Banjir di Jakarta
Ungkit Era Jokowi, Pengamat Sebut Banjir DKI Jadi PR Anies Baswedan, untuk Maju di Pilpres 2024?
Nirwono Joga menyatakan banjir Jakarta bisa mengancam jalan Anies Baswedan ke Pilpres 2024.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Tata Kota Nirwono Joga angkat bicara soal banjir yang kembali merendam Jakarta.
Dilansir TribunWow.com, Nirwono Joga menyatakan banjir Jakarta bisa mengancam jalan Anies Baswedan ke Pilpres 2024.
Sebelumnya, Anies Baswedan diperkirakan akan menjadi calon kuat untuk maju di Pilpres 2024.
Melalui tayangan YouTube KompasTV, Senin (24/2/2020), Nirwono mulanya menyebut banjir Jakarta kini justru digunakan sebagai komiditas politik.
• Jakarta Kembali Terendam Banjir Selasa Pagi, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak
• Beri Nilai 9 untuk Anies Baswedan soal Banjir Jakarta, Rahmat HS Ungkap Kehebatan sang Gubernur
Terkait hal itu, Nirwono pun menyinggung sepak terjang Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Kita harus tahu bahwa banjir ini suka tidak suka jadi komoditas politik ya," kata Nirwono.
"Kalau kita mundur sedikit saja pada waktu Pak Jokowi jadi gubernur, pada saat banjir Beliau turun langsung ke lapangan."
Menurut Nirwono, sikap Gubernur DKI Jakarta saat menangani banjir sangat berpengaruh pada simpati masyarakat.
Hal itu terbukti dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Kita masih ingat dengan foto-foto langsung ke lapangan dengan badan setengah terendam dan sebagainya," terang Nirwono.
"Ini kan menunjukkan bahwa suka tidak suka penanganan banjir itu akan menentukan siapa orang itu dan kemudian akan menarik simpati masyarakat."

• Hujan Lebat Sebabkan Wilayah Ibu Kota Kembali Terendam Banjir, Lebih dari 2000 Warga Mengungsi
Lantas, Nirwono menyebut banjir seolah menjadi kejadian rutin di Jakarta.
Menurutnya, siapapun gubernur yang bisa menangani banjir di Jakarta akan mendapatkan respon yang baik dari masyarakat.
"Kedua, banjir ini kan sebenarnya masalah yang rutin dari dulu," ujar Nirwono.
"Tetapi sejarah juga membuktikan gubernur yang mampu mengatasi banjir dengan lebih baik justru akan mendapatkan poin lebih baik juga."
Terkait hal itu, Nirwono lantas menyatakan banjir Jakarta menjadi pekerjaan rumah (PR) Anies Baswedan jika memang benar akan mencalonkan diri di Pilpres 2024.
"Ini sebenarnya PR besar bagi Pak Anies kalau di 2024 tadi ikut," terang Nirwono.
"Karena Jakarta itu cuma dua, kalau enggak banjir ya macet."
Simak video berikut ini menit ke-4.57:
Kehebatan Anies Baswedan
Wakil Ketua Bamus Betawi, Rahmat HS membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait banjir yang kembali melanda Jakarta.
Rahmat HS pun membandingkan Anies Baswedan dengan gubernur sebelumnya.
Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Talk Show tvOne, Minggu (23/2/2020), Rahmat HS menyebut Anies Baswedan hebat dalam menangani banjir Jakarta.
Hal itu kontras dengan pengakuan warga DKI Jakarta, Sulaeman Haikal yang menyebut Anies Baswedan perlu dievaluasi kinerjanya.
"Nah ini kerendam air tentu saja ya kita gimana ya, Pak Gubernur ini tolong lah," kata Sulaeman.
"Kita harus evaluasi gitu, evaluasi kinerja, bukan evaluasi pribadi."
Meskipun menyatakan kritikan, Sulaeman mengaku tak miliki masalah pribadi dengan sang gubernur.
Sulaeman mengaku hanya ingin Anies Baswedan memperbaiki kinerjanya.
"Kita enggak ada maslaah pribadi dengan Pak Gubernur, tapi kinerjanya kita evaluasi," kata Sulaeman.
• Pamer Prestasi Anies Baswedan Tangani Banjir, Azas Tigor Sindir Syarif: Anies Itu Tinggal Merawat
Sulaeman menambahkan, banjir yang kini melanda Jakarta itu bukanlah kiriman dari wilayah lain.
"Ya jelas lah, contoh banjir hari ini itu bukan banjir kiriman," terang Sulaeman.
"Tadi malam hujan besar kan jam 1, jam 2 malam banjir."
Ia menyebut Anies Baswedan kini tak bisa menyalahkan daerah lain atas banjir yang kembali merendam Jakarta.
Sebab, menurutnya banjir yang kini terjadi merupakan kesalahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Jadi kemarin-kemarin kan dalihnya ini banjir kiriman, Jakarta selalu jadi korban air dari Bogor," kata Sulaeman.
"Lah sekarang ini masalahnya ada di DKI, berarti kan saluran drainasenya enggak bersih sehingga banjir."
Namun, pernyataan Sulaeman itu secara tegas dibantah oleh Rahmat HS.
Ia mengklaim, banjir setelah hujan deras tak hanya terjadi di Jakarta.
"Kalau hujan besar itu bukan hanya di Jakarta, hampir di seluruh daerah sekitar bahkan di Jawa Barat, Jawa Tengah itu hujan besar terjadi banjir," ucap Rahmat HS.
"Kalau hujan besar pasti ada kiriman, pasti ada air yang terjun bebas dari hulu."
• Pakar Tata Kelola Air Sebut Anies Buat Banjir Semakin Rumit, Bandingkan dengan Jokowi dan Ahok
Rahmat HS lantas membandingkan Anies Baswedan dengan gubernur sebelumnya soal penanganan banjir.
"Nah sekarang kalau evaluasi setuju, kita evaluasi kinerja, iya kan," ujar Rahmat HS.
"Kalau kita lihat hari ini, kinerja gubernur cara menangani banjir ama zaman gubernur dulu itu beda."
Bahkan, ia menyebut Anies Baswedan lebih unggul dibandingkan gubernur sebelumnya.
"Antara 6 dan 9, 9 buat Anies," ujar Rahmat HS.
"Cuma asal diketahui, curah hujan yang seperti ini adanya tahun sekarang, kemarin-kemarin enggak ada."
"Tapi hebatnya Anies nanganinnya pas jatuh tuh ke tanah surut enggak berapa lama," pungkasnya.
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)