Banjir di Jakarta
Anies Disebut Tak Bisa Kerja, Rahmat HS: Kita Perlu Pemimpin Saleh, Bukan yang Teriak-teriak
Bamus Betawi membela Anies Baswedan yang disebut Teddy Gusnaidi tak bisa kerja menangani banjir.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak bisa bekerja.
Hal tersebut disampaikan Teddy Gusnaidi saat hadir sebagai narasumber di acara Apa Kabar Indonesia, pada Rabu (26/2/2020).
Teddy Gusnaidi saat itu tengah membahas banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Jakarta, pada Senin (24/2/2020) dan Selasa (25/2/2020).
• Sebut Anies Sesat Logika, Ferdinand Hutahaean Tawarkan Solusi Banjir: Tanpa Itu Jakarta Tenggelam
"Anies bekerja iya, tapi ia tak bisa kerja, maka butuh wakil gubernur untuk mengisi kekosangan itu," ujar Teddy Gusnaidi, dikutip dari YouTube TV One, pada Rabu (27/2/2020).
Mendengar ucapan pedas Teddy Gusnaidi, Wakil Ketua Bamus Betawi Rahmat HS langsung memberikan tanggapan.
Ia mengatakan sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, Anies Baswedan mengurusi banyak hal tak cuma banjir.
"Gubernur Anies itu bukan gubernur banjir tok, yang diurus itu banyak, pendidikan, kesehatan, segala macam," kata Rahmat HS.
"Ini sama aja kayak nuduh orang jempolnya ke sini," imbuhnya.
Rahmat HS mengatakan Banjir di Jakarta juga terjadi di masa kepemimpinan sebelum Anies Baswedan.
"Tahun kemaren sebelum Anies, banjir enggak Bang Yos?" tanya Rahmat HS kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
"Banjir," jawab Sutiyoso.
"Tiga gubernur yang nanganin banjir, Pak Jokowi, Pak Ahok, Pak Djarot, ini satu gubernur," imbuh Rahmat HS.
Rahmat HS menilai jika posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah terisi, maka permasalahan banjir akan segera teratasi.
"Kalau nanti ada wagub baru kelar itu saya pikir," tegas Rahmat HS.
Rahmat HS kemudian memuji cawagub Riza Patria.
"Wagub ini nanti mendampingi Pak Anies, santun, bagus saleh," ucap Rahmat HS.
Ia lantas mengatakan DKI Jakarta membutuhkan pemimpin yang saleh bukannya yang kerap berteriak-teriak.
"Kita perlu pemimpin saleh, bukan yang teriak-teriak enggak karuan," kata Rahmat HS.
"Kedua, Anies ini WTP dua kali, itu ukuran kinerja seseorang," imbuhnya.
Di akhir, Rahmat HS mengucapkan rasa prihatinnya kepada korban banjir.
"Saya menyatakan prihatin dengan korban banjir, tidak usah khawatir Anies akan bekerja dengan maksimal," kata Rahmat HS.
"InsyAllah," imbuhnya.
• VIDEO Detik-detik Warga Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir karena Tak Ada Jembatan
SIMAK VIDEONYA:
Banjir di Hari Libur Berkat Doa Anies
Wakil Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Rahmat HS mengatakan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah DKI Jakarta, pada hari libur, Sabtu (22/2/2020) dan Minggu (23/2/2020) berkat doa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Hal tersebut disampaikan Rahmat HS saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia, pada Minggu (23/2/2020).
Mulanya Rahmat HS mengaku prihati dengan nasib warga DKI Jakarta yang harus mengungsi karena banjir.
"Yang ngungsi saya prihatin, tapi guberur tidak tinggal diam," ucap Rahmat HS dikutip dari YouTube TV One, pada Senin (24/2/2020).
Walau begitu menurut Rahmat HS, cara Anies Baswedan menangani banjir jauh lebih baik dari gubernur sebelumnnya.
"Kalau masalah penangannya masyakat bisa menilai, saya ini masyarakat, ini wakil rakyat," ucap Rahmat HS menunjuk anggota DPRD DKI Jakarta yang duduk di sebelahnya.
"Kita sepakat berdua kinerja Anies masalah penanganan banjir jauh lebih baik," imbuhnya.
Meski sudah baik dalam menangani banjir menurutnya, Anies Baswedan dinilai tetap harus memperlebar drainase di Jakarta.
Tak cuma itu ia juga menyarankan Anies Baswedan membeli pompa yang lebih modern untuk menyedot genangan air di jalan.
"Tapi yang paling penting, pak Anies drainase harus diperlebar," kata Rahmat HS.
"Pompa air beli yang paling modern," imbuhnya.
Rahmat HS menambahkan, menurutnya Anggota DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta seharusnya saling bekerja sama.
Ia meminta DPRD DKI Jakarta untuk tak sentimen terhadap kinerja Anies Baswedan, yang disebutnya sebagai calon pemimpin Indonesia.
"Anggota dewan sama pemerintah daerah nih dalam undang-undang sama pemerintah daerah, harus kerjasama," ucap Rahmat HS.
"Jangan saling menyikut, jangan sentimen sama kerjaan Anies, karena Anies calon pemimpin Indonesia, jangan,"
"Lepas atribut itu," imbuhnya.
Rahmat HS kemudian meminta warga DKI Jakarta untuk bersyukur, pasalnya banjir terjadi saat hari libur.
Ia menilai kalau bukan karena doa Anies Baswedan, banjir bisa saja terjadi pada hari kerja.
"Yang ketiga kita harus bersykur, banjir besar kita ini selalu hari libur," ucap Rahmat HS.
"Kalau bukan Anies gubernur saleh doanya ini terjadi Senin, Selasa, Rabu," imbuhnya.
Rahmat HS lantas membeberkan kelebihan apabila banjir terjadi di hari libur.
"Kalau hari libur tidak menganggu kerja, pelayanan masyakat tidak diganggu, devisa Jakarta hari libur biasa ke Puncak di rumah," ucap Rahmat HS.
"Ada hikmahnya, hikmahnya yang kita ambil,"
"Setelah bulan Maret, setelah hujan kecil, badai itu akan berlalu Haikal,"
"Dan kita merasakan Jakarta sebagai Megapolitan, dengan penyelenggaran Formula E yang luar biasa," imbuhnya.
• Tanggapi Sekda DKI soal Banjir, Gembong Warsono: Rumah Dia Harus Kebanjiran Dulu, Baru Merasakan
SIMAK VIDEONYA:
(TribunJakarta/Rr Dewi Kartika H)
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Teddy PKPI Sebut Anies Tak Bisa Kerja, Bamus Betawi: Perlu Pemimpin Saleh, Bukan yang Teriak-Teriak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/anies-baswedan-di-toko-tani-indonesia-center.jpg)