Breaking News:

Banjir di Jakarta

Puji Penebangan Pohon di Monas, Geisz Chalifah Malah Ditertawakan Ferdinand Hutahaean: Logika Mana?

Aktivis Sosial Geisz Chalifah memuji penebangan pohon di sekitar Monas yang dilakukan di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube Talk Show tvOne
Aktivis Sosial Geisz Chalifah (kanan) dan Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (kiri) dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (27/2/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Aktivis Sosial Geisz Chalifah memuji penebangan pohon di sekitar Monas yang dilakukan di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dilansir TribunWow.com, Geisz Chalifah menilai apa yang dilakukan Anies Baswedan adalah demi kebaikan Jakarta di kemudian hari.

Namun, ucapan Geisz Chalifah itu justru ditertawakan Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, serta Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Irma Suryani Chaniago.

Melalui tayangan 'DUA SISI' dalam kanal YouTube Talk Show tvOne, Kami (26/2/2020), Geisz Chalifah mulanya menyebut penebangan pohon demi revitalisasi Monas itu dilakukan demi kebaikan warga Jakarta.

Ia mengklaim, wilayah Monas akan kembali ditanami dengan lebih banyak tanaman setelah pohon-pohon ditebangi.

"Pemotongan pohon itu adalah revitalisasi untuk Monas lebih baik," kata Geisz Chalifah.

"Pohon-pohon itu ditanami lebih banyak."

Namun, pernyataannya itu langsung dibantah oleh Ferdinand Hutahaean.

Dengan suara tinggi, Ferdinand Hutahaean menyebut apa yang disampaikan Geisz Chalifah itu tak masuk akal.

"Pohon ditebang lebih baik Monas? Logika mana itu?," sahut Ferdinand Hutahaean.

Pernyataan Ferdinand Hutahaean itu pun memancing perdebatan di antara keduanya.

"Lah, Anda lihat udah selesai belum?," jawab Geisz Chalifah balik bertanya.

Menurut Ferdinand Hutahaean, penebangan pohon di kawasan Monas itu justru merusak lingkungan.

Terkait hal itu, Ferdinand Hutahaean menganggap apa yang disampaikan Geisz Chalifah itu berlawanan dengan fakta.

"Pohon ditebang itu adalah logika yang salah kalau bilang itu akan lebih baik, itu merusak lingkungan," terang Ferdinand Hutahaean.

"Karena Anda tadi bilang gubernur-gubernur yang lalu itu merusak Jakarta."

Aktivis Sosial Geisz Chalifah (kanan), dan Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahean, dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (27/2/2020).
Aktivis Sosial Geisz Chalifah (kanan), dan Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahean, dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (27/2/2020). (YouTube Talk Show tvOne)

Merasa Politisi Partai Demokrat itu tersulut emosi, Geisz Chalifah pun mencoba menenangkan.

"Kita mau diskusi apa marah-marah ini? Tenang dulu sih," terang Geisz Chalifah.

Melanjutkan perdebatan, Ferdinand Hutahaean pun menanyakan pendapat Geisz Chalifah soal penebangan pohon di Monas.

Namun, Geisz Chalifah justru memuji kebijakan Anies Baswedan itu.

"Makanya saya tanya pendapatmu tentang Anies menebang pohon di Monas," kata Ferdinand Hutahaean.

"Oh bagus sekali," jawab Geisz Chalifah.

Mendengar pernyataan Geisz Chalifah, Ferdinand Hutahaean justru tertawa lebar.

"Secara konsep dan yang akan dilakukan yang sekarang itu ada sekian puluh persen penghijauan yang ada," sambung Geisz Chalifah.

Lebih lanjut, Geisz Chalifah menyebut revitalisasi akan membuat kawasan Monas lebih hijau meski banyak pohon yang ditebangi.

"Yang nanti jadinya itu di atas yang ada sekarang, itu akan dilakukan dan memang sudah diputuskan semacam itu," terang Geisz Chalifah.

"Bahwa Monas itu jauh lebih hijau setelah revitalisasi selesai."

Namun, pernyataan Geisz Chalifah itu kembali ditertawakan Ferdinand Hutahaean.

Bahkan, Irma S Chaniago pun turut terbahak mendengar pembelaan Geisz Chalifah.

Simak video berikut ini menit ke-8.10:

Prestasi Anies Baswedan

Pada kesempatan itu, sebelumnya Aktivis Sosial Geisz Chalifah disindir oleh Politisi Nasdem Irma Chaniago Chaniago saat mengungkit soal prestasi dan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Irma mulai meledek Geisz, ketika pembicaraan yang difokuskan terhadap isu banjir, mulai melebar ke isu-isu lain.

Ia menyindir Geisz bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih jauh.

pertama Geisz mencoba menjelaskan bahwa sebagai aktivis sosial, ia juga menulis buku tentang banjir pada tahun 2007.

"Pertama soal aktivis sosial, banjir 2007, saya bukan saja terlibat, saya menulis bukunya, tentang banjir," jelasnya.

 Korban Banjir: Pak Anies, Kami Enggak Butuh yang Pintar Bicara, tapi yang Pintar Tangani Banjir

Kemudian pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Ancol itu membantah Anies tidak konsisten dalam menangani banjir.

Ia menegaskan apa yang dilakukan oleh Anies bertujuan agar masyarakat di Ibu Kota sadar beta pentingnya lingkungan hidup di sekitar.

"Bahwa Anies tidak konsisten, yang sedang dilakukan adalah memberikan kesadaran lingkungan, agar setiap rumah membangun sumur, sebagaimana Pemprov juga melakukannya," papar Geisz.

"Di tengah situasi seperti ini, itu yang sedang dilakukan oleh Anies, jadi bagaimana supaya masyarakat kita beradaptasi dengan air yang sekarang terjadi, maupun yang akan datang," lanjutnya.

Geisz merasa persoalan banjir Jakarta di era Anies justru lebih berat di persoalan politik ketimbang masalah sebenarnya.

"Bukan hanya itu, banyak hal yang sudah dilakukan, tetapi soal banjir ini memang lebih banyak politisasinya, dari pada persoalan banjirnya," katanya.

 Soal Banjir di Parah di Jakarta, Ray Rangkuti: Mereka Hanya Menyelamatkan Formula E

Geisz juga menanggapi terkait perbandingan kinerja antar gubernur.

Ia mengatakan perbandingan justru harus dilakukan untuk mengetahui pada era siapa banjir ditangani dengan baik

Pada era Anies, Geisz yakin bahwa penangan banjir terjadi lebih baik karena adanya data yang mendukung.

"Saya katakan lebih baik, faktanya ada, data statistik," ucap Geisz.

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

Tags:
MonasGeisz ChalifahFerdinand HutahaeanIrma Suryani Chaniago
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved