Virus Corona
Sayangkan Identitas Dua WNI Positif Corona Beredar di Medsos, Nabil Haroen: Kayak Teroris Gitu
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP, Muhammad Nabil Haroen menyayangkan beredarnya identitas dua WNI yang positif terkena Virus Corona.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP, Muhammad Nabil Haroen menyayangkan beredarnya identitas dua WNI yang positif terkena Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, Nabil Haroen menyebut identintas korban tak perlu disebarluaskan.
Hal ini menurutnya berkaitan dengan privasi korban Virus Corona asal Depok, Jawa Barat itu.
Melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Senin (2/3/2020), Nabil Haroen mulanya mengomentari soal wacana pemberian insentif bagi para influencer.
• Merasa Kasihan, KSP Imbau Identitas Dua WNI Positif Corona Dirahasiakan: Sulit tapi Harus Dihadapi
• Indonesia Positif Virus Corona, Jokowi Jamin Tak Ada Larangan Berkegiatan: Aktivitas seperti Biasa
Pemberian insentif tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan sektor pariwisata setelah Virus Corona melanda Indonesia.
"Kalau kemudian kemarin presiden mengatakan akan menggunakan influencer untuk menarik wisatawan ke Indonesia," kata Nabil Haroen.
Menurut dia, penggunaaan influencer itu juga bisa dilakukan untuk hal lain.
Satu di antaranya untuk mengedukasi masyarakat untuk menjaga privasi dua WNI positif terkena Virus Corona.
"Sekarang gunakan influencer juga dong, banyak influencer dalam negeri yang bisa membantu pemerintah mengedukasi ini pada masyarakat," jelas Nabil Haroen.
"Kemudian ini kan juga beredar broadcast di hanphone itu ada nama pasien dua orang itu, tinggalnya di mana dan lain sebagainya."
Menurutnya, identitas kedua WNI itu tak selayaknya disebarkan di media sosial.
Hal itu berhubungan dengan privasi pasien.
• Cara 6 Selebriti Tanah Air Cegah Virus Corona: Habiskan Rp 2 Juta untuk Masker hingga Tolak Salaman
"Ini seharusnya tidak terjadi karena ini kan rahasia pasien, itu yang pertama," kata Nabil Haroen.
"Dan kemudian masyarakat langsung gagap, seakan-akan kayak teroris gitu loh."
Lebih lanjut, Nabil Haroen mengimbau publik untuk mendoakan kesembuhan kedua pasien itu.
Terkait infomasi yang beredar di media sosial, Nabil Haroen menyebut tindakan tersebut hanya akan menimbulkan ketakutan masyarakat.
"Padahal dua orang ini harus didukung bersama, harus kita bantu dengan doa agar cepat sembuh," kata dia.
"Ini juga harus diluruskan, jangan sampai kemudian broadcast-broadcast yang justru menambah ketakutan masyarakat."
Lantas, Nabil Haroen mengungkap kesiapan sejumlah rumah sakit dalam menangani pasien positif Virus Corona.
"Sejauh yang saya tahu, persiapannya cukup baik," tegasnya.
"Memang, kalau belum ada yang betul-betul positif kita enggak bisa menduga-duga."
Simak video berikut ini menit ke-3.18:
Kerugian Akibat Virus Corona
Pimpinan Redaksi tvOne, Karni Ilyas menyoroti banyaknya kerugian yang dialami Indonesia akibat merebaknya wabah Virus Corona.
Sebelumnya, dua warga asal Depok, Jawa Barat, dinyatakan positif terjangkit Virus Corona dan langsung mendapat perawatan khusus di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.
Dilansir TribunWow.com, terkait hal itu, Karni Ilyas pun turut menyinggung kondisi ekonomi Indonesia yang terus menurun seiring dengan merebaknya Virus Corona.
Hal itu disampaikan Karni Ilyas melalui tayangan YouTube tvOneNews, Senin (2/3/2020).
"Apa sih akibat ekonomi di Indonesia, bukan hanya sahamnya yang jeblok lebih dari 5 persen," kata Karni Ilyas.
"Dan juga mata uang rupiah juga jatuh, dolar jadi melambung."
• Sekelompok Peneliti di Pasuruan Klaim Bisa Ciptakan Ramuan Anti Virus Corona, Ini Kata Dinkes Jatim
Karni Ilyas mengungkapkan, sejumlah pabrik bahkan membatasi produksi karena kekurangan bahan baku.
Hal itu disebabkan karena mayoritas bahan baku diimpor dari China.
"Ada teman saya pabrik semikonduktor itu mengurangi produksinya 30 persen," ujar Karni Ilyas.
"Karena barang bakunya tidak datang yang dari China."
Tak hanya itu, Karni Ilyas pun turut menyinggung soal jumlah ketersediaan masker yang semakin menipis seiring Virus Corona menjangkit dua warga Depok.
"Makanya orang ribut soal masker, saya bilang itu kecil," jelas Karni Ilyas.
"Tapi masalahnya mau enggak mau pasti naik karena bahan baku masker itu semua dari China."
Semenjak wabah Virus Corona menjangkit, China disebutnya tak lagi memproduksi bahan baku untuk dikirim ke berbagai negara.
"Nah sekarang China enggak ngirim itu lagi," ucap Karni Ilyas.
"Ya sementara permintaan banyak, naik, penawaran terbatas. Bukan terbatas, malah bisa berhenti."
"Jadi bukan hanya terbatas, tapi barangnya juga enggak ada," sambungnya.
• Dua Warga Depok Positif Virus Corona, Ini 2 Cara Penularan Utama Covid-19 Menurut Menkes Singapura
Lebih lanjut, Karni Ilyas menyebut wabah Virus Corona juga menurunkan sektor pariwisata di Indonesia.
Terkait hal itu, Karni Ilyas menyebut sejumlah kerugian yang dialami pariwisata di Pulau Bali.
"Pariwisata, gimana mau naikin orang kamar-kamar di Bali aja sekarang udah di-cancel puluhan ribu," ujar Karni Ilyas.
"Belum penerbangan, belum restoran."
Tak hanya itu, Karni Ilyas memprediksi bisnis umrah ke Arab Saudi akan bangkrut jika Virus Corona tak cepat ditangani.
"Maka bisnis travel untuk umrah pun saya kira bisa bangkrut kalau terus begini," jelasnya.
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/muhammad-nabil-haroen-dalam-channel-youtube-talk-show-tvone-senin-232020.jpg)