Terkini Nasional
Sempat Salah Paham, Jubir Presiden Langsung Emosi saat Ditanya Sudjiwo Tedjo, Dikira Ajak Debat
Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman sempat salah paham pada Budayawan Sudjiwo Tedjo.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman sempat salah paham pada Budayawan Sudjiwo Tedjo.
Dilansir TribunWow.com, Fadjroel Rachman bahkan sempat tampak emosional saat menjawab pertanyaan Sudjiwo Tedjo.
Namun, saat menyadari adanya kesalahpahaman, Fadjroel Rachman justru terbahak.
• Bahas Ucapan Kontroversial Kepala BPIP Yudian Wahyudi, Wasekjen MUI di ILC: Insaflah Wahai Manusia
• Di ILC, Sudjiwo Tedjo Tegur Ali Ngabalin dan Fadjroel Rachman: Saya Diam ketika Kalian Bicara
Melalui tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (18/2/2020), Sudjiwo Tedjo mulanya menyinggung soal kehadiran Pancasila dalam Omnibus Law.
"Tapi maksud saya, ada enggak sih Pamcasila dalam Omnibus Law? Itu aja tolong jawab," kata Sudjiwo pada Fadjroel.
Menjawab pertanyaan Sudjiwo, Fadjroel lantas menjelaskan isi draf Omnibus Law.
Menurut Fadjroel, Omnibus Law mengatur 3 hal penting.
Mulai dari pekerjaan hingga soal pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan.
"Ada 3 Omnibus Law, yaitu satu Cipta Kerja, yang kedua adalah tentang perpajakan, yang ketiga tentang ibu kota negara," kata Fadjroel.
"Intinya semuanya menurunkan langsung dari Pancasila kemudian peraturan perundang-undangan yang ada."
Fadjroel lantas menjelaskan soal tujuan dibentuknya Omnibus Law Cipta Kerja.
Ia mengklaim, Omnibus Law Cipta Kerja dibentuk untuk meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
"Yang paling gampang aja, Cipta Kerja itu membela UMKM, Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang menjadi bagian terbesar di negeri ini," kata Fadjroel.
Namun, belum selesai ia menyampaikan penjelasan, Sudjiwo berusaha menyela pembicarannya.
"Tapi..," potong Sudjiwo.
Tak menghiraukan ucapan Sudjiwo, Fadjroel pun kembali melanjutkan penjelasannya.
"Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kemudian tentang ibu kota negara, kenapa kita harus misalnya pindahkan ke Kalimantan," lanjut Fadjroel.

• Diungkit-ungkit Masalah Umur, Babe Ridwan Berpesan agar ILC Angkat Tema Kontroversi Kerajaan Galuh
Namun, ucapannya itu kembali disahut oleh Sudjiwo.
"Ya sorry sorry, enggak enggak sejauh itu," kata Sudjiwo.
"Loh Anda yang meminta, saya menjelaskan," jawan Fadjroel.
Sudjiwo lantas menanyakan soal aspek lingkungan yang diatur dalam Omnibus Law.
"Aku nanya 2 hal, soal lingkungan ada enggak?," tanya Sudjiwo.
"Ada, kita tetap membela, tetap ada di dalamnya. Anda belum membaca nampaknya," jawab Fadjroel.
Menanggapi Fadjroel yang mulai emosi, Sudjiwo justru mengungkapkan candaan.
"Kan aku nanya makanya kan aku belum baca, ini tabayun," canda Sudjiwo.
Fadjroel mengira, Sudjiwo bermaksud mengajaknya berdebat.
Karena itu, Fadjroel mengkritik Sudjiwo yang mengaku belum membaca Omnibus Law.
"Bagaimana Anda bisa berdebat tanpa membaca," kata Fadjroel.
"Loh aku enggak debat, aku nanya, masyaAllah," jawab Sudjiwo kesal.
Sadar dirinya salah paham, Fadjroel langsung terbahak.
Tak hanya Fadjroel, penonton acara tersebut pun turut tertawa melihat aksi kedua tokoh itu.
Simak video berikut ini menit ke-5.45:
Tegur Politisi NasDem
Pada kesempatan itu, sebelumnya Sudjiwo Tedjo menegur Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Irma S Chaniago.
Teguran itu disampaikan Sudjiwo Tedjo karena Irma S Chaniago sibuk bermain ponsel saat dirinya berbicara.
Bahkan, Sudjiwo Tedjo sampai berhenti berbicara hingga bintang tamu yang lain benar-benar memperhatikannya.
Mulanya, Sudjiwo Tedjo buka suara soal pernyataan kontroversial Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.
• Bukan Dirinya, Karni Ilyas Ungkap Sosok Presiden ILC yang Pertama: Awalnya Saya Wakil Presiden
Menurut Sudjiwo Tedjo, pernyataan Yudian Wahyudi itu bisa diartikan sebagai sebuah teguran dari Tuhan.
"'Kamu anti-Pancasila, enggak aku pro Pancasila'. Tapi Pancasilanya ada enggak sih?"
Di tengah pemaparannya, Sudjiwo Tedjo lantas menegur Irma S Chaniago yang sibuk bermain ponsel.
"Sama dengan aku mendirikan sebuah desa, desa ini saya kumpulkan semua kita dipersatukan," ucapnya.
"Bu Irma, saya lagi bicara, saya tidak baca HP ketika Anda tadi bicara," sambung Sudjiwo.
Tak terima dengan tindakan Irma S Chaniago, Sudjiwo Tedjo bahkan tak mau melanjutkan penjelasannya hingga semua bintang tamu ILC memperhatikannya.
"Saya akan berhenti ngomong sebelum semua berhenti," kata Sudjiwo Tedjo.
"Di dalam pertemuan yang sudah terjadwal, Sudjiwo Tedjo tidak pernah membuka HP."
Ia mengaku tak pernah bermain ponsel ketika menghadiri suatu acara.
Karena itu lah Sudjiwo Tedjo langsung menegur Irma S Chaniago.
• Di ILC, Sudjiwo Tedjo Sempat Ngambek Tak Mau Lanjutkan Bicara, Tegur Irma: Orang Ngomong Dengerin
"Karena saya sudah bisa ngasih tahu temen-temen saya 'Eh jangan HP-an dulu aku lagi ada acara'," ujar Sudjiwo Tedjo.
"Kalau di dalam pertemuan di jalan dadakan saya masih buka HP karena masih baca yang gantung."
Mendengar pernyataan Sudjiwo Tedjo, Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman pun tampak bertepuk tangan sambil tertawa.
Melanjutkan penjelasannya, Sudjiwo Tedjo menganggap mendengarkan orang lain berbicara adalah bentuk nyata Pancasila.
"Menurut saya inilah Pancasila yang nyata, ada orang yang ngomong dengerin," kata dia.
"Sorry Bu Irma, saya dengan kasih sayang ngomong ini karena saya masih sayang."
(TribunWow.com)