Breaking News:

Terkini Nasional

Sudjiwo Tedjo Akui Belum Tentu Bisa Jadi Presiden, Kritik Pencalonan Keluarga Jokowi: Ada Kerugian

Budayawan Sudjiwo Tedjo sempat menyinggung politik dinasti Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube Macan Idealis
Budayawan Sudjiwo Tedjo (kiri), dan Vasco Ruseimy (kanan) dalam saluran YouTube Macan Idealis, Jumat (14/2/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Budayawan Sudjiwo Tedjo sempat menyinggung politik dinasti Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski mengaku belum tentu bisa menjadi presiden, Sudjiwo Tedjo merasa Jokowi sulit dipercaya.

Anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka hingga menantunya, Bobby Nasution diketahui mencalonkan diri pada Pemilihan Daerah 2020.

Ungkap Sejumlah Bukti Ini, Sudjiwo Tedjo Sebut Publik Tak Lagi Percaya pada Jokowi: Sorry Ya Pak

"Sekarang saya cuma bisa ngomong, walaupun saya sendiri yang jadi presiden saya belum tentu bisa melakukan," kata Sudjiwo Tedjo seperti dikutip dari channel YouTube Macan Idealis pada Minggu (16/2/2020).

"Sekarang bagaimana orang bisa percaya Pak Jokowi ketika ngomong nepotisme kalau mantunya maju, Bobby. Gibran di Solo, terus kabarnya ada besannya juga di Sumatera dan di Wonogiri," lanjut Sudjiwo Tedjo.

Menurut Sudjiwo Tedjo, keluarga Jokowi memang berhak mencalonkan diri.

"Maksudku gini, ada yang namanya bener dan ada namanya pener."

"Bener itu belum tentu pener. Mereka punya hak politik dong untuk mencalonkan," ucapnya.

Namun, Sudjiwo menilai, keluarga Jokowi sah ingin menjadi pemimpin, namun waktunya kurang tepat.

Sudjiwo Tedjo Blak-blakkan Soroti Pernyataan Mahfud MD: Secara Matematika, Pancasila Ada Tiga

Seharusnya dilakukan setelah Jokowi selesai menjabat seperti anak Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono yang menjadi Calon Gubernur 2017.

"Iya dong sebagai warga negara, tapi maksudku tunggu dulu setelah babe selesai jadi presiden, gitu loh maksudku," tegas Sudjiwo.

"Ya mungkin kayak Agus kemarin nyalon di DKI," tanya presenter.

"Ya sama, semuanya sama," kata Sudjiwo Tedjo.

Meski demikian, ia mengatakan bisa jadi akan melakukan hal yang sama dengan Jokowi tersebut.

Pasalnya, di dalam dunia politik bisa mencari keamanan melalui politik dinasti.

Ngaku Tak Mau Menghina, Sudjiwo Tedjo Soroti Pencalonan Menantu Presiden: Enggak Aman kalau Gak Kaya

"Dan mungkin kalau aku jadi presiden, aku juga seperti Pak Jokowi sekarang."

"Karena aku harus aman kan, setelah aku lengser terus gimana kalau enggak ada dinasti?" ungkapnya.

Menurut pria asal Jember ini, tetap ada kerugian dengan adanya politik dinasti.

Ia tidak bisa lagi menyuruh orang lain tidak melakukan nepotisme.

"Sementara hidup demikian kejam. Tapi maksudku ada kerugiannya, aku punya kerugian aku udah enggak bisa neken kepala desa, neken petinggi, neken lurah, neken gubernur, neken menteri agar tidak nepotisme," pungkasnya.

Lihat videonya mulai menit ke-13:20:

Sebelumnya, saat menjadi bintang tamu dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (11/2/2020), Sudjiwo Tedjo mulanya menyinggung pernyataan Mantan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019, Sandiaga Uno.

"Ke depan itu kalau kita lihat dalam kaca mata ILC, Mas Sandiaga ada banyak potensi terutama di IT," terang Sudjiwo.

Tak hanya Sandiaga Uno, Sudjiwo Tedjo turut menyebut nama Menteri BUMN, Erick Thohir.

"Wah luar biasa terutama di komik-komik, luar biasa anak muda kita Pak Erick," ucap Sudjiwo.

"Tinggal kita merangkumnya dalam suatu kesatuan."

"Nah, kesatuan ini yang enggak ada," sambungnya.

Sudjiwo Tedjo menilai, keadilan di masa lalu berbeda dengan kini.

Menurutnya, di zaman dahulu ada persamaan nasib bagi seluruh warga negara.

"Kalau meminjam (pernyataan) Soekarno, bangsa adalah suatu kaum yang mengalami penderitaan bersama," ucapnya.

"Dulu iya, itu ada disimpulkan di belakang."

Terkait hal itu, ia pun memberikan contoh untuk memperjelas pernyataannya.

Lantas, Sudjiwo menyinggung nama Presenter ILC, Karni Ilyas.

"Bapak saya dan bapaknya Pak Karni makannya ulet karung goni semua, ada persamaan nasib" kata dia.

"Sekarang udah enggak ada persamaan nasib, arloji saya sama arlojinya Pak Thohir jauh banget. Gimana mau persamaan nasib?"

Budayawan Sudjiwo Tedjo dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (11/2/2020). Sudjiwo Tedjo meminta Erick Thohir berhenti jadi Menteri BUMN.
Budayawan Sudjiwo Tedjo dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (11/2/2020). (YouTube Indonesia Lawyers Club)

 

 Di ILC, Mahfud MD Sebut Balik ke Era Soeharto Bisa Bebaskan Indonesia dari Mafia Hukum: Ugal-ugalan

Lebih lanjut, Sudjiwo menilai pemerintah tirani diperlukan di negara ini.

Hal itu berkaitan dengan persamaan nasib yang harusnya diperoleh oleh semua warga negara.

"Makanya saya usul bangsa harus diikat di depan tujuan," ujarnya.

"Nah tujuan itu memerlukan tirani kalau perlu."

Melanjutkan penjelasannya, Sudjiwo justru menyinggung para pemimpin yang kerabat terdekatnya turut mencalonkan diri di daerah masing-masing.

Hal itu menurutnya membuat kepercayaan publik pada pemimpin semakin berkurang.

"Sekarang gimana aku mau percaya soal KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) misalnya, kalau pemimpin mantunya jadi calon ini," ujar Sudjiwo.

"Gimana mau percaya?"

Terkait hal itu, Sudjiwo pun menganggap pentingnya harta untuk memperoleh posisi strategis.

"Saya enggak ngenyek (hina-red) pemimpin itu, kalau saya jadi pemimpin mungkin mantu saya juga," kata Sudjiwo.

"Karena di Indonesia enggak aman kalau enggak kaya."

Simak video berikut ini menit ke-3.25:

(TribunWow.com/Mariah Gipty/Jayanti Tri Utami)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Sudjiwo TedjoJokowiYouTubePresiden
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved