekonomian di masyarakat tingkat menengah.
"Saya akan menyelesaikan dengan cara yang berbeda, karena bidang yang terkena dampak terbesar adalah masyarakat dengan pendapatan menengah," ujarnya.
Ia mengatakan permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan memberikan masyarakat di kelas menengah insentif agar dapat terus berbelanja di tengah situasi ekonomi yang terganggu.
"Maka Anda harus berikan insentif tambahan agar mereka dapat terus berbelanja," katanya.
Pria yang juga merupakan mantan calon Wakil Presiden Indonesia itu juga mengatakan bahwa pihak perbankan harus bisa memberikan kelonggaran bagi perusahaan yang gagal membayar bunga di tengah wabah Virus Corona ini.
"Anda harus memperbaiki sistem perbankan, untuk memberikan kelonggaran, karena dapat dipastikan beberapa perusahaan tidak akan mampu memenuhi pembayaran bunga utang," papar Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno mengatakan Indonesia bukan sekali ini dihadapkan dalam kasus menghadapi sebuah wabah.
Ia bercerita Indonesia juga memilliki pengalaman menghadapi MERS dan SARS.
Keadaan Indonesia saat ini diibaratkan oleh Sandiaga Uno layaknya kurva J.
Pertama ia akan turun, lalu ketika berada di posisi paling bawah, keadaan akan mulai normal, dan nantinya pulih dengan cepat.
"Pemulihannya sangat cepat," kata Sandiaga Uno.
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-7.20:
Kebijakan Influencer untuk Stimulus Ekonomi Sarat Kritik
Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menanggapi soal rencana pemerintah yang ingin ingin membayar influencer sebanyak Rp 72 miliar untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya pariwisata.
Bhima menilai di tengah situasi Indonesia yang sedang terserang Virus Corona (Covid-19) alokasi dana untuk influencer adalah hal yang tidak bijak.
Ia bahkan menyindir bahwa tidak akan ada wisatawan asing yang berani berkunjung ke Indonesia di tengah serangan Virus Corona.
Dikutip dari video YouTube Najwa Shihab, Rabu (4/3/2020), Bhima menduga kebijakan tersebut muncul karena adanya kebingungan pemerintah.
"Kami melihatnya ada kebingungan, misalnya kemarin menggelontorkan Rp 72 miliar," katanya.
"Tadinya mau digelontorkan dana Rp 72 miliar untuk influencer, untuk menarik wisatawan."
"Ini kan langkah yang tidak bijak."
"Kemudian baru beberapa hari ditarik lagi, ditunda dulu sementara," sambung Bhima.

• Pertanyaan Najwa Shihab soal Virus Corona Buat Narasumber Tertawa: Hoaksnya Aneh-aneh
Bhima menyayangkan mengapa Indonesia tidak mencontoh langkah pemeritah Singapura dalam menangani Virus Corona.
Ia menyoroti program pemerintah Singapura yang membagikan masker-masker secara gratis kepada penduduknya.
"Jadi anggaran negara itu bukan digunakan untuk influencer," kata Bhima.
Bhima lalu menyindir dengan digelontorkannya dana sebesar itu, belum tentu ada wisatawan asing yang mau berkunjung.
Ia juga menambahkan apabila wisatawan asing itu terkena Virus Corona di Indonesia, maka pemerintah justru merugi karena harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk pengobatan mereka.
"Ini cukup aneh, wisatawan asing mana yang mau datang di tengah wabah Corona," ujar Bhima.
"Tiketnya murah diberikan diskon, tapi ketika sampai di tempat yang suspect Corona-nya besar itu justru kemudian tertular, dan biaya kesehatannya lebih besar."
Bhima menilai kebijakan tersebut tidak masuk akal.
"Jadi ini perilaku yang irasional, kebijakan irasional, menciptakan perilaku irasional," tegasnya.
"Rp 72 miliar itu bisa dapat berapa dus masker gratis," kata Bhima.
Selain menyindir soal masalah influencer, Bhima juga meminta agar pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap harga-harga sembako.
• Moeldoko Sebut Indonesia Siap Atasi Virus Corona, Najwa Shihab: Jubir Saja Baru Ditentukan Kemarin
Klarifikasi Wishnutama soal Influencer
Sebelumnya diberitakan pemerintah merencanakan sebuah prgoram untuk menggenjot sektor pariwisata di tengah adanya Virus Corona.
Keputusan tersebut diambil saat rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

• Nihayatul Wafiroh Curiga Bali Banyak Virus Corona: Daerah-daerah Border Tidak Bersih-bersih Amat
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (27/3/2020), program tersebut memerlukan dana sebesar Rp 298,5 miliar.
"Insentif untuk wisatawan mancanegara ini pemerintah memberikan alokasi tambahan sebesar Rp 298,5 miliar," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Alokasi influencer sebesar Rp 72 miliar merupakan bagian dari program tersebut.
"Kemudian ada untuk anggaran promosi Rp 103 miliar dan juga untuk kegiatan turisme sebesar Rp 25 miliar dan (media relation) dan influencer sebanyak Rp 72 miliar," ucap Airlangga.
Menanggapi ramainya publik akibat alokasi dana influencer, Metneri Pariwisata Wishnutama menyebut dana sebesar Rp 72 miliar tidak hanya diperuntukkan untuk influencer.
"Ini yang Rp 72 miliar itu bukan untuk influencer saja, ada banyak komponen promosi," kata Wishnutama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
"Jadi Rp 72 Miliar itu untuk promosi, fame trip, untuk pengenalan destinasi wisata. Salah satunya influencer," sambungnya.
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-5.50:
(TribunWow.com/Anung)