Breaking News:

Virus Corona

Warganya Tolak Karatina WNI dari Wuhan, Wabup Natuna Ngaku Tak Pernah Dilibatkan: Ketakutan Itu Ada

Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengungkap rasa takut yang ini dirasakan warga Natuna.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
YouTube Indonesia Lawyers Club
Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dalam saluran YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (4/2/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengungkap rasa takut yang ini dirasakan warga Natuna.

Dilansir TribunWow.com, hal itu berkaitan dengan 248 WNI dari Wuhan, China, yang kini dikarantina di Natuna.

Tak hanya takut, warga Natuna sebelumnya juga mengungkapkan penolakan terhadap karantina WNI dari Wuhan itu.

Ngesti Yuni menyebut, pemerintah daerah dan warga Natuna tak diberi informasi terkait karantina 248 WNI dari Wuhan.

Dengan Suara Bergetar, Ngabalin Sampaikan Pesan Jokowi soal Virus Corona: Jangan Lihat Sebelah Mata

Warga Wuhan Rasakan Gejala Corona namun Enggan Dikarantina: Lebih Baik Mati di Rumah

Hal itu disampaikan Ngesti Yuni saat menjadi bintang tamu dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (4/2/2020).

"Kedatangan saudara-saudara kita dari Wuhan ke Natuna itu sama sekali tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah," kata Ngesti Yuni.

"Bahkan kami tahunya dari televisi, kamu tahunya dari medsos."

Bahkan, menurutnya pemerintah daerah Natuna sama sekali tak dilibatkan dalam karantina WNI dari Wuhan.

Hal itu lah yang menurutnya menyebabkan kepanikan warga Natuna.

"Memang sama sekali kami tidak dilibatkan, sehingga terjadi miskomunikasi," terang dia.

"Kemudian masyarakat kami juga kurang tahu tentang permasalahan apa itu virus, bagaimana penanganannya dan sebagainya."

Ia menambahkan, rasa takut warga Natuna semakin bertambah ketika melihat pemberitaan di televisi.

Terkait hal itu, Ngesti Yuni mengaku pihaknya perlu memberikan perlindungan ekstra pada setiap warganya agar tak terjangkit Virus Corona.

Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (4/2/2020).
Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (4/2/2020). (YouTube Indonesia Lawyers Club)

Pandangan Menkes Terawan soal Protes Warga Natuna Takut Tertular Virus Corona: Hal yang Tak Perlu

"Dan informasi mengenai virus ini kan luar biasa di televisi, sehingga rasa ketakutan itu ada," terangan Ngesti Yuni.

"Bagaimana kami sebagai pihak pemerintah daerah dalam hal ini tentunya kami harus melindungi rakyat kami."

"Khususnya di wilayah terdekat (karantina WNI dari Wuhan) itu ada 24 ribu, kami harus lindungi," sambungnya.

Lebih lanjut, Ngesti Yuni menyinggung soal aksi penolakan warga Natuna terhadap karantina 248 WNI dari Wuhan.

Ia menilai, penolakan tersebut disebabkan karena kurangnya sosialisasi pemerintah terkait Virus Corona.

"Penolakan-penolakan itu adalah karena mereka tidak tersosialisasi kemudian kami dari pemerintah daerah juga tidak ada koordinasi, tidak diajak," tegasnya.

"Ini kalau permasalahannya permasalahan dunia, permasalahan nasional harusnya kami diikutsertakan."

Andaikan saja pemerintah tak terlambat melakukan sosialisasi, Ngesti Yuni yakin masyarakat Natuna tak akan melakukan penolakan seperti yang kini terjadi.

"Sehingga kami bisa menyampaikan ke masyarakat, kami bisa menenangkan masyarakat," ungkap dia.

"Kalau ini dilakukan, insyaAllah kami akan menerima dengan senyum, dengan simpati."

Simak video berikut ini dari menit awal:

Tanggapan Mahfud MD

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara soal polemik karantina WNI dari China di Natuna.

Dilansir TribunWow.com, Mahfud MD mengakui adanya kesalahpahaman antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan masyarakat Natuna.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusitu lantas meminta masyarakat Natuna memaklumi kesalahpahaman tersebut.

Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam konferensi pers yang disiarkan saluran YouTube Kompas TV, Selasa (4/2/2020).

Di ILC, Ali Ngabalin Angkat Bicara WNI ke Natuna akibat Virus Corona: Pemerintah juga Manusia Biasa

Mahfud MD mengakui adanya keterlambatan informasi dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

Hal itu menurutnya berkaitan dengan penyebaran Virus Corona yang begitu cepat.

"Memang terjadi semacam bukan miskomunikasi ya, keterlambatan informasi karena perkembangan berlangsung begitu cepat," ucap Mahfud MD.

Ia menyebut, pemerintah Indonesia langsung mengambil tindakan cepat setelah pemerintah China mengizinkan evakuasi WNI di Wuhan.

"Sehingga begitu mendapat green light untuk memulangkan saudara-saudara kita WNI dari Wuhan RRC itu langsung bekerja cepat dan memutuskan mengambil tempat di Natuna," terang Mahfud MD.

Lantas, Mahfud MD mengungkap alasan memilih Natuna sebagai tempat karantina WNI dari Wuhan.

Menurutnya, Natuna adalah tempat yang tepat dan memiliki akses militer yang mudah.

"Dianggap tempat paling mudah, paling aman, dan dekat dengan instalasi militer untuk dilakukan sesuatu dengan cepat," kata Mahfud MD.

Di Depan Warga Natuna, Dokter Erlina Ungkap Penularan Virus Corona: Mudah-mudahan Ini Bisa Ditangkap

Terkait penolakan warga Natuna, Mahfud MD mengklaim adanya kesalahpahaman.

Ia mengakui, pemerintah pusat terlambat dalam menginformasikan karantina tersebut ke pemerintah daerah Natuna.

"Timbul kesalahpahaman karena komunikasi dengan pemerintah daerah dan rakyat Natuna agak terlambat," ujar dia.

Terkait hal itu, ia lantas berharap warga Natuna bisa memaklumi keterlambatan informasi tersebut.

"Dan itu supaya dimaklumi karena bisa diikuti dari semua media masa bahwa perkembangannya berlangsung dari menit ke menit," ujarnya.

"Sehingga kita melakukan tindakan cepat."

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

Tags:
Virus CoronaWuhanNatuna
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved