Terkini Daerah

9 Jenazah Korban Heli TNI AD yang Jatuh di Papua Sudah Bisa Dikenali, Petugas Terkendala Cuaca

Tim evakuasi korban jatuhnya Heli MI-17 milik TNI AD berhasil mencapai titik puing-puing pesawat.

9 Jenazah Korban Heli TNI AD yang Jatuh di Papua Sudah Bisa Dikenali, Petugas Terkendala Cuaca
Dok Pendam XVII/Cenderawasih
Lokasinya jatuhnya Heli MI 17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (10/02/2020) 

TRIBUNWOW.COM - Tim evakuasi korban jatuhnya Heli MI-17 milik TNI AD berhasil mencapai titik puing-puing pesawat.

Tim evakuasi juga menemukan 12 jenazah dari lokasi.

Dari seluruh korban yang berada di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, tim memastikan bisa mengenali sembilan jasad.

"Identitas sembilan jenazah bisa kami kenali dari pakaian dan atribut yang mereka kenakan, sedangkan tiga jenazah lagi masih diperlukan proses identifikasi lebih lanjut," ujar Danrem 172/PVY Kolonel Inf Binsar Sianipar melalui rilis, Jumat (14/2/2020).

Namun, karena kondisi cuaca yang ekstrem, tim belum bisa mengevakuasi jasad para korban.

Proses tersebut akan dilakukan pada Sabtu (15/2/2020) pagi.

VIDEO Detik-detik Helikopter Kejar Kapal Penyelundup Miras dari Batam, Hujani Tembakan dari Udara

"Direncanakan besok proses evakuasi jenazah akan kami mulai. Tim akan membawa turun jenazah ke titik yang bisa dijangkau oleh heli kita. Untuk selanjutnya, dievakuasi melalui udara," kata Binsar.

Sebelumnya, Jumat (14/2/2020), tim evakuasi telah berhasil mencapai lokasi puing-puing heli MI-17 Penerbad nomor registrasi HA 5138 pada sekitar pukul 12.30 WIT.

Tim evakuasi dari Yonif 751 Raider tiba di lokasi puing setelah berjalan mendaki selama lebih kurang lima jam dari basecamp yang didirikan sejak Kamis (13/2/2020).

Heli MI-17 milik TNI AD yang membawa 12 penumpang dan kru hilang kontak di Pegunungan Bintang sejak 28 Juni 2019. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seluruh Korban Heli TNI AD MI-17 Ditemukan, 9 Jenazah Bisa Dikenali".

Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved