Breaking News:

Virus Corona

Permintaan Orangtua WNI dari Wuhan pada Kemenkes seusai Karantina: Jangan Sampai Kami Sedih Berulang

Orang tua Mahasiswa yang berkuliah di Wuhan, China mengungkap harapan selanjutnya terkait nasib sang anak.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
channel YouTube Indonesia Lawyers Club
Orang tua Mahasiswa yang berkuliah di Wuhan, China mnegungkap harapan selanjutnya terkait nasib sang anak. 

TRIBUNWOW.COM - Orangtua Mahasiswa yang berkuliah di Wuhan, China mengungkap harapan selanjutnya terkait nasib sang anak.

Orang tua Mahasiswa bernama Hj. Neneng Nurhidayah yang hadir di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (4/2/2020), awalnya memuji acara tersebut karena membahas masalah wabah Virus Corona.

Menurut Neneng, episode ILC kali ini adalah yang paling baik dan memberikan solusi.

Di Depan Warga Natuna, Dokter Erlina Ungkap Penularan Virus Corona: Mudah-mudahan Ini Bisa Ditangkap

"Pertama-tama kami ucapkan kepada Pak Karni Ilyas yang mana nih di acara ILC yang sering saya tonton ini adalah ILC yang paling adem sekali, ILC yang paling penuh kekeluargaan, yang paling penuh solusi, saya bangga sebagai orangtua dari mahasiswa Wuhan," ujar Neneng.

Kemudian, Neneng berharap pada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemominfo) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bisa memberikan informasi yang jelas terkait masalah Virus Corona.

"Yang kedua Pak Karni, saya masih ada berharap. Berharapnya begini, saya harap pada Kemominfo dan Kemenkes untuk selalu membangun komunikasi dalam bentuk apa dalam bentuk solusi dan edukasi terhadap masyarakat," ungkap Neneng.

Pasalnya, hoak sudah bertebaran di mana-mana.

Anaknya yang akan kembali ke masyarakat takutnya akan menjadi kekhawatiran bagi orang lain.

Karena ini banyak berita hoak nih Pak Karni, jadi anak kami setelah 14 hari masa inkubasi selesai kan akan dipulangkan pada orang tuanya.

Di ILC, Ali Ngabalin Angkat Bicara WNI ke Natuna akibat Virus Corona: Pemerintah juga Manusia Biasa

"Orangtuanya hidup di masyarakat, tinggal di masyarakat, tidak semua masyarakat paham, tidak semuanya mengerti apalagi komunikasinya kurang, jadi mereka resah."

"Jangan sampai kami orang tua juga sedih yang berulang-ulang seperti itu," harapnya.

Lalu, ia juga memuji Dokter Erlina Burhan yang turut hadir di ILC karena telah memberikan pernyataan yang jelas terkait Virus Corona.

Bahkan, Neneng meminta agar Erlina bisa kembali muncul di televisi memberikan edukasi.

"Saya bangga dengan Ibu Dokter, bagus itu tadi boleh itu dijadikan produser dicari untuk selalu tampil di tv-tv terus, pengenalan-pengenalan itu, cara pencegahan-cara pencegahan sehingga kita semua tahu, itu wawasan yang sangat baik."

"Saya mohon itu sekali supaya orang tua tidak berlarut-larut sedihnya," katanya.

Tanggapi Bully-an karena Tolak WNI akibat Virus Corona, Tokoh Natuna Ungkap Sudah Ditemukan 3 Dampak

Lihat videonya mulai menit ke 15.13:

Ungkap Penularan Virus Corona

Pada kesempatan yang sama, Erlina mengatakan bahwa penularan Virus Corona itu melalui droplet.

Sedangkan, daya jangkaunnya hanya sekitar satu sampai hampir dua meter.

"Virus ini distransmisikan melalui droplet. Droplet itu adalah sekret atau cairan yang dikeluarkan pada saat pasien batuk atau bersin."

"Dan daya apa lingkupnya pun, daya jangkau droplet ini pun satu meter, paling jauh 1,8 meter," ujar Erlina.

Sehingga, Erlina meminta agar warga Natuna ketika WNI dari Wuhan diobservasi di daerah setempat.

Sedangkan, WNI itu diobservasi itu di tempat yang cukup jauh dari pemukiman.

"Jadi saya ingin menyampaikan pada Bapak-bapak dan Wakil Bupati, pada DPRD menyampaikan bahwa InsyaAllah karena jarak dari tempat observasi di Natuna itu sekitar katanya 1,2 kilometer pemukiman, Insya Allah aman."

"Enggak bisa orang itu batuk atau bersin melontarkan sampai 1 kilometer, paling jauh 1 meter atau 1,8 meter," ujar Erlina.

 Tak Hanya Balitbang Kemenkes, Unair Surabaya juga Punya Alat Pendeteksi Virus Corona Setara Jepang

Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Erlina Burhan mengungkap penularan Virus Corona.
Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Erlina Burhan mengungkap penularan Virus Corona. (Channel Youtube Indonesia Lawyers Club)

Erlina menegaskan bahwa penularan Virus Corona tidak serta merta terjadi.

"Jadi mudah-mudahan ini bisa ditangkap jadi bahwa penularannya adalah kontak langsung, kontak erat, dan droplet," ucapnya.

Lalu, Erlina menjelaskan bahwa korban Virus Corona ada kaitannya dengan sistem imunitas tubuh.

Sehingga, dari data orang yang meninggal akibat Virus Corona adalah orang-orang yang usia lanjut yang memiliki penyakit sebelumnya.

"Orang yang meninggal karena Virus Corona itu kebanyakan. Itulah makanya saya juga ingin menyampaikan, bahwa ada hal-hal yang kita bisa lakukan untuk pencegahan."

"Karena kita tahu dari data-data yang meninggal ini ada hubungannya dengan imunitas tubuh, karena yang meninggal itu banyak yang orang tua, lansia, atau orang-orang yang memenag sudah punya penyakit penyerta, sudah sakit sebelumnya, seperti penyakit diabetes, hipertensi, punya penyakit jantung, kelainan ginjal, bahkan ada yang struk," jelas Erlina.

 Kisah Dokter Beri Peringatan sebelum Virus Corona Menyebar, Sempat Diancam Polisi dan Kini Tertular

Sehingga, orang-orang yang memiliki riwayat penyakit itulah yang pada akhirnya meninggal.

"Kelompok-kelompok inilah yang rentan dan akhirnya memang menjadi berat dan memang ini yang fatal akhirnya meninggal," ungkap dia. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

Tags:
Warga Negara Indonesia (WNI)Virus CoronaWuhanMahasiswaKemenkes
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved