Breaking News:

Terkini Daerah

Sempat Menolak, Ibu Mayat Balita Tanpa Kepala Kini Justru Ajukan Permohonan Autopsi: Apa Saya Salah?

Ibunda balita yang tewas tanpa kepala, Meli Sari mengaku pernah menolak jasad putranya itu diautopsi pihak kepolisian.

YouTube Talk Show tvOne
Ibunda balita yang tewas tanpa kepala, Meli Sari dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Senin (17/2/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Ibunda balita yang tewas tanpa kepala, Meli Sari mengaku pernah menolak jasad putranya itu diautopsi pihak kepolisian.

Dilansir TribunWow.com, Meli Sari pun mengungkap alasannya sempat menolak proses autopsi jasad putranya itu.

Meskipun begitu, kini Meli Sari berubah pikiran dan justru mengajukan permohonan autopsi jasad Muhammad Yusuf Gazali.

Hal itu disampaikan Meli Sari dalam kanal YouTube Talk Show tvOne, Senin (17/2/2020).

Tangis Ibu Balita Tanpa Kepala di Samarinda di Depan Hotman Paris: Sampai Kini Kasus Cuma Kelalaian

Hotman Paris Dimintai Tolong Usut Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala: Ada Dugaan Jual Beli Organ Tubuh

Mulanya, Meli Sari mengaku yakin anaknya yang masih barusia 4 tahun itu bukan tewas karena tercebur saluran air.

Hal itu semakin diyakininya karena waktu penemuan jasad yang cukup lama, yakni 16 hari.

"Melihat kondisi anak saya itu pun langsung dugaan saya tidak mungkin anak saya terseret," kata Meli Sari,

"Karena dalam waktu 16 hari ditemukan selama itu."

Ia pun mengucapkan terima kasih pada aparat kepolisian yang mau mengungkap kasus kematian putranya.

"Dari waktu ditemukan itu pihak kepolisian, polres, langsung menghubungi saya pada saat itu," ucap Meli Sari.

"Mereka mau mengungkap kasus ini, saya berterimakasih sekali pada saat itu."

"Dan sampai sekarang juga saya sangat berterimakasih," sambungnya.

Namun, kala itu Meli Sari mengaku menolak tawaran pihak kepolisian untuk mengautopsi anaknya.

Sebab, autopsi memerlukan waktu yang cukup lama.

Ibunda balita yang tewas tanpa kepala, Meli Sari dalam channel YouTube Talk Show tvOne, Senin (17/2/2020).
Ibunda balita yang tewas tanpa kepala, Meli Sari dalam channel YouTube Talk Show tvOne, Senin (17/2/2020). (YouTube Talk Show tvOne)

Polisi Sebut Belum Ada Bukti yang Menguatkan Balita Tanpa Kepala di Samarinda Korban Kejahatan

"Cuma kemarin itu dia kan bilangnya proses autopsi itu teman saya satu bulan ditahan anak saya di rumah sakit," kata Meli Sari.

"Yang jelas saya enggak mau kan, karena setelah lama hilang 16 hari saya menunggu jasad anak saya terus mau ditahan lagi 1 bulan."

Hal itu lah yang membuat Meli Sari menolak tawaran pihak kepolisian itu.

"Jelas saya tidak mau pada saat itu."

Namun, kini Meli Sari telah berubah pikiran.

Ia bahkan telah mengajukan permohonan autopsi terhadap jasad anaknya.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian putra kesayangannya itu.

"Makanya ada beredar surat pernyataan penolakan autopsi saya," ujar Mali Sari.

"Dan sekarang saya mengajukan permohonan autopsi apa saya salah? Apa saya melanggar hukum?"

"Saya kan cuma pengin mengetahui penyebab kematian anak saya makanya saya mengajukan permohonan autopsi," sambungnya sambil menahan tangis.

Simak video berikut ini menit ke-3.52:

Organ Hilang karena Pembusukan

 Pada kesempatan itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Asa buka suara soal kejanggalan penemuan mayat balita tanpa kepala di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Dilansir TribunWow.com, Damus Asa membenarkan jika mayat balita itu ditemukan dalam kondisi sebagian besar organ dalam hilang.

Damus Asa menyebut balita itu bukanlah korban pembunuhan.

Menurutnya, organ dalam mayat balita itu hilang karena proses pembusukan.

"Dan memang kemungkinan besar awalnya kita menduga itu adalah anak hilang yang dilaporkan ke kita," terang Damus.

"Namun, kita tidak begitu saja percaya walaupun kedua orangtua meyakinkan bahwa itu adalah anak dari Bambang Sulis dan Meli Sari."

Teka-teki Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala Terungkap, Benda Menempel di Jasad Korban Jadi Petunjuk

Karena itu, setelah berhasil mengevakuasi, pihak kepolisian langsung membawa mayat balita itu ke rumah sakit untuk menjalani visum.

Dasum mengakui, saat ditemukan sebagian besar organ dalam mayat balita itu sudah hilang.

"Kita melakukan visum kemudian kita lakukan tes DNA untuk menyatakan kemungkinan bahwa korban adalah anak dari kedua pasangan suami istri tersebut," terang Dasum.

"Dan memang saat kita bawa ke rumah sakit memang sebagian besar organ tubuh korban sudah tidak ada."

Tak hanya organ dalam, Dasum juga menyebut sejumlah bagian tubuh mayat balita itu juga tak ditemukan.

"Di antaranya kepala, lengan bagian kanan maupun kiri, telapak kaki, dan organ dalam sebagian besar sudah tidak ada," terang Dasum.

Penyebab Kematian Balita Tanpa Kepala di Samarinda Akhirnya Terungkap, Keluarga Mengaku Tak Senang

Terkait tak ditemukannya bagian tubuh dan organ dalam, Dasum menyebut hal itu disebabkan karena mayat sudah mengalami pembusukan.

Dasum menyebut, sebagian tubuh mayat yang hilang itu hancur karena pembusukan.

"Organ dalam sebagian besar tidak ada karena memang posisinya sudah busuk," kata Dasum.

"Dari keterangan dokter kemarin waktu kita ke sana, jenazah mengalami pembusukan yang berkelanjutan sehingga tubuhnya hancur."

"Karena kurang lebih 16 hari hilangnya anak tersebut baru ditemukan," sambungnya.

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

Tags:
Kalimantan TimurPenemuan Mayat Tanpa KepalaPenemuan MayatTewasSamarinda
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved